ADVERTISEMENT

PPKM Jabodetabek Naik Level 3, Ini Saran Wedding Organizer untuk Pengantin

Tim 20Detik - wolipop Selasa, 08 Feb 2022 15:17 WIB
Jakarta -

Angka positif COVID-19 terus meningkat, pemerintah mengambil keputusan untuk menaikkan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di sejumlah daerah menjadi level 3. Daerah yang kini berstatus PPKM Level 3 yaitu Jabodetabek, DIY, Bali, dan Bandung Raya.

Hal ini disampaikan oleh Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam jumpa pers, Senin (7/2/2022). "Berdasarkan level asesmen saat ini kami sampaikan bahwa aglomerasi Jabodetabek, DIY, Bali, Bandung Raya akan ke level 3." ujar luhut.

Luhut mengungkapkan alasan mengapa sejumlah daerah naik level PPKM. Kenaikan PPKM level 3 di sejumlah daerah ini bukan akibat tingginya kasus, namun karena rendahnya tracing Covid-19. Sementara itu di Bali, PPKM level 3 disebabkan oleh rawat inap yang meningkat.

Kebijakan pemerintah yang memberlakukan pembatasan terbaru, otomatis berimbas terhadap sektor bisnis jasa penyelenggara pernikahan atau wedding organizer. Para wedding organizer pun harus memutar otak agar acara pernikahan tetap berjalan meskipun aturan diperketat.

Salah satunya Nurul ST Asianny founder dari Rendjana Wedding Organizer. Menanggapi kebijakan PPKM Level 3 Jabodetabek, Nurul mengatakan sebagian calon pengantin sudah curhat saat mengetahui ada perubahan level PPKM.

"Kalau respon semuanya pasti menjerit, kemarin pun pas PPKM itu semua klien saya yang menikah di Februari-Maret semua kontak saya. Pada emoticon nangis gitu, 'Ibu gimana ini?'," ujar Nurul.

Sebagai wedding organizer, Nurul pun mencoba menenangkan dan memberikan saran pada kliennya. Dia meyakinkan pengantin untuk tetap menggelar pernikahan sesuai rencana namun dengan beberapa perubahan.

"Tetap ikuti prokes dan yang penting di sesi. Kalau mereka sepahit-pahitnya mereka harus mengurangi jumlah tamu," ungkap Nurul kepada Detikcom.

Bagi calon pengantin yang ingin mengubah tangga pernikahan, Nurul juga memberikan sarannya. "Yang mulai ragu dan mulai berpikiran untuk reschedule yang di bulan ini, saya sarankan sih untuk reschedule pun bukan hal yang mudah untuk mencari tanggal. Menyamakan all vendor itu available ada atau tidak itu hal yang menurut saya berat banget dan itu tugasnya di kita wedding planner," ungkap Nurul.

Nurul berusaha meyakinkan para calon pengantin untuk tidak memundurkan jadwal acara pernikahan. Namun, seluruh acara harus tetap menataati aturan dan protokol kesehatan.

"Jadi saya sarankan tetap berjalan ikuti kebijakan saja sebetulnya menikah ini kalau kita ikuti kebijakan pun sebetulnya bisa-bisa saja dan memang harus bisa. Kita ada wedding di Jakarta daerah Kemang pun dua event untuk tanggal 18-19 ini. Saya meyakinkan klien saya berjalan saja," tuturnya.

Menanggapi perubahan aturan PPKM Level 3, Nurul mengharapkan agar para calon pengantin tetap tenang. Dia menekankan acara pernikahan tetap bisa digelar selama mengikuti aturan yang sudah ditetapkan.

"Jangan berpikiran untuk reschedule, kita tetap ikuti prokes, ikuti aturan dan saya pastikan walaupun misalnya di sesi atau apa acara akan tetap berjalan dan berkesan untuk pengantin. Tapi tetap kita ikuti aturan yang berlaku," pungkasnya.

(gaf/eny)