Viral Tren 'Unboxing by Husband', Dikecam Tak Sesuai Kaidah Islam

Hestianingsih - wolipop Rabu, 12 Jan 2022 17:30 WIB
Awaiting Baby. Joyful Muslim Couple Holding Positive Pregnancy Test Sitting Together On Sofa Indoors, Focus On Test. Happy Parents-To-Be, Childbirth Concept. Shallow Depth, Cropped Ilustrasi pasangan Muslim. Foto: Getty Images/iStockphoto/Prostock-Studio
Jakarta -

'Unboxing by Husband' trending di TikTok dan kini ramai diperbincangkan. Tren ini mayoritas diikuti oleh pengantin baru yang mengabadikan momen bahagia mereka sesaat setelah resmi jadi pasangan suami-istri.

Tren 'Unboxing by Husband' atau 'Unboxing Pengantin' memperlihatkan pasangan pengantin baru di mana mempelai pria melepaskan aksesori dan kerudung dari kepala mempelai wanita usai menikah. Lokasi video umumnya diambil di sebuah kamar.

Selagi sang pria mencopoti aksesori kepala, pasangan wanitanya tampak mengabadikan momen itu melalui kamera ponsel sambil tersenyum. Tren ini dimaksudkan untuk mengenang hari bahagia sekaligus mengumumkan status mereka sebagai suami dan istri yang sah.

Namun tren yang marak di Malaysia ini juga menuai kecaman. Tidak sedikit netizen yang menilai kalau aksi 'unboxing' tersebut menyalahi kaidah Islam. Mengingat sebagian besar pasangan yang mengikuti tren ini adalah Muslim dan memakai hijab.

[Gambas:Youtube]



"Apakah kamu tidak merasa malu merekam video seperti itu? Aurat istri harus dijaga oleh suaminya," komentar netizen.

"Pasangan pengantin zaman sekarang ini sangat mudah terpengaruh oleh hal-hal yang tidak pantas hanya untuk tren semata tapi sebenarnya, itu mempermalukan diri sendiri dan keluarga," tulis netizen lain.

Tren ini juga disoroti departemen keagamaan di Malaysia, Jabatan Agama Islam Perak. Lewat unggahan Facebook, pihaknya mengingatkan kaum Muslim agar tidak mengikuti tren 'Unboxing by Husband'.

"Aksi 'unboxing' ini bukanlah bagian dari ajaran Islam karena dari situ lah dimulainya dosa dan mengundang fitnah," demikian ditulis dalam unggahan Facebook resmi Jabatan Agama Islam Perak.

Ulama Pencetus Ummah (PU) Syed juga mengecam tren itu dan menyebutnya sebagai bidah.

"Kita bisa jadi anak muda yang mencoba hal-hal baru, tapi juga harus mematuhi aturan Tuhan dan jangan pernah melakukan hal seperti itu. Janganlah berpartisipasi karena tidak membawa keuntungan apapun," ujar PU Syed bernama Mohd Bakri Al-Yahya, seperti dilansir Malay Mail.



Simak Video "Mengenal Dimas Mangara Si Dada Jedak-Jeduk"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)