Nasib Miris Wanita Jarang Mandi, Berakhir Digugat Cerai Suami

Vina Oktiani - wolipop Senin, 27 Sep 2021 16:49 WIB
Young attractive couple having problems in their relationship Foto: Istock
Jakarta -

Perceraian menjadi jalan terakhir yang akan ditempuh jika pasangan suami dan istri memiliki masalah besar yang sudah tidak lagi bisa dikompromi. Namun berbeda dengan masalah-masalah perceraian pada umumnya, pasangan yang satu ini bercerai karena kebiasaan jarang mandi sang istri yang tak bisa diterima oleh suaminya.

Seperti dikutip dari news18.com, seorang pria asal Uttar Pradesh, India dikabarkan telah mengucapkan talak tiga kepada istrinya. Sang pria meminta cerai karena istrinya itu jarang mandi.

Kejadian tak biasa itu baru terungkap setelah sang istri berusaha menyelamatkan pernikahannya dengan membuat laporan ke komnas perlindungan wanita. The Aligarh Women Protection Cell kemudian memberikan konseling kepada sang pria dan istrinya agar bisa kembali rujuk.

"Seorang wanita memberikan pengaduan tertulis kepada kami yang menyatakan bahwa suaminya telah memberikan talak tiga dengan dalih tidak mandi setiap hari. Kami memberikan konseling kepada pasangan dan orangtua mereka untuk menyelamatkan pernikahan mereka," kata seorang konselor di Women Protection Cell.

Konselor tersebut juga mengatakan bahwa sang istri telah mengungkapkan bahwa dia ingin menyelamatkan pernikahannya dan menjalani kehidupan yang bahagia bersama suaminya. Wanita yang berasal dari desa Kwarsi itu sendiri telah menikah dengan suaminya selama kurang lebih 2 tahun dan telah dikaruniai seorang anak berusia satu tahun.

"Pria itu, selama konseling, berulang kali dan dengan tegas mengatakan kepada kami bahwa dia ingin mengakhiri hubungan dengan wanita itu. Dia juga mengajukan permohonan kepada kami untuk membantunya bercerai dari istrinya karena dia tidak mandi setiap hari," tambahnya.

Suaminya itu mengatakan kepada Women Protection Cell jika pertengkarannya dengan sang istri selalu dimulai usai dirinya meminta istrinya itu untuk mandi. Sang pria sendiri telah dinasehati dan diberi penjelasan bahwa itu adalah masalah kecil dan masih bisa diselesaikan.

Pihak Women Protection Cell kemudian memberikan waktu kepada pria tersebut untuk memikirkan kembali keputusannya. Mengingat perceraian itu pastinya akan berdampak pada sang anak yang masih kecil. Dan karena alasan perceraian tidak termasuk dalam tindakan kekerasan atau kejahatan, maka pihak Women Protection Cell tidak melanjutkan permohonan cerai sang suami dan mencoba menyelesaikan masalah pasangan tersebut dengan memberikan konseling.

(vio/vio)