Pria Ini Diusir Istri dari Ruang Bersalin karena Nangis Terlalu Heboh

Vina Oktiani - wolipop Selasa, 14 Sep 2021 18:03 WIB
Doctor examining belly of expectant mother in hospital room. Thailand. Foto: iStock
Jakarta -

Proses persalinan pastinya akan terasa mendebarkan, khususnya bagi pasangan calon orangtua baru. Tak sedikit istri yang menginginkan dukungan dari sang suami dengan cara menemaninya selama proses persalinan. Namun tidak demikian halnya dengan wanita yang satu ini.

Seperti dikutip dari Mirror, alih-alih meminta sang suami menemaninya, wanita ini justru mengusir suaminya dari ruang bersalin. Bukan tanpa alasan, pasalnya sang istri merasa terganggu dengan kehadiran suaminya. Menurutnya, suaminya itu membuat proses persalinannya jadi semakin terasa menegangkan.

Wanita yang tidak disebutkan namanya itu kemudian membagikan kisahnya ke Reddit. Dia mengatakan bahwa suaminya itu mudah mengalami stress. Sehingga bukannya membuat sang istri semakin santai, kehadiran sang suami justru semakin menyulitkan sang istri.

Suaminya itu mencengkeram tangan sang istri terlalu erat selama kontraksi hingga membuat lengannya jadi mati rasa. Selain itu raut wajah sang suami pun terlihat sangat tegang sehingga membuat istrinya jadi ikut merasa panik.

"Meskipun saya sangat kesakitan, saya melihat wajahnya, itu sangat merah dan ada pembuluh darah yang terlihat di dahinya yang sepertinya akan meledak. Itu tidak membantu sama sekali, bahkan itu membuat frustasi dan mempengaruhi emosi saya menjadi negatif," jelas sang istri.

Tak hanya sampai di situ, sang istri juga mengatakan bahwa setelahnya suaminya itu juga mulai menangis cukup keras. Hal itu yang membuat sang istri merasa semakin panik dan kemudian menyuruh suaminya untuk pergi meninggalkan ruang persalinan.

"Saya berteriak menyuruhnya berhenti beberapa kali dan hasilnya dia justru berteriak balik ke telinga saya. Perawat pun mulai terlibat, saya menyuruhnya (perawat) untuk mengeluarkannya (suami) dari sana. Dia mencoba berdebat dengan saya tetapi tidak diberi kesempatan dan diminta untuk meninggalkan ruangan," tambahnya.

Merasa diusir, suaminya itu pun merasa terpukul karena harus melewatkan momen spesial kelahiran anak pertamanya. Bahkan karena hal itu, sang suami menjadi sangat marah dan menolak untuk mengunjungi atau melihat kembali istri dan anaknya di rumah sakit.

Saat ibu dan bayinya pulang ke rumah pun, suaminya itu masih terus menyalahkan sang istri karena merampas kesempatannya untuk melihat putri mereka ketika lahir. Sang suami juga menuduh sang istri hanya membuat-buat alasan untuk mengusirnya dari ruang persalinan.

(vio/vio)