Liputan Khusus Menikah saaat PPKM

Cerita 3 Pengantin yang Pernikahannya Terdampak PPKM, Stres Hingga Ikhlas

Gresnia Arela Febriani - wolipop Minggu, 22 Agu 2021 19:00 WIB
Niza Sari Pratiwi dan Muhammad Juandi. Foto: Dok. pribadi Niza Sari Pratiwi.
Jakarta -

Mau menikah saat pandemi Corona tapi khawatir terdampak aturan PPKM? Simak pengalaman para pengantin yang harus mengubah rencana mereka karena terdampak aturan pernikahan selama PPKM.

Menurut Kepala KUA Tebet, H. Abdul Azis Kamaluddin, MA. Abdul Azis aturan pernikahan selama PPKM sesuai SE Menteri Dalam Negeri Nomor 34/2021 dan perdirjen Bimas Islam No.P.001 Th. 2021 adalah pasangan yang wilayahnya berada di level 4, dilarang melakukan resepsi pernikahan. Pasangan hanya bisa menikah di KUA. Itupun jumlah orang yang hadir maksimal enam orang. Dan pasangan harus menyerahkan hasil tes swab.

Sedangkan pasangan yang wilayahnya berada di level 3, aturan resepsi pernikahan selama PPKM, jumlah yang hadir maksimal 20 orang. Dan pasangan tidak diizinkan menghadirkan catering prasmanan di lokasi atau makan di tempat.

Aturan pernikahan selama PPKM itu pun membuat Niza Sari Pratiwi dan Muhammad Juandi mengubah rencana pernikahan mereka yang sudah dibuat. Keduanya ikhlas membatalkan acara resepsi yang sudah disusun sebelumnya.

Niza dan Juan melangsungkan acara pernikahan pada Sabtu (14/8/2021), di Masjid Bani Umar, Tangerang Selatan, Banten. "Awalnya kita mau mengudang resepsi 200 orang yang benar-benar close friend dan kolega. Karena PPKM diperpanjang terus, mau nggak mau kita harus batalin resepsi. Jadinya hanya keluarga inti saja datang itu juga maksimal 30 orang," kata Niza kepada Wolipop melalui pesan suara, Sabtu (21/8/2021).

Niza Sari Pratiwi dan Muhammad Juandi.Foto Niza Sari Pratiwi dan Muhammad Juandi. Foto: Dok. pribadi Niza Sari Pratiwi.

Sama seperti Niza, pasangan Chairul Umam R dan Zihan Maulida Nashriyah menceritakan pengalamannya harus mengubah rencana pernikahan akibat terdampak aturan pernikahan selama PPKM. Keduanya baru saja menikah pada 7 Agustus 2021 di Bandung, Jawa Barat.

Pasangan yang menikah di tengah PPKM.Pasangan yang menikah di tengah PPKM. Foto: Dok. pribadi Chairul Umam R.

Saat penentuan tanggal pernikahan mereka, pemerinta masih menetapkan aturan PSBB. Namun satu bulan sebelum hari H pernikahan mereka, pemerintah membuat aturan PPKM darurat. Alhasil uang muka gedung yang sudah dibayarkan hangus karena mereka tidak bisa mengadakan resepsi di gedung sesuai aturan pernikahan selama PPKM.

"Dengan keadaan tersebut tentu saja kami dan juga orangtua kami sangat terpukul dan bingung dengan keadaan tersebut. Kami tidak menyalahkan pihak gedung untuk kejadian itu karena kami pun mencoba mengerti dengan keadaan ini," kata Umam.

Akhirnya kedua orangtua Umam dan Zihan memutuskan untuk mempercepat pernikahan dengan hanya pelaksanaan akad nikah saja. Mereka juga tidak mengundang banyak tamu undangan.

"Meskipun ada vendor yang tidak dapat melaksanakan pada tanggal 7 karena ada jadwal lain. Pada dasarnya kami merasa sedih dan terpukul karena keadaan ini, karena kami dan juga orang tuakami tidak dapat mengundang teman-teman seperti yang kami harapkan," tuturnya.

Tak jauh berbeda dengan Niza dan Umam, pasangan Dine Puspita Sari dan Ariko Pandu Mahendra juga termasuk yang terdampak aturan pernikahan selama PPKM. Sebelumnya mereka sudah merencanakan menggelar pernikahan pada 31 Juli 2021. Dan ketika pemerintah menerapkan kebijakan PPKM, keduanya merasa terkejut dan stres.

Pada saat itu Dine dan Ariko sudah menyiapkan busana untuk bridesmaid. Mereka pun sudah merancang semua rundown dan pembagian tugas dari pihak keluarga untuk acara resepsi. Pada akhirnya keduanya harus ikhlas membatalkan resepsi dan hanya akad nikah saja.

"Apalagi banyak berita di saat resepsi banyak yang dibubarkan oleh pihak pemerintah setempat dan H-1 minggu bude kami meninggal karna COVID-19. Jadi orangtua kami berpikir acara semua diundur saja. Tetapi untuk akad dahulu saja di KUA, akan tetapi karena KUA penuh dan keputusan dari orangtua untuk akad di rumah nenek," kata Dine.

Bagaimana persiapan Dine menggelar pernikahan sesuai aturan PPKM? Wanita 27 tahun itu menuturkan sebelum hari H, orangtuanya meminta izin pada pihak RT dan RW setempat, karena mereka akan mengadakan akad nikah di rumah nenek. Dan dikarenakan dengan izin tidak berkerumun setidaknya 10 orang saja, akhirnya keduanya menyiapkan Zoom dan Live Instagram untuk keluarga dan teman-teman yang mau menyaksikan acara akad tersebut.

Ketika hari pernikahan tiba, perasaannya pun campur aduk antara senang dan sedih. "Senangnya yang penting sudah halal dan berjalan lancar tetapi sedihnya banyak keluarga dan teman yang ingin datang langsung semua harus dibatalkan karena harus dibatasi," lanjutnya.

"Menurut kami peraturan pemerintah sudah jelas tentang pelarangan resepsi ketika PPKM level 4, tetapi masih banyak di luar sana yang tidak mengindahkan peraturan tersebut. Jadinya sangat disayangkan. Walaupun ada perasaan kok mereka bisa ya, kok mereka berani ya, kok kita kaya gini ya jadinya, tetapi kembali pada individu masing-masing dan demi keamanan bersama," tutup Dine.

(gaf/eny)