Liputan Khusus Menikah saaat PPKM

Cerita Pengantin yang Pernikahannya Terdampak PPKM, Rela Uang Gedung Hangus

Gresnia Arela Febriani - wolipop Minggu, 22 Agu 2021 17:30 WIB
Pasangan yang menikah di tengah PPKM. Foto: Dok. pribadi Chairul Umam R.
Bandung -

Menikah saat pandemi Corona membuat pasangan harus banyak melakukan perubahan pada rencana yang sudah disusun sebelumnya. Apalagi ketika rencana pernikahan terdampak peraturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Bagaimana cerita pengantin yang pernikahannya terdampak PPKM?

Chairul Umam R dan Zihan Maulida Nashriyah termasuk salah satu pengantin yang rencana pernikahan mereka terdampak PPKM. Umam dan Zihan menikah pada 14 Agustus 2021 setelah pacaran selama tiga tahun.

Keduanya memutuskan menikah sejak 2020 dan mulai membuat rencana. Mereka pun menentukan tanggal pernikahan pada 14 Agustus 2021. Saat penentuan tanggal itu situasi di Tanah Air dalam kondisi masih PSBB.

Namun satu bulan sebelum hari-H pernikahan, tepatnya saat pertengahan Juli 2021, keluar peraturan PPKM. Pada masa PPKM darurat tersebut, pemerintah mengeluarkan peraturan, pasangan yang menikah di wilayah level 4 dilarang menggelar resepsi. Alhasil gedung yang telah dipesan untuk resepsi harus dibatalkan dan uang muka yang sudah dibayarkan pun hangus.

Pasangan yang menikah di tengah PPKM.Foto Umam dan Zihan yang menikah di tengah PPKM. Foto: Dok. pribadi Chairul Umam R.

"Dengan keadaan tersebut tentu saja kami dan juga orangtua kami sangat terpukul dan bingung dengan keadaan tersebut. Kami tidak menyalahkan pihak gedung untuk kejadian itu karena kami pun mencoba mengerti dengan keadaan ini," kata Umam kepada Wolipop, Kamis (19/8/2021).

Akhirnya kedua orangtua Umam dan Zihan memutuskan untuk mempercepat pernikahan dengan hanya pelaksanaan akad nikah saja. Pernikahan itu juga digelar dengan tidak mengundang banyak tamu undangan.

"Hanya pihak keluarga dan kerabat terdekat saja yang pelaksanaannya pada tanggal 7 Agustus 2021. Orangtua kami memutuskan hal itu karena khawatir ke depannya akan lebih sulit keadaannya," tambahnya.

Keputusan itu dibuat Umam dibantu oleh pihak wedding organizer untuk mengonfirmasi ke setiap vendor yang telah dipesan untuk tanggal 14 Agustus. Pihak WO berusaha memastikan bahwa setiap vendor bisa untuk pernikahannya pada 7 Agustus 2021.

Pasangan yang menikah di tengah PPKM.Foto Umam dan Zihan yang menikah di tengah PPKM. Foto: Dok. pribadi Chairul Umam R.

"Meskipun ada vendor yang tidak dapat melaksanakan pada tanggal 7 karena ada jadwal lain. Pada dasarnya kami merasa sedih dan terpukul karena keadaan ini, karena kami dan juga orangtua kami tidak dapat mengundang teman-teman seperti yang kami harapkan," tuturnya.

"Dan juga banyak prosedur yang kami rasa sangat memberatkan. Namun hikmah dari kejadian semua ini kami dapat mempercepat pernikahan," lanjut Umam.

Pria yang berprofesi sebagai pengajar ini mengaku banyak hal yang memang sangat dirugikan akan keadaan ini. Meski demikian menurutnya bagi pasangan yang ingin menikah selama PPKM, sebaiknya tetap melaksanakan sesuai dengan jadwal. "Karena ditunda pun tidak akan tahu sampai kapan PPKM ini dan juga pandemi ini berakhir," pungkasnya.

(gaf/eny)