Liputan Khusus Batal Nikah karena Corona

Kisah Batal Nikah Saat Sudah Sebar Undangan, Calon Suami & Keluarga Corona

Gresnia Arela Febriani - wolipop Senin, 12 Jul 2021 11:41 WIB
Batal nikah, Foto pasangan Widya Chandra dan Herman. Foto Herman dan Widya. Foto: Dok. pribadi Widya.
Tangerang -

Pasangan Widya Chandra dan Herman sudah menjalin hubungan sejak 2018. Dan keduanya memutuskan untuk mengikat janji suci pada 21 Juni 2020. Namun saat rencana tersebut sudah di depan mata, pandemi melanda hingga membuat pernikahan mereka batal digelar.

Widya dan Herman melakukan persiapan pernikahan sejak pertengahan 2019. Mulai dari mencari lokasi pernikahan, busana pengantin dan vendor lainnya. Keduanya sepakat untuk mengusung konsep internasional dan adat Tionghoa.

"Akhirnya dapatlah venue yang cocok yaitu di menara BTN. Dengan mengundang 400 tamu. Perlu diketahui bahwa rencana kita ini memang sebelum pandemi ya jadi kita rasa fine aja mengundang banyak tamu," kata Widya, Rabu (7/7/2021).

Setelah mempersiapkan acara pernikahannya, tiba-tiba merebak virus Corona di seluruh dunia pada awal 2020. Akhirnya Widya dan Herman memutuskan untuk menunda pernikahan sampai 17 Oktober 2020.

"Nah ternyata pas sampai tanggal itu pandeminya juga belum usai. Nah dari venue kita nawarinnya hanya dengan drive thru wedding, yaitu tamu datang lalu memberi ucapan selamat. Dan lalu foto dan pulang membawa makanan yang sudah dibungkus. Kami kurang sreg dengan konsep seperti itu," tuturnya panjang lebar.

Wanita 27 tahun itu kemudian memilih menunda pernikahan lagi hingga tanggal 19 Juni 2021. Dia ingin bisa menggelar acara pernikahan dengan konsep prasmanan.

Batal nikah, Foto pasangan Widya Chandra dan Herman.Foto pasangan Widya Chandra dan Herman. Foto: Dok. pribadi Widya.

Calon Suami Positif Corona, Undangan Sudah Disebar

Sembari menunggu hari pernikahan pada 2021, Widya dan Chandra fokus mempersiapkan acara pernikahan dan mengatur sangjit atau prosesi seserahan sekaligus pertunangan. Selain itu mereka juga tetap berkoordinasi dengan semua vendor yang terlibat. Namun saat hari-H pernikahan sudah di depan mata, hal yang tidak diduga terjadi.

"Sampai H-14 semua lancar-lancar saja nih sampai semua undangan sudah tersebar. Lalu saya dikejutkan dengan kabar bahwa Herman positif COVID-19 tanggal 12 Juni 2021 yaitu h-7 pernikahan kami," ucapnya lemas.

Herman mengalami gejala demam, pusing, batuk kering, dan hilang indera penciuman. Lagi-lagi keduanya terpaksa membatalkan acara pernikahannya yang sudah diimpikan.

Wanita yang tinggal di Tangerang itu pun merasa stres dan bingung. Pasalnya persiapan pernikahan sudah 95% dan undangan pun telah disebar..

"Saya hanya bisa berdoa dan pasrah bahwa masih ada mukjizat supaya pacar saya sembuh sebelum hari H. Tapi ternyata Tuhan malah berkehendak lain, orang serumahnya yaitu mama dan keponakanya terpapar COVID-19," imbuhnya pasrah.

Batal nikah, Foto pasangan Widya Chandra dan Herman.Batal nikah, Foto pasangan Widya Chandra dan Herman. Foto: Dok. pribadi Widya.

Akhirnya dengan berat hati keduanya mengumumkan kepada semua tamu dan vendor bahwa pernikahannya pada 19 Juni 2021 dibatalkan. Pasalnya Herman dan keluarga positif COVID-19.

"Seluruh vendor dan tamu-tamu kami memakluminya dan memberi support. Tidak hanya itu ternyata cobaan kami bertambah lagi yaitu ibu Herman harus masuk ke IGD RS Tarakan karena gejala semakin memburuk pada tanggal 17 Juni 2021," kenang Widya.

Kondisi calon ibu mertuanya semakin menurun dan kritis. Sang calon ibu mertua kemudian dinyatakan meninggal pada 19 Juni 21, hari yang seharusnya menjadi momen pernikahan Widya dan Herman.

"Sungguh sedihnya saya dan pacar saya, menghadapi cobaan ini sungguh berat. Terlebih pacar saya juga tidak bisa ikut mengkremasi ibunya karena harus dikarantina di Wisma Atlet," ujar Widya.

Anak bungsu dari dua orang bersaudara ini pun mencoba untuk sabar dalam menghadapi ujian. "Kami percaya bahwa ada rencana Tuhan yang baik dalam setiap peristiwa. Dan kami mungkin dalam waktu dekat akan merencanakan lagi tanggal pernikahan kami karena sudah tertunda cukup lama."

Bagi kamu yang ingin menikah di tengah pandemi, Widya memberikan pesan agar tidak membayar gedung terlebih dahulu. Buatlah acara resepsi yang sederhana dengan mengundang keluarga besar. Dan mengadakan acara pemberkatan atau akad nikah saja.

"Situasi sedang tidak menentu harus bersabar dan banyak berdoa supaya hari H pernikahan lancar. Demikian lah kisah saya semoga dapat diambil sisi positifnya. Stay safe dan stay health untuk semuanya," tutup Widya dengan ramah.

(gaf/eny)