Viral Pesta Pernikahan Tanpa Makanan karena Ditipu, Ini Tips Pilih Catering

Gresnia Arela Febriani - wolipop Selasa, 06 Apr 2021 06:00 WIB
Viral di TikTok, vendor catering menghilang saat hari pernikahan tiba Foto: Dok. Tangkap layar akun TikTok @luthfiazhars.
Jakarta -

Warganet dihebohkan dengan video vendor catering menghilang saat hari pernikahan tiba. Makanan gubukan hingga sajian hidangan prasmanan terlihat kosong padahal tamu undangan sudah berdatangan.

Kisah pernikahan tanpa catering itu viral berawal dari akun TikTok @luthfiazhars yang membagikan momen pernikahan sepupunya. Ia merasa geram karena vendor catering pernikahan tersebut malah lari dari tanggung jawab.

"Ketika momen bahagia berubah menjadi sedih. Hari H nikah teryata ditipu catering. Keluarga sibuk semua cari solusi, akhirnya dapat nasi box di resto sekitar lokasi tapi gak bisa full cover karena waktu. Ini pelakunya, pelaku atasnama Ekarisma Catering. Ada yang kenal sama pelakunya? Atas nama ekarisma.catering," tulis akun TikTok @luthfiazhars (4/4/2021).

Padavideo berikutnya, dia membagikan foto yang disebutnya sebagai pelaku penipuan catering. Foto yang diperlihatkannya merupakan pasangan suami istri. "Pelaku catering bodong. Suami istri, Cecep Yohan Sanjaya dan Risma Ekayanti. Hati-hati yang mau nikah. Orangnya masih dalam pencarian," tulisnya.

Dikutip lewat Instagram Story Lutfi @luthfiazhars, pihak catering yang fotonya tersebar itu sudah menghubungi pihak pengantin. Mereka mengaku beritikad baik untuk bertemu langsung dengan Lutfi dan keluarganya.

Tips Pilih Vendor Catering

Belajar dari pengalaman tersebut, Wolipop pernah berbincang dengan salah satu Wedding Organizer ternama di Jakarta, Aku Wedding untuk mengetahui bagaimana cara memilih vendor atau wedding organizer agar pengantin tidak tertipu. Artha Mohammad Soeharto, Chief Marketing Officer dari wedding organizer Aku Wedding memberikan tips agar kamu tidak tertipu oleh WO atau vendor pernikahan seperti vendor catering:

1. Media sosial

Media sosial kini menjadi acuan untuk melihat track record atau hasil karya WO atau vendor pernikahan. Telusuri testimoni dari klien yang sudah pernah menggunakan jasanya.

"Kita sebagai WO harus bisa memberikan saran dan juga pertama memilihkan vendor untuk melihat dulu track recordnya, social medianya Instagramnya, Websitenya, disitu saja sudah terlihat apakah dia vendor abal-abal atau tidak? Soal event-event yang sudah dia tangani," ucap pria berusia 29 tahun itu.

2. Double Check

Artha yang pernah menangani pernikahan Ayudia Bing Slamet menyarankan pada calon pengantin untuk selaku double chroscheck WO dan vendor pilihan mereka. Hal itu karena ada vendor abal-abal yang mengambil foto dari pekerjaan orang lain (mencuri foto). Ada juga vendor yang nakal yang dengan mudahnya berganti nama.

"Waktu itu kita pernah denger di grup Hastana, vendor dekor di hari H menghilang. Dan juga malam hari sebelum hari H kalau mereka gulung tikar, dan tidak bisa lanjut lagi. Mau nggak mau kan hukum kita kalau sudah gulung tikar itu kita udah nggak bisa ngapa-ngapain cuma nanti vendor itu muncul lagi dengan nama yang lain," jelasnya.

3. Jangan Tergiur Harga Murah

Artha menambahkan pihak wedding organizer berusaha mengedukasi para calon pengantin untuk tidak hanya melihat dari harganya saja, Kamu pun harus melihat track record vendor atau WO pilihan.

"Karena banyak calon pengantin melihat harga murah langsung pada DP. Karena memang itu kan cara marketingnya mereka. Kita arahin dulu jangan asal pilih dan jangan buru-buru. Karena memang kita selalu menyampaikan kalau misalkan vendor itu sudah sama-sama yakin dan tidak dikejar-kejar. Kalau memang dia butuh, karena vendor butuh klien," ujar Artha.

4. Perhatikan Komunikasi

Tips agar tak tertipun vendor catering atau vendor lainnya, Artha mengatakan kamu sebaiknya perhatikan komunikasi vendor tersebut dengan dirimu dan pihak WO.

"Biasanya terlihat gerak geriknya, dari awal pertemuan sampai nanti technical meeting, monitor hari H, dari loading itu bisa kepantau dari awal, istilahnya membantu kita mempersiapkan pencegahan dan solusi untuk penyakit di vendor abal-abal," tutupnya.

(gaf/eny)