Pria Dorong Istri Hamil dari Tebing Usai Foto Romantis Demi Uang Asuransi

Vina Oktiani - wolipop Kamis, 18 Feb 2021 19:00 WIB
People problems, poverty. Foto: Getty Images/iStockphoto/kieferpix
Jakarta -

Seorang pria asal Turki nekat mendorong istrinya yang tengah hamil dari tebing setinggi 304 meter. Bukan tanpa alasan, hal itu dilakukannya hanya demi memperoleh uang asuransi. Padahal sebelumnya dirinya dan sang istri sempat berfoto romantis bersama di atas tebing tersebut.

Seperti dikutip dari Daily Mail, pria bernama Hakan Aysal itu ditahan atas tuduhan telah membunuh istrinya sendiri, Semra Aysal, 32 tahun, dan bayi mereka yang belum lahir. Kejadian tersebut terjadi ketika keduanya tengah berlibur di Butterfly Valley, Mugla, Turki pada Juni 2018.

Kala itu sang pria yang berusia 40 tahun itu mendorong istrinya yang tengah hamil tujuh bulan. Kejadian tersebut mengakibatkan istri dan bayi di dalam kandungannya langsung meninggal.

Pihak pengadilan mengatakan bahwa kecelakaan itu merupakan pembunuhan yang dilakukan secara sengaja oleh Aysal demi bisa menguangkan asuransi yang dibuatnya sesaat sebelum kematian Semra. Dalam dakwaan itu disebutkan bahwa Aysal telah merencanakan pembunuhan tersebut dengan terlebih dahulu membuat asuransi kecelakaan diri atas nama sang istri dan menjadikan nama Aysal sebagai satu-satunya penerima asuransi.

Jaksa penuntut juga mengatakan bahwa satu-satunya alasan keduanya duduk di atas tebing selama tiga jam adalah untuk memastikan bahwa tidak ada orang di sekitarnya. Setelah menyadari tak ada orang lain, Aysal diduga dengan sengaja langsung mendorong sang istri hingga terjatuh dari tebing.

Tak lama setelah kejadian tersebut Aysal juga langsung mengklaim pembayaran asuransi istrinya itu. Namun permintaannya itu ditolak setelah berita penyelidikan terungkap.

Aysal sendiri membantah bertanggung jawab atas kematian sang istri. Dia mengatakan bahwa asuransi itu memang dibuatnya karena dirinya sudah menyukai olahraga ekstrim sejak tahun 2014. Dia juga mengaku tidak terlalu memeriksa kebijakan pihak asuransi yang menjadikannya sebagai satu-satunya orang penerima kompensasi.

'Saya tidak banyak memeriksa kebijakan tersebut. Bankir mengatur dokumennya. Saya hanya membawanya ke istri saya untuk ditandatangani. Saya tidak tahu bahwa ada artikel seperti itu," jelas Aysal.

Saat kejadian tersebut Aysal mengaku sedang mengambilkan telepon sang istri di tasnya, sehingga dia tidak terlalu memperhatikan jika istrinya itu terjatuh dari tebing. Setelahnya Aysal baru mendengar teriakan sang istri. Dan ketika dirinya kembali, sang istri sudah menghilang. Hingga kini penyelidikan masih terus dilakukan.

(vio/vio)