KPAI Laporkan Aisha Weddings ke Polisi karena Promo Pernikahan Usia 12 Tahun

Gresnia Arela Febriani - wolipop Rabu, 10 Feb 2021 14:07 WIB
Aisha Weddings dikecam Foto: Dok. Facebook
Jakarta -

Penyelenggara acara pernikahan atau wedding organizer Aisha Weddings jadi atensi warganet karena aksi kontroversial mereka. Penyelenggara pernikahan ini mempromosikan pernikahan usia dini mulai dari 12 tahun.

Dalam situsnya, Aisha Wedding menjelaskan wanita muslim bisa menikah pada usia 12-21 tahun. "Semua wanita muslim ingin bertaqwa dan taat kepada Allah SWT dan suaminya. Untuk berkenan di mata Allah dan suami, Anda harus menikah pada usia 12-21 tahun dan tidak lebih," tulis Aisha Weddings, Rabu (10/2/2021).

Aisha WeddingsAisha Weddings dikecam. Foto: Istimewa.

"Jangan tunda pernikahan karena keinginan egoismu, tugasmu sebagai gadis adalah melayani kebutuhan suamimu. Anda harus bergantung pada seorang pria sedini mungkin untuk keluarga yang stabil dan bahagia. Jangan menjadi beban bagi orang tua Anda, temukan pria lebih awal," lanjut situs tersebut.

Dalam ajakannya, Aisha Weddings juga menyematkan ajaran-ajarana agama Islam yang terkait pernikahan. Mereka pun menganjurkan agar pria dan wanita tidak berpacaran, karena akan membuka pintu perzinaan.

Atas aksi Aisha Weddings tersebut, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) langsung bergerak. Menurut Rita Pranawati, MA, Wakil Ketua KPAI, pihaknya sudah melaporkan Aisha Weddings ke polisi.

Aisha WeddingsAisha Weddings dikecam. Foto: Dok. Facebook.

"Terkait ini KPAI sudah melaporkan dugaan pelanggaran hak anak. Terutama UUD perlindungan anak, UUD perkawinan dan UUD BTPTO semuanya ada di situ. Karena menyebutkan perkawinan anak usia 12-21 tahun. Dan itu juga melanggar undang-undang," kata Rita saat dihubungi Wolipop, Rabu (10/2/2021).

Ia mengatakan karena pihak KPAI mempedulikan kasus viral Aisha Weddings ini karena menyangkut anak di bawah umur. Oleh karena itulah KPAI membuat laporan ke pihak kepolisian.

"Kita concern dan menegakkan atura perundangan. Maka kemudian kita juga melaporkan ini ke pihak kepolisian. Laporan ini didasarkan tugas dan fungsi KPAI yang dapat melaporkan dugaan pelanggaran hak anak kepada pihak berwajib," tutupnya.

Dalam berbagai unggahannya di Facebook, Aisha Weddings bukan hanya mempromosikan pernikahan dini. Wedding organizer itu juga diketahui kerap mempromosikan poligami dan pernikahan siri. Wedding organizer ini diketahui berada di Kendari, Sulawesi Tenggara. Hal itu terlihat dalam unggahannya menampilkan foto banner Aisha Weddings yang diletakkan di bawah banner dari Satgas COVID-19 Kota Kendari.

(gaf/eny)