Kisah Wanita Menikah Tanpa Restu Ortu, Berakhir Jadi Istri ke-2

Sahabat HaiBunda - wolipop Sabtu, 02 Jan 2021 17:00 WIB
Couple fighting at home. Man and woman are both looking angry and sad, sitting on a sofa in a luxury home. Young couple Foto: iStock
Jakarta -

Wanita ini berbagi kisah sedihnya menikah tanpa restu dari orangtua. Dinikahi sang suami secara siri, dia baru mengetahui fakta mengejutkan setelah memiliki seorang anak.

Bunda Resi dari Jakarta berbagi kisah sedih pernikahannya kepada HaiBunda.com. Berikut kisah selengkapnya:

Ayah dan ibuku tinggal di kampung halaman. Aku merantau sendirian ke Jakarta untuk cari kerja. Tak ada sanak saudara, aku ngekos dan berpindah-pindah kontrakan.
Aku bekerja dengan gaji seadanya, yang penting bisa membawa oleh-oleh saat menengok orangtua di kampung. Hingga suatu hari, aku berkenalan dengan seorang pria yang kini jadi suamiku.

Dia bekerja di salah satu kantor kecamatan di Jakarta, tapi bukan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Yaaa, bisa dibilang pegawai honorer. Hubungan kami semakin dekat dan kami memutuskan berpacaran.

Tapi, sejak berpacaran denganku, dia tak giat bekerja lagi. Dia malah lebih sering mengantar dan menjemputku, sampai lupa dengan pekerjaannya sendiri. Sampai akhirnya, dia dipecat karena sering bolos kerja.

Singkat cerita, dia bekerja lagi dan penghasilannya sudah lebih stabil. Dia lalu mengajakku nikah, tapi rasanya ku belum siap. Aku juga bingung bagaimana minta izin ke orangtua di kampung.

Jujur, waktu itu aku sempat ragu. Sepertinya, orangtuaku nggak bakal merestui aku menikah di Jakarta. Hmmm, entah apa yang ada dalam pikiranku saat itu, aku akhirnya menikah secara siri meski tanpa restu orangtua.

Sampai hari ini, orangtuaku tak tahu kalau aku sudah menikah dan punya anak. Mereka tak tahu, aku sudah memberi seorang cucu laki-laki. Karena itulah, setiap pulang kampung, aku selalu sendiri tanpa ditemani suami dan anakku.

Sejak ku merantau ke Jakarta, ayah ibuku memang tak pernah menjenguk. Ini juga yang membuatku nekat menikah tanpa memberi tahu mereka. Kadang, sedih juga kalau melihat mereka yang menganggapku masih gadis.

Waktu itu, aku tak pernah berpikir macam-macam, kenapa suamiku mengajak nikah siri. Ini juga yang jadi ketakutanku meminta restu orang tua di kampung.

Pikirku, saat ada rezeki nanti, kami bisa menikah resmi di KUA dan mengadakan pesta walau seadanya. Tapi sampai punya satu anak, resepsi itu tak pernah ada.

Tak ku sangka, aku malah menerima kenyataan mengejutkan.

KLIK DI SINI untuk membaca kelanjutan kisah Bunda Resi.

(eny/eny)