Kisah di Balik Wanita Foto Prewed Sendirian, Calon Suami Kabur Tanpa Alasan

Rahmi Anjani - wolipop Jumat, 04 Des 2020 08:31 WIB
Syahindah Ishak Foto: lightviewsg/FB
Jakarta -

Seorang wanita bernama Syahindah Ishak melakukan sesi foto prewedding beberapa waktu lalu. Anehnya wanita itu hanya sendirian, tak tampak sang calon mempelai pria. Ternyata tunangannya memang tidak bisa hadir baik dalam saat foto maupun di hari pernikahan. Yang membuatnya sedih, pria itu menghilang tanpa alasan tiga minggu sebelum tanggal menikah.

Hati wanita mana yang tidak sakit jika ditinggal pria yang disayanginya, apalagi tanpa kabar atau alasan. Syahindah asal Singapura pun mengaku sakit hati ketika diputus sepihak oleh calon suaminya padahal akan menikah beberapa minggu lain. Untuk mengobati rasa sakit itu ia memutuskan untuk tetap melakukan sesi pemotretan meski hanya sendirian.

Syahindah IshakSyahindah Ishak Foto: lightviewsg/FB

Dilansir Mothership, Syahindah bertemu dengan mantan tunangan suatu hari. Mengejutkan, pria itu mengaku ingin memutuskan hubungan mereka tanpa alasan lalu langsung pergi. Setelahnya, pria tersebut tidak bisa dihubungi dan Syahindah diblokir olehnya bahkan keluarganya.

"Tentu ada momen-momen yang aku sangat ratapi karena mantan tunanganku adalah duda. Dia punya dua anak kecil dan aku sudah dekat dengan mereka. Aku menantikan hidup baru sebagai istri dan ibu tiri. Walaupun hubungan itu sudah berakhir, aku merasa aku kehilangan hidup yang seharusnya aku bisa bangun," ujarnya.

Syahindah IshakSyahindah Ishak Foto: lightviewsg/FB

Syahindah pun menceritakan pertemuannya dengan pria itu. Mereka ternyata berkenalan lewat aplikasi kencan khusus untuk para muslim yang ingin mencari pasangan serius. Setelah tiga kali kencan, pria tersebut melamarnya. Syahindah sendiri merasa nyaman dan terkena dengan mantannya. Sayangnya ia malah menghilang dan meninggalkan acara pernikahan yang sudah disiapkan.

"Aku pikir situasi COVID-19 mempengaruhinya. Pekerjaannya terkena imbas dan secara finansial dia bergantung padaku untuk banyak hal. Tapi waktu itu kami bisa mengatasinya dan karena itu, aku pikir kami bisa mengatasi apapun," kata Syahindah.

Syahindah IshakSyahindah Ishak Foto: lightviewsg/FB

Untungnya Syahindah memang berencana untuk mengadakan pesta pernikahan sederhana jadi tidak sulit mengurus pembatalannya. Ia mengaku jika restoran dan dekorasi bersikap empati dan bersedia untuk me-refund. Sayangnya souvenir yang sudah jadi tidak dapat dikembalikan dan menumpuk di rumah Syahindah hingga membuatnya sedih setiap kali melihat.

Wanita itu pun memutuskan untuk tetap menjalani foto prewedding. Ia mengaku terinspirasi dari para wanita yang melakukan hal serupa. Meski dirasakan sulit karena membuatnya emosional, Syahindah mengaku hanya ingin menginspirasi wanita lain. "Kadang cerita sukses tidak berakhir dengan 'couple goals'. Kadang itu tentang melewati sakit hati dan mengetahui apa yang kamu ingin lakukan dan belajar dari itu," ungkapnya.

(ami/ami)