Liputan Khusus Menikah Siri

Cerita Wanita yang Memilih Nikah Siri Demi Menghindari Fitnah

Gresnia Arela Febriani - wolipop Sabtu, 14 Nov 2020 21:00 WIB
Ilustrasi nikah siri Ilustrasi menikah siri. Foto: Istock
Jakarta -

Menikah secara resmi yang diakui negara ternyata tak selalu menjadi pilihan pasangan pengantin. Ada pasangan yang memilih menikah siri dulu sebelum menikah resmi.

Seperti kisah Dewi dan pasangannya yang terlebih dahulu menjalani nikah siri sebelum menjadi suami istri yang tercatat oleh negara. Dewi pun berbagi cerita pernikahan sirinya yang digelar pada 25 Desember 2010.

"Penikahan siri waktu itu dilaksanakan saat pertemuan keluarga (lamaran) tanggal 25 Desember 2010. Tempatnya di rumah orangtua saya," ujar Dewi saat dihubungi Wolipop, Jumat (13/11/2020).

Sebelum menikah siri dengan pasangannya, Amri, Dewi mengaku sudah mengetahui definis nikah siri. Yang dia ketahui istilah nikah siri populer dengan nama menikah di bawah tangan.

"Jadi syarat dan rukun pernikahannya sesuai dengan ajaran agama, hanya saja tidak dilakukan pencatatan secara resmi dalam administrasi pernikahan," ungkap wanita 32 tahun itu.

Dewi dan Amri adalah tetangga yang bertemu jodoh. Jadi otomatis kedua keluarga mereka sudah saling mengenal. Dan pada saat pertemuan keluarga itu, salah seorang tokoh agama yang juga paman Dewi menyarankan untuk menikahkan mereka saja. Saran tersebut disambut baik kedua keluarga. Akhirnya ayah Dewi pun menjadi wali nikah dan menikahkankan putrinya dengan Amri.

"Alasan saya yakin memutuskan untuk menikah siri, karena saya tau arah dan tujuannya memang untuk menikah. Apalagi saat itu kami tidak ada hubungan pendekatan secara khusus (pacaran). Jadi saya yakin, Bismillah.. atas ridho orang tua saya siap untuk melanjutkan hubungan ini ke jenjang pernikahan," jelasnya.

Dewi menambahkan, pernikahan siri juga bisa membuatnya dan sang suami terhindar dari fitnah jika pergi bersama. "Dari pengalaman saya nikah siri ini untuk menghalalkan jika saya pergi keluar bersama suami. Karena selama dikenalkan saya tidak ada proses pacaran. Kalau resmi butuh proses. Dan proses menuju pernikahan resmi kami Desember 2010 - Februari 2011. Jadi selama proses persiapan itu, kami berdua mengurus segala keperluannya untuk acara resepsi, tidak masalah kalau kita harus keluar rumah berdua saja, karena sudah halal dan menghindari fitnah," paparnya panjang lebar.

Setelah menikah siri pada 25 Desember 2010, Dewi dan Amri melakukan akad nikah secara resmi atau dicatat di KUA pada 11 Februari 2011. Keduanya pun menggelar resepsi pernikahan keesokan harinya, 12 Februari 2011.

Pada saat itu, keduanya tidak tinggal serumah meski sudah menikah siri. Mereka sepakat untuk menjalani kehidupan seperti sebelum menikah hingga hari-H pernikahan resmi (dicatat di KUA).

Dewi menyebutkan tidak ada biaya khusus untuk nikah siri, karena pelakaanaannya dilakukan saat pertemuan keluarga yang awalnya dibuat untuk acara lamaran. Jadi biaya yang dikeluarkannya sebenarnya adalah biaya untuk tunangan atau lamaran pada umumnya.

"Alhamdulillah suasana saat nikah siri dihadiri dan disaksikan oleh keluarga kedua belah pihak. Suasananya sederhana dan kekeluargaan," tambahnya.

Dewi menegaskan sejak awal dirinya dan Amri ingin menikah secara resmi atau dicatat di KUA. Menurutnya, pernikahan sirinya dengan Amri hanyalah bagian dari perjalanan pernikahan mereka demi terhindar dari fitnah.

"Dari awal tujuan kami untuk menikah secara resmi, bukan menikah secara siri. Dengan kata lain, pengalaman nikah siri saya ini bisa dibilang pacaran yang halal. Alhamdulillah pernikahan kami saat ini menuju usia 10 tahun. Dan Alhamdulillah sudah dikaruniai dua anak," tutup Dewi.



Simak Video "Kupas Tuntas Fashion Seo Dal Mi, Pemeran Drakor Start Up"
[Gambas:Video 20detik]
(gaf/eny)