Liputan Khusus Menikah Siri

Kisah Pria yang Menikah Siri, Ingin Hubungan Halal Tapi Belum Resmi Cerai

Gresnia Arela Febriani - wolipop Sabtu, 14 Nov 2020 17:11 WIB
A newlywed couple. Cerita nikah siri. Foto: Istock
Jakarta -

Tak sedikit pasangan memilih nikah siri. Beragam alasan pun muncul, mulai dari masalah ekonomi, restu dan masalah pelik dalam hubungan pasangan tersebut.

Seperti cerita pria bernama Rafli. Dia memilih untuk nikah siri dengan pasangannya setelah pernikahan pertamanya kandas. Dia menikah lagi secara siri sembari menunggu akta perceraiannya keluar dari pengadilan.

"Saya sudah sidang akhir, tinggal ambil akta cerai. Proses persidangan Juli 2020 kemarin. Saya sudah menjalin hubungan dengan seorang wanita, agar lebih mengikat dan biar melakukan segala sesuatunya lebih halal, kami memutuskan untuk nikah siri," ungkap Rafli ketika dihubungi Wolipop, Rabu (11/11/2020).

Rafli menegaskan jika ia dan pasangannya, Dita, belum bisa mengekspos tentang hubungan keduanya hingga urusan perceraiannya tuntas. Pada dasarnya kata Rafli, dia dan mantan istrinya sudah resmi bercerai, tinggal menunggu akta perceraian saja.

Mengenai pernikahan pertamanya yang berakhir dengan perceraian, Rafli mengatakan dia dan mantan istrinya menikah pada 2015. Pada 2018, mereka mulai mengalami perselisihan.

Hands of wife, husband signing decree of divorce, dissolution, canceling marriage, legal separation documents, filing divorce papers or premarital agreement prepared by lawyer. Wedding ring.Ilustrasi pasangan menikah siri. Foto: Istock

"Mulai ada perselisihan pada 2018, karena istri jarang memberikan kewajiban utamanya sebagai seorang istri (berhubungan intim)," lanjut pria 34 tahun itu.

Ketika permasalahan rumah tangga belum selesai, muncul lagi masalah menyangkut kedua orangtuanya. Hal itu lah yang menjadi inti masalahnya sedari dulu dalam hubungan pernikahannya.

"Saat ini saya dan mantan istri saya nggak ada komunikasi dari tiga tahun yang lalu dan seperluanya aja," tuturnya singkat.

Saat pernikahannya retak ini, Rafli mengenal Dita yang berstatus janda. Tidak ingin menjalani hubungan yang tidak halal, dia pun memilih menikahi Dita secara siri terlebih dahulu.

"Nikah siri itu kan biar melakukan segala sesuatunya lebih halal. Intinya sih mengikat si perempuan sih ya, jadi biar sudah ada status dan biar jelas aja. Ya belum bisa terekspos dulu aja sih, jadinya diam-diam," tambahnya.

Syarat Menikah Siri

Menikah siri adalah saat wali nikah pihak wanita dan pihak pria melakukan ijab kabul dengan dua orang saksi namun pernikahan ini tidak dicatatkan atau dilaporkan ke KUA (Kantor Urusan Agama). Untuk melakukan pernikahan siri, persyaratannya tidak serumit menikah resmi di KUA.

Rafli yang melakukan pernikahan siri mengatakan dia hanya menyiapkan uang sekitar Rp 2 juta. Selain itu oleh pihak pria yang mengaku sebagai penghulu, dia diminta menyiapkan fotokopi KTP, foto dirinya dan calon istrinya ukuran 2x3 dengan latar belakang merah, serta satu lembar materai Rp 6.000.

Saat melaksanakan pernikahan siri, Rafli dan Dita melakukan janji bertemu dengan pihak penghulu, ustaz dan saksi di lokasi yang sudah disepakati. Durasi proses menikah siri itu hanya sekitar satu jam.

"Saksi sudah disiapkan dari sana dua orang dan penghulu. Durasinya sekitar satu jam. Setelah melaksanakan nikah siri akan mendapatkan bukti sertifikat nikah siri," ujar Rafli.

Kini setelah menikah secara siri, Rafli dan Dita masih belum tinggal satu rumah. Dia pun berharap akta perceraiannya dengan mantan istrinya bisa segera keluar sehingga dia dapat mendaftarkan pernikahannya dengan Dita secara resmi ke KUA.



Simak Video "Tukul Arwana Bantah Sudah Menikah Siri dengan Meggy Diaz"
[Gambas:Video 20detik]
(eny/eny)