Viral Kisah Istri Akhiri Perlingkuhan Suami dengan Cara Cerdas Bak Detektif

Gresnia Arela Febriani - wolipop Kamis, 12 Nov 2020 06:00 WIB
Disloyal boyfriend caught by his angry girlfriend dating with another girl in a restaurant Ilustrasi wanita yang mengetahui suaminya selingkuh. Foto: Istock.
Jakarta -

Mengetahui pasangan kamu selingkuh merupakan cobaan terberat dalam hidup. Kamu pasti akan merasa terpukul dan merasa dikhianati. Berbagai cara pun dilakukan untuk membongkar dan mengakhiri perselingkuhan tersebut.

Seperti yang sedang viral di Facebook, wanita dengan akun Maria Nik di grup New KBM (Komunitas Bisa Menulis) mengungkapkan bagaimana dia menelusuri sosok selingkuhan suaminya hingga mengakhiri perselingkuhan tersebut. Maria berbagi trik 'cerdas' mengakhiri perselingkuhan tanpa dia harus melabrak pelakor atau selingkuhan suaminya secara langsung.

"Cara Mengakhiri Perselingkuhan. Aku seorang istri yang pernah diselingkuhi suami. Setelah ketahuan, suami minta ampun berkali-kali dan berjanji nggak akan mengulangi perbuatannya. Selingkuhannya itu janda satu anak. Pernah juga kuhubungi wewe itu, eh, ngotot sok manis-manis dia bilang dia nggak ada hubungan, aku cuma salah sangka katanya. Tapi apakah segampang itu aku percaya keduanya? Tidaklah sayangku!" tulis Maria Nik (9/11/2020) di Facebook New KBM. Unggahan Maria ini hingga kini sudah disebarkan ulang lebih dari 780 kali dan disukai lebih dari 10 ribu pengguna Facebook.

Wolipop mengonfirmasi pada Maria Nik soal kisah yang diunggahnya ke Facebook ini. Berikut detail cerita bagaimana Maria membuat suami dan selingkuhan sang suami 'mengakhiri' perselingkuhan mereka.

1. Ketik namanya (nama selingkuhan pasangan) di Google, nah keluar data, pasti akan keluar data apa aja. Daftar pemilih waktu pemilu, universitas tempat dia kuliah dulu, akun medsosnya apalagi, pasti nongol.

2. Buat akun palsu. Paling ampuh akun jualan. Kumulai dari nge-add semua orang yang terkait dengannya. Sampe sekolah anaknya dapat. Akun guru-guru anaknya pun jadi temenku semua.

3. Rajin-rajin upload jualan, biar gampang interaksi, ada bahan obrolan. Kalau ada yang nyangkut mau beli produk, ku bilang inbox. Nanti di inbox baru kubilang, stock abis. Karena kan aku gak ada jualan apa barang sepotong pun. Nggak pasang foto asli, karena tu cewek tau fotoku.

4. Ku-add juga akun saudara, ibu, kakak, bapaknya, mantan mertuanya juga, dan juga semua rekan kantor hingga atasannya, pokoknya siapa aja yang bisa nyangkut.

5. Setelah semua akun orang dekatnya sudah berteman, baru ku-add akun Instagram dan Facebooknya tu wewe. Kenapa dia yang terakhir? supaya dia yakin kita ini orang yang udah dekat juga sama orang-orang di sekitar dia. Jadi gak akan curiga. Nah dia langsung accept tuh.

6. Lalu baik-baiklah sama maknya. Mulailah, kurayu-rayu maknya. Koment-koment cantik di akunnya, ku bilang cucunya cantik lah. Kubilangnya maknya pantes pake ini pake itu. Sakit rasanya muji-muji anak selingkuhan suami, iya sakit banget. Tujuannya apa? Ada nih entar.

7. Mulai rayu dia untuk nerima pemberian kita. Aku waktu itu bilang, aku punya dress salah beli punya anakku, kayaknya cocok buat cucunya, gak usah bayar kukirim gratis dari pada gak kepake. Kebayang kan senangnya tuh nenek. Dikirimlah alamat cucunya. Artinya alamat tuh pelakor dong. Dapat!

8. Cuss, kirim barang, dapat alamatnya. Dapat pula siapa tetangga-tetangganya. Gampang, ketik aja nama komplek rumahnya di Google Map, nanti tetangga-tetangganya yang suka upload foto disertai tag alamat pada nongol semua tuh. Kebetulan aku sulit datang langsung karena aku tinggal di Jakarta dan wewe itu di Sumatra.

Maria menjelaskan jika ia tidak pernah berinteraksi langsung dengan pelakornya, tapi cukup dengan orang-orang di sekitarnya.

"Nah, setelah semuanya dapat, mulailah teror. Pakai nomor telepon lain, kirim wa atau DM ke si gombel ini. Suatu hari, orang di komplek dekat rumahnya posting, hujan gede.
Kukirim chat. "Hey, pelakor. Jemuran udah lo angkat belom? hujan gede tuh! "Mba, kok tau hujan sih!" "Ha ha cat rumah lo aja gw tau warnanya. Tanaman di pekarangan lo aja gw tau," jawabnya.

Pelakor itu mulai kebakaran jenggot ketika mengetahui semua informasi yang diketahui Maria. Dan Maria pun mulai membongkar kelakuan suaminya dengan si pelakor.

"Ha ha mulut kalian itu gak bisa dipercaya. Emang saya gak tau, waktu suami saya ke Bandung, lo juga di Bandung. Waktu suami saya ke Bali, lo juga di Bali? Mulut lo ama suami saya sama aja mba, ampun-ampun nyatanya tetap bermain di belakang saya," tulisnya.

Selingkuhan suami Maria pun mulai panik. Dia awalnya membantah semua tuduhan Maria. Dia juga mengaku kalau suami Maria lah yang menghubunginya terlebih dahulu.

"Kalau kamu gak nanggapin lagi kan gak bakalan jadi. Emangnya kamu diculik? Kagak kan? Kamu dengan senang hati toh mengikuti ajakan dia?" begitu Maria menjawab perkataan selingkuhan suaminya.

Sang selingkuhan yang tak bisa berkata-kata lagi, kemudian mengancam akan melaporkan Maria ke polisi. "Saya aduin lho mba, kalau mba neror saya lagi. Haha, aduin aja. Emang mba berani?" begitu bunyi ancaman tersebut.

Namun Maria tak pantang menyerah. Dia malah semakin berani meneror selingkuhan suaminya. Dia menakut-nakuti sang pelakor dengan membuat pernyataan bahwa dirinya seolah-olah tahu di mana anak sang pelakor berada.

"Hey, pelakor, udah ngadu belum? Kok suami saya anteng-anteng aja tuh. Btw, jaga anakmu ya. Bisa-bisa selesai trip, gak nyampe rumah," begitu dia menulis. Maria bisa mengetahui soal anak sang selingkuhan suaminya karena dia sudah 'berteman' di media sosial dengan guru anak tersebut.

Sontak, pelakor itu langsung terkejut dan tak mengira jika Maria mengetahui anaknya sedang pergi wisata. "Lho, kok mba tau anak saya lagi trip?" begitu tanyanya. "Apa sih yang saya gak tau tentang lo. Senin lalu anak lo jadi petugas upacara aja gw tau. Berapa hari lalu teman kantor lo si A ulang tahun, gw juga tau," balas Maria.

Maria juga mengungkapkan pada selingkuhan suaminya kalau dia tahu detail tentang teman dan atasan selingkuhan tersebut di kantor. "Ohya atasan kamu di kantor, waktu jumat pake kemeja warna putih kan. Lo mau gw aduin ke dia kalau lo beberapa bulan lalu itu ijin gak masuk bukan karena sakit tapi karena pergi keluar kota ama suami saya?!" begitu dia mengirimkan pesan teror pada sang selingkuhan suaminya

Selingkuhan suami Maria pun semakin panik dan takut. Akhirnya kata Maria, sejak saat itu suaminya tak pernah lagi pergi keluar kota tanpa dia tahu jelas urusannya. Suaminya juga tak pernah lagi mengunci ponselnya.

"Mungkin ituh cewek ngadu, mungkin juga tuh cewek takut jadi gak mau komunikasi lagi. Mungkin juga suami jadi tobat beneran. Aku pura-pura gak tau apa-apa. Sampai sekarang. Yang jelas hatiku puas, memisahkan mereka dengan cara menciptakan ketakutan," tulisnya.

Dalam kisahnya, Maria mengaku tak khawatir jika dia benar-benar dilaporkan ke polisi. Karena dia sendiri juga sudah mempersiapkan semua bukti perselingkuhan mereka, mulai dari video dan foto keduanya.

(gaf/eny)