Nikita Willy Jalani Malam Bainai Jelang Nikah, Ini Artinya Dalam Adat Minang

Eny Kartikawati - wolipop Kamis, 15 Okt 2020 15:30 WIB
Malam Bainai Nikita Willy Nikita Willy jalani prosesi malam bainai. Foto: Instagram/@thebridestory, @axioo
Jakarta -

Aktris Nikita Willy melakukan tradisi malam bainai jelang pernikahannya dengan bos Bluebird, Indra Priawan. Nikita Wlly dan Indra rencananya akan melakukan akad nikah pada Jumat (16/10/2020). Apa itu malam bainai?

Saat prosesi malam bainai Nikita Willy tampil cantik dalam balutan pakaian adat Minang modern karya Studio Boh. Penampilannya semakin memesona dengan aneka aksesori bernuansa gold.

Dalam adat Minangkabau, malam bainai yang dilakukan Nikita Willy ini disebut juga sebagai malai terakhir seorang calon pengantin sebagai lajang. Bainai sendiri, seperti dikutip dari Bridestory, secara harafiah berarti memakai inai, tumbuhan yang pada umumnya dipakai untuk memerahkan kuku. Oleh karena itu pada malam bainai ini seorang pengantin Minang akan dipakaikan pacar (cat kuku) berwarna merah oleh saudari-saudarinya.

Sejarah malam bainai sendiri awalnya menjadi sebuah tradisi yang dilakukan masyarakat Minang untuk mencegah malapetaka. Namun seiring perjalanan waktu, malam bainai menjadi tradisi yang dilakukan untuk melepas calon pengantin.

Saat malam bainai ini sederet prosesi pun dilakukan seorang calon pengantin. Dan calon pengantin seperti yang tampak dikenakan Nikita Willy, memakai baju tokah dan bersunting rendah. Calon pengantin dibawa keluar kamar dengan diapit saudari perempuan atau teman sebayanya.

[Gambas:Instagram]



Berikut deretan prosesi malam bainai:

Mandi-mandi

Pada prosesi mandi-mandi ini, calon pengantin seperti Nikita Willy, menjalani siraman seperti dalam adat Jawa. Bedanya, jika dalam adat Jawa siraman dilakukan oleh beberapa orangtua, pada malam bainai, mandi-mandi hanya dilakukan dengan memberi percikan air ke calon pengantin. Sama seperti adat Jawa, yang memercikkan air ini adalah para sesepuh dan jumlahnya ganjil.

Melewati Kain

Setelah mandi-mandi, calon pengantin Minang yang disebut sebagai anak daro akan dibawa melewati kain jajakan kuning oleh kedua orangtuanya menuju pelaminan. Makna dari prosesi ini adalah perjalanan hidup si anak daro. Dan kain yang sudah dilewati anak daro tadi harus digulung oleh saudara laki-lakinya. Hal ini melambangkan sebuah pernikahan layaknya dilakukan satu kali saja seumur hidup.

Anak Daro Diberi Inai

Setelah anak daro atau calon pengantin duduk di pelaminan, dimulai prosesi pemberian inai atau memerahkan kuku. Ternyata ada arti tersendiri dari pemberian inai di setiap kuku calon pengantin. Pemakaian inai di kuku jari kelingking misalnya merupakan simbol harapan agar calon pengantin bisa melewati masa-masa sulit dalam pernikahannya. Sedangkan pemakaian inai di ibu jari adalah simbol agar calon pengantin menghormati suaminya.

Saat prosesi pemberian inai di malai bainai ini, hanya sembilan jari saja yang dimerahkan kukunya. Karena dalam kepercayaan orang Minang, 10 adalah angka yang sempurna. Sementara kesempurnaan hanya milik Allah SWT.

Itulah makna prosesi malam bainai yang dijalani Nikita Willy dan calon pengantin lainnya yang menggunakan adat Minang dalam pernikahan mereka.



Simak Video "Yuk Intip Proses Pembuatan Sepatu Rajut Lokal!"
[Gambas:Video 20detik]
(eny/eny)