Viral, Undangan Pernikahan Bagi-bagi Tamunya ke Dalam Kelompok karena Corona

Vina Oktiani - wolipop Kamis, 30 Jul 2020 17:05 WIB
Ilusttrasi menikah Ilustrasi Pernikahan / Foto: Thinkstock
Jakarta -

Pernikahan adalah hal yang sakral sekaligus memusingkan. Setiap orang pasti menginginkan momen spesialnya itu bisa berjalan dengan lancar dan sesempurna mungkin. Tapi dengan adanya pandemi Corona seperti saat ini, acara pernikahan terpaksa tidak bisa seperti dulu. Ada beberapa aturan yang berubah dan bisa membuat para calon pengantin menjadi lebih pusing lagi.

Seperti dikutip dari Metro, baru-baru ini sebuah undangan pernikahan mendadak viral dan membuat para netizen yang melihatnya merasa geram. Pasalnya undangan tersebut membagi-bagi para tamunya ke dalam kelompok-kelompok. Ada kelompok A, B, dan C.

Kelompok A adalah orang-orang yang dianggap sangat dekat dengan calon pengantin, sementara sisanya masuk ke dalam kelompok B dan C. Dalam undangan tersebut juga terlihat jelas bahwa kelompok A mendapatkan perlakuan yang lebih spesial dibandingkan kelompok B dan C yang justru diminta untuk mengamati situs website pernikahan mereka untuk melihat apakah masih ada bangku yang tersisa.

Undangan PernikahanUndangan Pernikahan Foto: dok. Mary Von Aue

"Untuk sahabat dan keluarga,
Harap dipahami bahwa tempat kami terbatas untuk jumlah tamu yang dapat kami tampung untuk hari pernikahan kami. Kami ingin setiap orang dan semua dari kamu bergabung dengan kami di hari besar kami, kami dipaksa untuk membagi tamu-tamu kami menjadi kelompok-kelompok untuk memastikan kami tidak melampaui batasan kapasitas kami.

Grup A: Silakan melakukan reservasi sesegera mungkin. Kami menghargai ketepatan waktumu karena kami dapat menambahkan kursi kosong untuk tamu tambahan.

Grup B&C: Perhatikan baik-baik situs web pernikahan kami untuk pemberitahuan jika kami memiliki ruang yang tersedia. Jika kamu sudah tahu bahwa kamu tidak dapat bergabung dengan kami, ada baiknya kamu melakukan pembatalan melalui fungsi reservasi di situs web kami," tulis undangan tersebut.

Tidak hanya itu saja, pada akhir surat udangan juga terdapat kalimat yang menyatakan bahwa para tamu diminta untuk menyewa jasa pengasuh dan meninggalkan anak-anaknya di rumah. Para tamu juga tidak diperkenankan untuk membawa tambahan orang ke acara pernikahan.

Setelah Mary Von Aue, direktur editorial di The Observer membagikan surat undangan milik temannya itu, postingannya tersebut langsung menjadi viral. Menurut keterangannya undangan tersebut hanya dikirim untuk orang-orang beruntung yang masuk ke dalam kelompok A.

Banyak netizen yang kemudian menyatakan ketidaksetujuannya dengan undangan itu. Beberapa juga ada yang membuatnya sebagai lelucon dengan mengatakan bahwa jika mereka yang menerima undangan itu maka mereka akan mengatakan tidak akan datang.

"Bagian favorit saya adalah 'harap perhatikan situs web kami untuk ketersediaan.' Seperti kamu sangat istimewa sehingga seseorang akan memeriksa situsmu terus-menerus! Dan Jika saya adalah grup B atau C, saya hanya akan mengirim tanggapan ini, 'Saya memilih keluar dari ini dan semua korespondensi di masa depan. Terima kasih!'," komentar salah seorang netizen di Twitter.



Simak Video "Bikin Baju dari Tas Louis Vuitton dan Gucci, Wanita Filipina Viral"
[Gambas:Video 20detik]
(vio/vio)
DRooftalk
×
Bintang Mahaputera Untuk Duo Fadli-Fahri
Bintang Mahaputera Untuk Duo Fadli-Fahri Selengkapnya