Suami Rela Pertaruhkan Nyawa Istri, Tolak Saran Dokter Demi 'Jihad Agama'

Vina Oktiani - wolipop Rabu, 15 Jul 2020 16:15 WIB
Medicine and health care concept Foto: iStock
Jakarta -

Setiap wanita yang melahirkan pasti memiliki pengalaman persalinan yang berbeda-beda. Banyak orang yang mengatakan bahwa melahirkan adalah proses antara hidup dan mati. Baik melalui proses persalinan secara normal maupun caesar, semuanya memiliki riskonya sendiri. Namun bagi orang yang telah melalui proses melahirkan secara caesar sebanyak 3 kali, maka tidak disarankan untuk kembali hamil dan melahirkan dalam waktu dekat karena nantinya akan berisiko tinggi bagi ibu dan bayinya.

Seperti dikutip dari M Star, sebuah postingan di Facebook Public Health Malaysia yang menceritakan tentang kisah seorang suami yang lebih memilih untuk membahayakan nyawa istrinya mendadak viral dan memancing kemarahan para warganet. Hingga kini postingan tersebut telah dibagikan lebih dari 5,9 ribu orang dan mendapatkan 1,1 ribu komentar.

Dalam postingan itu diceritakan bahwa sang istri telah melahirkan 5 orang anak di umur yang belum genap 30 tahun. Dua anaknya dilahirkan secara normal, sementara tiga lainnya secara caesar. Hal itu lantas membuat dokter menyarankan agar rahim sang istri diikat setelah melahirkan anak kelimanya. Namun tawaran tersebut ditolak mentah-mentah oleh sang suami yang tidak disebutkan namanya.

Padahal sang dokter telah menjelaskan bahwa melahirkan secara caesar sangat berisiko dan jika dilakukan lebih dari tiga kali maka risikonya akan semakin besar. Jika sang istri dibiarkan melahirkan secara caesar sekali lagi maka risiko kematian dari ibu dan bayinya akan sangat tinggi. Selain itu, mengingat jarak mengandung sang istri yang sangat rapat dan berdekatan, akan lebih baik jika istrinya itu melakukan prosedur ikat rahim.

Tetapi walaupun telah dinasihati, sang suami tetap menolak dengan alasan 'jihad agama'. Tak hanya itu saja, suaminya juga meminta hanya dokter perempuan saja yang merawat istrinya dan mengaku tidak akan memberi anaknya vaksin.

Sedih. Itulah yang dapat kami gambarkan selepas mendengar satu kes yang diceritakan oleh seorang doktor mengenai seorang...

Dikirim oleh Public Health Malaysia pada Senin, 13 Juli 2020

"Si suami telah dikaunseling banyak kali namun masih tidak mahu menerima cadangan doktor tersebut. Katanya "jihad agama"," tulis postingan tersebut.

"Ibu masih muda. Anak pun masih kecil. Jika mengandung boleh menyebabkan risiko kehilangan nyawa ibu, hukum mengikat rahim isteri telah jatuh daripada haram kepada harus. Rujuk pada doktor dan juga pakar agama di pejabat agama jika anda musykil tentang perkara ini," tambahnya.

Banyak netizen yang mengaku geram dan kesal melihat reaksi dari suami yang tidak disebutkan namanya itu. Beberapa juga ada yang terlihat mengatakan bahwa perlu ada peraturan untuk melindungi wanita untuk kasus seperti yang satu ini.

"Ini suami dia betul2 tiada hati perut , tiada belas kesian.... Dia anggap isterinya kilang anak.. suami yang baik dia utamakan dahulu kesihatan dan yang terbaik untuk isterinya.. salah satu cara mmghargai dan menghormati isteri.. suami terlalu penting diri!," komentar salah satu netizen.

"Memang perlukan akta utk melindungi wanita. Bukan semua isteri berani nak bersuara, redho katanya. Dibangkang nanti kata derhaka pada suami, menolak rezeki dll. Bayangkan la anak 12org,endingnya isteri yg tanggung dan besarkan semua anak2 tu sendirian. Anak2 kecil ni hanya redho menbesar serba kekurangan.hebatnya insan bernama IBU," komentar lainnya.



Simak Video "Gigi Hadid Unggah Foto Maternity dengan Gaun Transparan"
[Gambas:Video 20detik]
(vio/vio)