Ini Urutan Upacara Siraman dalam Pernikahan Adat Jawa

Gresnia Arela Febriani - wolipop Minggu, 23 Feb 2020 16:04 WIB
seleb Prosesi siraman adat Jawa. Foto: Instagram/vivithalib/vickyshu
Jakarta -

Siraman merupakan bagian dari prosesi pernikahan adat Jawa. Siraman dilakukan satu hari sebelum acara pernikahan.

Setelah upacara siraman, calon pengantin wanita dipaes dilanjutkan dengan selamatan. Menjelang malah dilanjutkan dengan malam midodareni di rumah calon mempelai wanita.

Siraman sendiri dalam pernikahan adat Jawa salah satu prosesi yang memiliki tahapan tidak sedikit. Dikutip dari buku berjudul Pedoman Lengkap Acara dan Upacara Perkawinan Adat Jawa karya Drs. R.M.S Gitosaprodjo Surakarta, berikut hal-hal yang perulu dipersiapkan untuk perlengkapan siraman:

1. Air siraman, air jernih dan bersih ditaburu bunga mawar, melati dan kenanga.
2. Pengaron untuk tempat air siraman.
3. Gayung untuk mengambil air.
4. Tikar bangka, tikar pandan, daun apa-apa yang dibungkus kain mori.
5. Ratus.
6. Anglo, tungku yang berfungsi seperti kompor yang terbuat dari terakota atau tanah liat.
7. Kendhi.

Setelah semua perlengkapan tersebut siap dilanjutkan dengan prosesi siraman. Berikut urutan upacara siraman adat Jawa:

1. Sungkeman


Urutan upacara siraman dimulai dengan sungkeman. Calon pengantin wanita keluar dari kamar rias, kemudian sungkem kepada kedua orangtua untuk memohon doa restu. Keluarnya calon mempelai wanita dari kamar rias diiringin gendhing ketawang mijil laras pelog pathet barang.

2. Siraman

Setelah itu calon pengantin wanita diantar ke tempat siraman. Calon mempelai wanita duduk di atas bangku yang beralaskan tikar bangka atau tikar pandan. Kemudian dimulai upacara siraman adat Jawa. Urutan siraman ini dimulai dari sesepuh tertua, kemudian kedua orangtua pengantin. Yang terakhir menyirami adalah juru rias pengantin.

Proses upacara siraman dalam pernikahan adat JawaProses upacara siraman dalam pernikahan adat Jawa Foto: Dok. Ist

3. Paes atau berhias.

Selesai upacara siraman, pengantin diantar ke juru rias atau juru paes menuju ke ruang ganti pengantin untuk dialubi-alubi atau dikerik rambut bulu halus di atas dahi.

4. Mohon Doa Restu

Selesai dialubi-alubi, calon pengantin wanita dengan dibantu juru rias datang menghadap para tamu yang hadir untuk mohon doa restu. Setelah siraman ini sesepuh calon mempelai wanita pergi membawa air siraman ke tempat calon pengantin pria.

Siraman merupakan bagian dari prosesi pernikahan adat Jawa. Siraman dilakukan satu hari sebelum acara pernikahan.Proses siraman dalam pernikahan adat Jawa. Foto: Dok. Istimewa

5. Upacara Jual Dawet


Bersamaan dengan acara siraman, diadakan kegiatan upacara jual dawet. Kedua orangtua memakai pakaian Jawa, dimana sang ayah memakai beskap landhing, udheng, nyamping. Ibu memakai kebaya, nyamping.

Dalam upacara jual dawet ini tugas ibu jadi penjualnya, sedangkan ayah membantu memayungi ibu. Para tamu berkerumun membeli dawet, alat pembayarannya berupa yang yang dibuat dari kreweng berbentuk bulat dan gepeng.



Kegiatan jual dhawet dilakukan pada waktu siang sehingga para tamu yang hadir dapat beramai-ramai dengan suka ria ikut membeli dawet. Ini melambangkan semoga rezeki kedua pengantin kelak kemudian banyak seperti dawet.

Demikianlah urutan upacara siraman adat Jawa. Setelah siraman, prosesi pernikahan adat Jawa dilanjutkan dengan midodareni di malam harinya.



Simak Video "Video Dahsyatnya Ledakan di Beirut Terekam Saat Prewedding"
[Gambas:Video 20detik]
(gaf/eny)