Ketika Pernikahan Berakhir dengan Cerai, Bagaimana Cara Bicara ke Anak?
Arina Yulistara - wolipop
Selasa, 27 Okt 2015 11:38 WIB
Jakarta
-
Tak sedikit pasangan yang memutuskan untuk mengakhiri pernikahan mereka karena sudah tidak sanggup bersama. Meskipun sudah mempunyai anak, beberapa pasangan tetap ingin bercerai karena suatu faktor yang tak bisa lagi membuat mereka bertahan misalnya poligami atau salah satunya selingkuh. Ketika pernikahan harus diakhiri dengan cerai, bagaimana cara mengomunikasikannya ke anak?
Menurut psikolog klinis Ayoe Sutomo, M.Psi, perceraian bisa berdampak buruk terhadap perkembangan psikologis anak bila kedua orangtua tidak peduli dengan perasaan si kecil. Ketika memutuskan bercerai, orangtua perlu mengomunikasikannya dengan anak walaupun mereka masih kecil.
Cara mengomunikasikannya tidak seperti berbicara kepada orang dewasa namun harus mengerti perasaan buat hati tercinta. Ayoe juga mengatakan perhatikan usianya. Anak dengan usia balita dan remaja berbeda cara penyampaiannya.
"Perlu disampaikan tapi disesuaikan dengan tahap perkembangan anak, kalau masih 4 sampai 5 tahun tentunya akan berbeda dengan remaja. Saat menyempaikan itu juga hati-hati, 'Kita berdua sudah berbicara, keputusan ibu dan ayah tidak bisa lagi bersama.' Pakai kata-kata ringan tapi dimengerti oleh anak. Lalu yakinkan anak kalau yang berakhir itu hubungan antar orangtua sehingga dia merasa yang terpisah hanya hubungan pernikahan tapi secara kasih sayang tidak akan terpisahkan," jelas Ayoe saat dihubungi Wolipop, Senin (26/10/2015).
Setelah berbicara dengan hati-hati kepada anak, psikolog lulusan Universitas Tarumanagara itu menegaskan agar pasangan yang bercerai harus memberikan bukti kepada si kecil. Jadwalkan waktu bertemu anak terutama setelah pisah rumah. Ayahnya tetap menjadi teman diskusi anak walaupun sudah memiliki keluarga baru.
"Di situlah perlunya kebiasaan orangtua walaupun sudah tidak bisa bersama tapi demi anak jangan sampai si kecil menjadi stres atau terpuruk. Jangan biarkan anak jadi korban dari hancurnya hubungan pernikahan," tambah Ayoe.
Selain peduli terhadap anak, Ayoe memberikan saran wanita yang bercerai dengan suaminya tidak langsung terburu-buru untuk menikah lagi. Menurutnya ambil waktu untuk intropeksi diri, menggali kemampuan diri, serta mencari kegiatan baru.
Untuk bisa lepas dari bayang-bayang masa lalu pernikahan Anda sebelumnya memang tidak mudah. Namun hal tersebut akan terobati seiring berjalannya waktu. Sebaiknya tidak langsung memiliki pasangan baru hanya karena ingin segera move on.
"Iya memang orang baru menjadi obat paling cepat untuk melupakan yang lama. Tapi kalau sudah berbicara tentang pernikahan itu bukan sesuatu yang mudah. Jangan sampai jatuh ke lubang yang sama, sebaiknya ambil waktu dahulu untuk melihat ke dalam diri agar bisa lebih baik lagi," sarannya kemudian.
(aln/aln)
Menurut psikolog klinis Ayoe Sutomo, M.Psi, perceraian bisa berdampak buruk terhadap perkembangan psikologis anak bila kedua orangtua tidak peduli dengan perasaan si kecil. Ketika memutuskan bercerai, orangtua perlu mengomunikasikannya dengan anak walaupun mereka masih kecil.
Cara mengomunikasikannya tidak seperti berbicara kepada orang dewasa namun harus mengerti perasaan buat hati tercinta. Ayoe juga mengatakan perhatikan usianya. Anak dengan usia balita dan remaja berbeda cara penyampaiannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah berbicara dengan hati-hati kepada anak, psikolog lulusan Universitas Tarumanagara itu menegaskan agar pasangan yang bercerai harus memberikan bukti kepada si kecil. Jadwalkan waktu bertemu anak terutama setelah pisah rumah. Ayahnya tetap menjadi teman diskusi anak walaupun sudah memiliki keluarga baru.
"Di situlah perlunya kebiasaan orangtua walaupun sudah tidak bisa bersama tapi demi anak jangan sampai si kecil menjadi stres atau terpuruk. Jangan biarkan anak jadi korban dari hancurnya hubungan pernikahan," tambah Ayoe.
Selain peduli terhadap anak, Ayoe memberikan saran wanita yang bercerai dengan suaminya tidak langsung terburu-buru untuk menikah lagi. Menurutnya ambil waktu untuk intropeksi diri, menggali kemampuan diri, serta mencari kegiatan baru.
Untuk bisa lepas dari bayang-bayang masa lalu pernikahan Anda sebelumnya memang tidak mudah. Namun hal tersebut akan terobati seiring berjalannya waktu. Sebaiknya tidak langsung memiliki pasangan baru hanya karena ingin segera move on.
"Iya memang orang baru menjadi obat paling cepat untuk melupakan yang lama. Tapi kalau sudah berbicara tentang pernikahan itu bukan sesuatu yang mudah. Jangan sampai jatuh ke lubang yang sama, sebaiknya ambil waktu dahulu untuk melihat ke dalam diri agar bisa lebih baik lagi," sarannya kemudian.
(aln/aln)
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singkat
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Viral Verificator
Prewedding Unik di Pasar Viral, Netizen Tak Menyangka Hasilnya Seindah Ini
TikTok Viral Verificator
Viral Pengantin di Bekasi Nikah Hanya di KUA Tanpa Resepsi, Bikin Iri Netizen
Rebutan Uang Duka, Konflik Menantu dan Mertua Berujung Tragis
Kisah Cinta Viral: Wanita 50 Tahun Nikahi Pria 23 Tahun, Kenalan dari TikTok
Viral Verificator
Viral Pengantin Curhat Pakai Makeup Artist Pilihan Keluarga Mertua, Bikin Nangis
Most Popular
1
Penampilan Terbaru Vidi Aldiano Bikin Pangling, Kini Berkumis Tebal
2
Momen Miley Cyrus Ngomel ke Fotografer, Disuruh Lepas Kacamata di Red Carpet
3
Kate Middleton Jadi Korban Kekejaman AI, Tersebar Gambar Sensual
4
Kisah Cinta Sesama Idol Jepang, Mantan AKB48 Akan Dinikahi Anggota BOYS & MEN
5
Komentator Politik yang Sebut Ibu Negara Prancis Transgender Kembali Menyindir
MOST COMMENTED











































