Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Suami Juga Bisa Depresi Saat Istri Hamil, Ini Tanda-tandanya

Rahmi Anjani - wolipop
Jumat, 23 Okt 2015 19:42 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Depresi perinatal atau selama kehamilan kabarnya dialami oleh 10 hingga 20% wanita mengandung. Kondisi tersebut bisa dipengaruhi berbagai hal mulai dari hormon hingga kekhawatiran berlebihan akan proses kelahiran. Namun fakta yang cukup mengejutkan diungkapkan oleh sebuah penelitian yang dilakukan McGill University. Menurut studi tersebut, bukan hanya ibu yang harus diberi dukungan moral agar tidak depresi namun juga para ayah.

"Wanita cenderung memperlihatkan ketika depresi tetapi tidak ada yang bertanya, 'Ayah, bagaimana perasaanmu?' Fokusnya adalah ibu. Tubuh ibu yang berubah. Ibulah yang mengalami perubahan karena hormon," kata Deborah Da Costa selaku pemimpin studi kepada Huffington Post.

Berdasarkan riset, 13% dari ayah yang baru pertama kali punya anak ternyata merasa tertekan saat istrinya mengandung. Sebagian besar dari 622 responden mengatakan jika mereka kerap merasa tertekan tanpa alasan yang merupakan tanda depresi perinatal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Deborah mengatakan jika kondisi para calon ayah sering diabaikan karena orang-orang lebih fokus pada ibu yang akan melahirkan. Padahal kondisi tersebut perlu diperhatikan karena bisa mempengaruhi mental anak. Menurut studi yang dipublikasi pada 2008, anak lelaki dari ayah yang mengalami depresi perinatal memiliki kecenderungan bermasalah dengan emosi dan kelakukan.

Lalu apa yang menyebabkan para ayah mengalami rasa cemas berlebihan ketika pertama kali punya anak? Penelitian tersebut menemukan bahwa sejarah psikologi keluarga memiliki faktor yang cukup besar. Begitu pula dengan kurangnya dukungan emosional, mencemaskan masalah ekonomi, serta mengalami kejadiaan kurang menyenangkan seperti kehilangan pekerjaan atau anggota keluarga. Satu alasan lain yang membuat ayah rentan depresi perinatal adalah kurangnya tidur berkualitas.

Sering bergadang dianggap sebagai salah satu faktor terbesar yang memicu depresi. Untuk itu, para calon ayah disarankan untuk memiliki kebiasaan tidur yang baik. Selain menghindarkannya dari rasa tertekan, hal tersebut juga bisa membantu ibu dan bayinya. Jika pria jauh dari rasa stes, hubungannya dengan istri juga akan harmonis sehingga bayi bisa tumbuh lebih baik.

(ami/ami)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads