Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Era Sudah Canggih, Suami Istri Ini Pilih Hidup Seperti Zaman Kuno

Intan Kemala Sari - wolipop
Senin, 14 Sep 2015 17:49 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. HLN TV
Jakarta - Selama enam tahun terakhir, sepasang suami istri asal Seattle, Amerika memilih untuk meninggalkan kehidupan modern dan tinggal dengan gaya tradisional. Pasangan bernama Sarah dan Gabriel Chrisman ini mantap untuk tinggal layaknya di zaman Victoria pada abad ke-19. Lantas, bagaimana mereka menjalani kehidupan sehari-hari?

1. Cinta Sejarah


Gabriel yang merupakan lulusan S-2 ilmu sejarah di University of Washington memang memiliki minat yang sangat besar terhadap ilmu sejarah khususnya pada era Victoria. Mereka bahkan sengaja tinggal di dalam rumah yang memang pertamakali dibangun pada abad 19.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

2. Perabotan Tradisional


Di dalam rumahnya, semua perabotan memang bergaya tradisional. Mulai dari lemari, jam dinding, kursi, meja rias, sampai perkakas. Mereka tidak menggunakan perabot yang menggunakan listrik seperti lampu neon, kulkas, atau ponsel.

"Daripada membeli furnitur baru, kami membeli perabotan yang masih bisa dibetulkan atau menunggu sampai mendapatkan harga murah," ujar Sarah seperti dikutip dari HLN.

3. Pakaian ala Bangsawan


Hidup dengan cara yang tradisional, kedua sejoli ini bahkan menggunakan pakaian yang sama persis seperti orang-orang pada kala itu. Sarah lebih sering terlihat menggunakan dress panjang yang dijahitnya sendiri dan korset dengan rambut yang disanggul kecil. Sementara suaminya menggunakan setelan jas dan topi tinggi ala bangsawan.

4. Tidak Punya SIM


Tidak ingin setengah hati menjalani hidup layaknya orang-orang di abad ke-19, kedua pasangan ini tidak memiliki mobil dan surat izin mengemudi. Menurut Gabriel, mereka lebih senang menjalani hidup seperti ini karena bisa menekan biaya hidup setiap bulannya.

5. Naik Sepeda


Meski demikian, suami istri ini mengandalkan satu-satunya alat transportasi mereka, yakni sepeda antik yang juga bergaya Victoria. Sarah mengendarai sepeda roda tiga unik yang merupakan replika sepeda pada tahun 1880-an.

6. Perlakuan Buruk


Menjalani gaya hidup seperti ini, banyak yang menganggap aneh kehidupan mereka. "Orang-orang berteriak kepadaku dan menarik-narikku di jalan. Mereka menyuruhku keluar dari restoran dan menaku-nakutiku. Tetapi aku tidak akan membiarkan mereka merebut kebahagiaanku," kata wanita yang fasih berbahasa Prancis itu

7. Bahagia


Sarah berharap, orang-orang dapat mengerti gaya hidup yang dijalankannya bersama sang suami. Dengan demikian, ia bisa berbagi cerita untuk menginspirasi dan membuka pikiran orang lain dalam melihat kehidupannya.

"Kami sudah bahagia. Kami berharap bisa memberikan semangat bagi orang lain untuk tampil berbeda," tutupnya.

(itn/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads