Jokowi Mantu
Desainer Perhiasan Pernikahan Gibran-Selvi Pernah Layani Pesanan Rp 1,5 M
Hestianingsih - wolipop
Rabu, 10 Jun 2015 07:56 WIB
Jakarta
-
Lia Taufiq menjadi desainer perhiasan yang karyanya akan dipakai Selvi Ananda, calon istri putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka pada akad nikah dan resepsi Kamis (11/6/2015) nanti. Selain Selvi, Lia juga merancang perhiasan untuk dikenakan Iriana Joko Widodo dan Kahiyang Ayu, putri Jokowi.
Ada 17 perhiasan yang dipesan Iriana untuk hari istimewa tersebut, yang terbuat dari emas putih dan kuning serta dihiasi berlian. Sederhana dan sedikit klasik, merupakan model perhiasan yang diinginkan ibu negara Republik Indonesia itu.
Tidak hanya Iriana, Lia mengaku dirinya sering melayani pesanan perhiasan dari kalangan pejabat lain maupun selebriti dan banyak pula yang berasal dari Jakarta. Nilai perhiasan yang ia kerjakan cukup bervariasi, mulai dari set perhiasan seharga Rp 20 juta hingga ratusan juta rupiah.
"Kemarin belum lama ini, saya mengerjakan pesanan perhiasan harganya Rp 200 juta, dipakai untuk pernikahan salah satu selebriti," ujar Lia saat ditemui di mal Solo Paragon, Jalan Yosodipuro, Solo, Selasa (9/11/2015).
Kepada Wolipop, wanita yang berkecimpung di dunia desain perhiasan sejak 15 tahun lalu itu mengatakan, harga perhiasan termahal yang pernah ia tangani mencapai miliaran rupiah.
"Perhiasan untuk seserahan yang pernah saya buat, paling mahal sampai Rp 1,5 M. Pemesannya bukan pejabat tapi pengusaha. Satu set," tutur wanita berdarah Palembang yang lama menetap di Solo tersebut.
Meskipun lebih sering menangani pesanan klien kelas atas, toko perhiasannya, Lia Taufiq Jewellery juga menyediakan koleksi untuk kalangan menengah dengan harga yang lebih terjangkau. Biasanya dibuat menyesuaikan bujet klien. Untuk pelanggan kelas atas umumnya Lia sendiri yang akan menangani, sementara kelas menengah bisa memesan di tokonya yang berlokasi di Coyudan Plaza, Jl. Dr. Rajiman, sebelah barat Pasar Klewer, Solo.
"Harganya tergantung bujet, misalnya satu set harga Rp 50 juta, atau Rp 20 juta saya kerjakan. Kalau mau yang satu set harga Rp 10 juta ada perhiasan yang desainnya sudah siap di toko. Kalau selama ini saya fokus ke high-end. Tapi disiapkan juga pasar yang bawah di Coyudan supaya masyarakat juga bisa rasakan," ungkap wanita yang juga berprofesi sebagai dosen teknik informasi ini.
(hst/kik)
Ada 17 perhiasan yang dipesan Iriana untuk hari istimewa tersebut, yang terbuat dari emas putih dan kuning serta dihiasi berlian. Sederhana dan sedikit klasik, merupakan model perhiasan yang diinginkan ibu negara Republik Indonesia itu.
Tidak hanya Iriana, Lia mengaku dirinya sering melayani pesanan perhiasan dari kalangan pejabat lain maupun selebriti dan banyak pula yang berasal dari Jakarta. Nilai perhiasan yang ia kerjakan cukup bervariasi, mulai dari set perhiasan seharga Rp 20 juta hingga ratusan juta rupiah.
"Kemarin belum lama ini, saya mengerjakan pesanan perhiasan harganya Rp 200 juta, dipakai untuk pernikahan salah satu selebriti," ujar Lia saat ditemui di mal Solo Paragon, Jalan Yosodipuro, Solo, Selasa (9/11/2015).
Kepada Wolipop, wanita yang berkecimpung di dunia desain perhiasan sejak 15 tahun lalu itu mengatakan, harga perhiasan termahal yang pernah ia tangani mencapai miliaran rupiah.
"Perhiasan untuk seserahan yang pernah saya buat, paling mahal sampai Rp 1,5 M. Pemesannya bukan pejabat tapi pengusaha. Satu set," tutur wanita berdarah Palembang yang lama menetap di Solo tersebut.
Meskipun lebih sering menangani pesanan klien kelas atas, toko perhiasannya, Lia Taufiq Jewellery juga menyediakan koleksi untuk kalangan menengah dengan harga yang lebih terjangkau. Biasanya dibuat menyesuaikan bujet klien. Untuk pelanggan kelas atas umumnya Lia sendiri yang akan menangani, sementara kelas menengah bisa memesan di tokonya yang berlokasi di Coyudan Plaza, Jl. Dr. Rajiman, sebelah barat Pasar Klewer, Solo.
"Harganya tergantung bujet, misalnya satu set harga Rp 50 juta, atau Rp 20 juta saya kerjakan. Kalau mau yang satu set harga Rp 10 juta ada perhiasan yang desainnya sudah siap di toko. Kalau selama ini saya fokus ke high-end. Tapi disiapkan juga pasar yang bawah di Coyudan supaya masyarakat juga bisa rasakan," ungkap wanita yang juga berprofesi sebagai dosen teknik informasi ini.
(hst/kik)










































