Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Mengenal Healthspan & Lifespan: Kunci Kulit Awet Muda dan Tubuh Fit

Adinda Salma - wolipop
Jumat, 02 Okt 2026 14:30 WIB
...
Wardah Luncurkan Skin Longevity Clinic
Foto: Adinda Salma/Wolipop
Jakarta -

Pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa penggunaan berbagai produk skincare terkadang belum memberikan hasil yang maksimal pada kulit? Jawabannya mungkin ada pada pola hidup harian kamu.

Kini, tren perawatan kecantikan tidak lagi sekadar menyentuh aspek kulit bagian luar, melainkan lebih jauh ke dalam kebiasaan hidup. Menjaga kesehatan kulit secara berkelanjutan kini dipandang sebagai upaya holistik yang menghubungkan kondisi fisik, pola makan, hingga waktu istirahat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Edukasi mengenai pentingnya pendekatan menyeluruh ini juga menjadi perhatian industri kecantikan. Melalui gelaran Wardah Skin Longevity Clinic di Spac8 Ashta, Jakarta Selatan, Wardah mengajak masyarakat memahami bahwa kesehatan kulit jangka panjang sangat bergantung pada harmoni antara perawatan dari luar dan tiga pilar utama gaya hidup: Move (olah tubuh), Eat (nutrisi), dan Rest (istirahat).

Memahami Lifespan vs Healthspan dalam Kesehatan Kulit

Wardah Luncurkan Skin Longevity ClinicWardah Luncurkan Skin Longevity Clinic Foto: Adinda Salma/Wolipop

Dalam sesi talkshow di Wardah Skin Longevity Clinic, dr. Yusri Dinuth, MM, ABAARM, seorang Skin Longevity Expert, Founder Dryd Clinic, sekaligus Medical Lead Soulbox Recharge, meluruskan pandangan masyarakat mengenai konsep penuaan. Ia menekankan pentingnya membedakan antara lifespan dan healthspan.

"Kita tuh dulu selalu kalau berdoa ulang tahun minta umur panjang. That's lifespan. Tapi kita juga nggak mau dong umur panjang tapi jadinya ke dokter terus, bolak-balik ngobatin sakit A, B, C nggak mau juga. That's why muncullah healthspan," jelas dr. Yusri.

Healthspan, yang menjadi bagian inti dari konsep longevity (umur panjang yang berkualitas), menitikberatkan pada hidup panjang yang tetap fit, aktif, dan berdaya tanpa ketergantungan pada penanganan medis secara terus-menerus.

"Jadi kalau aku bilang simple-nya adalah maunya tuh hidup umur panjang dan berdaya," tambah dr. Yusri.

Menurutnya, hidup berdaya berarti memiliki kualitas hidup yang optimal, seperti tetap bertenaga untuk berolahraga, mengangkat koper saat bepergian, dan beraktivitas bersama keluarga di usia lanjut. dr. Yusri menegaskan bahwa skincare dan gaya hidup (lifestyle) bukanlah dua hal terpisah, melainkan saling melengkapi (complementary). Skincare bekerja merawat dari luar, sementara lifestyle memperkuat pertahanan dari dalam tubuh.

3 Pilar Lifestyle untuk Kulit Awet Muda: Move, Eat, Rest

Setiap individu memiliki kondisi biologis berbeda. Oleh karena itu tidak ada formula tunggal dalam penerapan perawatan anti-aging. "Gerak, makan, tidur. Ini tuh kalau di anti-aging nggak ada one fit for all," ucap dr. Yusri.

Berikut adalah tiga pilar gaya hidup utama yang memegang peranan krusial terhadap kesehatan kulit:

1. MOVE: Menjaga Sirkulasi dan Kesehatan Metabolik

Aktivitas fisik yang teratur merupakan fondasi utama kesehatan tubuh menyeluruh, termasuk sistem sirkulasi darah dan kesehatan metabolik. Pilar ini mengajak masyarakat untuk melihat olahraga sebagai ritual jangka panjang, bukan sekadar mengejar target kebugaran sesaat.

Sebagai contoh, dominasi latihan kardio tanpa diimbangi strength training dapat memicu kekurangan massa otot. Kurangnya massa otot berpotensi memengaruhi keseimbangan hormon serta kondisi kesehatan kulit secara umum.

"Di gerak, 'ternyata aku kebanyakan kardio, latihan strength-nya belum, ototku kurang' jadinya ngaruh ke hormon dan kondisi kulit," ucap dr. Yusri.

2. EAT: Pendekatan Keilmuan Gut-Skin Axis

Nutrisi memegang peranan krusial dalam kesehatan sistemik. Pilar ini memperkenalkan hubungan erat antara pola makan, kesehatan sistem pencernaan, dan kondisi kulit melalui pendekatan keilmuan gut-skin axis.

Asupan nutrisi yang tidak seimbang sering kali langsung tercermin pada wajah. Kekurangan asupan serat, misalnya, tidak hanya mengganggu sistem pencernaan harian, tetapi juga dapat memicu reaksi peradangan pada tubuh sehingga masalah kulit seperti jerawat menjadi lebih sulit sembuh.

3. REST: Optimalisasi Circadian Rhythm dan Brain-Skin Axis

Pemulihan tubuh melalui tidur berkualitas dan pengelolaan stres menjadi pilar yang tidak kalah penting. Kurang tidur dan stres kronis berhubungan langsung dengan kondisi kulit yang tampak kusam, lelah, dan lebih reaktif.

Pendekatan ini didasari oleh konsep circadian rhythm (jam biologis tubuh) dan brain-skin axis (jalur komunikasi antara sistem saraf pusat dan kulit). Ketika kualitas tidur terganggu atau tingkat stres meningkat, hormon stres dapat memicu inflamasi pada kulit serta merusak regenerasi sel yang seharusnya berlangsung optimal di malam hari.

Konsistensi Langkah Kecil untuk Kesehatan Kulit dan Tubuh


Sering kali seseorang menyalahkan produk skincare ketika tidak melihat hasil yang diinginkan, padahal mungkin akar masalahnya terletak pada pola hidup yang kurang seimbang. "'Aku pakai A, B, C, D gak cocok.' Jangan-jangan lifestyle kamu yang belum sesuai," tegas dr. Yusri.

Untuk mencapai skin barrier yang kuat dan sehat, perubahan gaya hidup tidak harus dilakukan secara drastis. "Konsepnya wellness, longevity, nggak mesti semua harus berubah cepat. Tapi kalau basic, biar lebih konsisten. Mulai dari hal yang paling kecil, paling nggak effort. Tapi yakin bahwa dirinya bisa jalan lebih panjang," jelas dr. Yusri.

Pada akhirnya, memahami kebutuhan tubuh dan menjaga konsistensi pada hal-hal mendasar-seperti bergerak, makan bernutrisi, dan istirahat cukup-adalah investasi terbaik agar kita tidak hanya berumur panjang (lifespan), tetapi juga tetap sehat, fit, dan berdaya (healthspan) dengan kulit yang terpancar sehat alami.

(Adinda Salma/eny)
...
Hide Ads