Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

London Jadi Destinasi Populer Orang Asia untuk Foto Pre Wedding

Eny Kartikawati - wolipop
Kamis, 11 Des 2014 07:27 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Ray Wu
Jakarta -

Bisnis foto pre wedding semakin menggeliat setahun belakangan ini, itulah yang dirasakan Ray Wu, seorang pemilik studio foto yang berbasis di London. Dia merasakan peningkatan klien untuk foto pre wedding di London. Sebagian besar kliennya berasal dari Asia, khususnya China.

Ray Wu memotret setidaknya 100 pasangan setiap tahunnya untuk foto pre wedding. Dan 50% dari pasangan itu datang dari luar negeri. "Sebagian besar berasal dari Asia Timur dan pasangan dari China terus bertambah," katanya seperti dikutip CNN Money.

Sara Yue dan Cole Bai adalah satu dari pasangan asal China yang terbang ke London untuk foto pre wedding. Dia rela mengeluarkan US$ 1.900 atau sekitar Rp 24 juta untuk berdiri di kawasan London di tengah cuaca yang dingin saat ini. Kenapa mereka rela melakukannya?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"London adalah tempat favorit kami. Kami menyukainya. Big Ben, London Eye adalah tempat terbaik. Di atas London eye kita bisa berdoa untuk pernikahan dan masa depan kami," kata Bai yang dengan sabar menunggu di tengah sibuknya lalu lintas kawasan Westminster Abbey untuk melakukan pemotretan pre wedding di sana.

Bai dan pasangannya, Sara Yue, mengaku mereka menabung cukup lama untuk membiayai perjalanan dari Lanzhou, China ke London. Begitu tiba di negeri Pangeran William, dia dan Sara pun harus rela bangun sejak pagi buta untuk bersiap-siap.

Ray Wu mengatakan London kini memang menjadi destinasi populer untuk foto pre wedding. Permintaan akan foto di kota tersebut melonjak beberapa tahun belakangan. Pasangan yang datang terpesona dengan bangunan-bangunan bersejarah dan pernikahan kerajaan. Beberapa pasangan seperti Yue dan Bai datang ke London karena alasan punya kenangan di kota tersebut.

Bai merupakan seorang insinyur dan Yue bekerja di sebuah perusahaan industri permesinan. Keduanya bertemu di China dan ingin membuat foto pre wedding di Inggris untuk mengenang masa-masa ketika mereka menuntut ilmu di negeri tersebut.

Foto-foto pre wedding yang dibuat di London itu nantinya akan digunakan untuk undangan, hiasan souvenir dan ditampilkan di acara pesta pernikahan. Pasangan terbang ke kota tersebut jauh-jauh hari sebelum hari-H agar pemotretan dan proses edit foto bisa berjalan maksimal. Yue dan Bai misalnya melakukan foto ini 10 bulan sebelum hari bahagia mereka.

(eny/asf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads