Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Andreas Odang Tampilkan Busana Pengantin Glamour Ala Tahun 50-an

Alissa Safiera - wolipop
Jumat, 05 Apr 2013 07:23 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Wolipop
Jakarta -

Salah satu desainer yang turut memeriahkan pembukaan pameran pernikahan Bazaar Bridal Week 2013 adalah Andreas Odang. Malam itu, ia menampilkan koleksi bertemakan 'Sweet Love' yang terinspirasi dari rasa cinta yang membahagiakan.

"Biasanya saya menampilkan sesuatu yang melankolis, romantis. Jadi kesannya yang sedih, pakai warna juga yang redup, pucat. Tapi kali ini saya ingin menampilkan sesuatu yang beda. Sesuai tema Sweet Love jadi kesannya menyenangkan, bahagia, cinta yang berapi-api," ungkap sang desainer pada Wolipop seusai konferensi pers di Grand Hyatt Hotel Pacific Place, Jakarta, Kamis (04/01/2013).

Desainer yang memulai karier dari tahun 2006 itu menampilkan 45 gaun yang terdiri dari 8 koleksi bridal dan sisanya adalah cokctail dress dan ballgown. Seluruh koleksinya itu terinspirasi dari tahun 50-an yang merupakan era 'Golden Age of Couture'. Tak heran potongan gaun yang pas badan, serta rok lebar bergaya vintage banyak menghiasi panggung runway.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di pertunjukan kali ini, Odang menampilkan gaun dengan warna yang lembut diawal pertunjukan, seperti pink pucat, ivory, lavender dan ditutup dengan warna merah yang cerah. Gaun buatan Odang tampak indah membentuk siluet tubuh para model dengan potongan yang simpel namun tetap kaya detail yang membuatnya tampak glamour.

Kemewahan gaun-gaun itu tak lepas dari material mewah seperti swarovski, taburan payet dan bahan organdi. Material lace yang jadi favoritnya juga tampak hadir untuk menggambarkan sisi feminin wanita. Tak hanya itu, ia juga membuat gaunnya kaya detail dengan teknik cut out dan detail bunga yang dibuat tangan.

Menurutnya, tren gaun pengantin di Indonesia saat ini adalah berpotongan simpel namun kaya detail, terkesan mewah dan glamor.

"Gaun Kate Middleton misalnya itu terlalu simpel untuk Indonesia. Klien biasanya lebih suka yang agak heboh dan tidak keberatan pakai gaun yang beratnya 8 kg untuk foto pre-wedding mereka atau pas nikah," tutup Odang.

(asf/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads