Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Liputan Khusus

Iri dengan Teman Membuat Banyak Wanita Ingin Nikah Muda

Arina Yulistara - wolipop
Jumat, 06 Jul 2012 08:04 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Thinkstock
Jakarta -

Masih banyak wanita Indonesia yang berencana menikah pada usia muda. Tidak sedikit pula dari mereka yang ingin menikah karena iri melihat teman-temannya sudah berkeluarga. Apalagi jika sang wanita tidak melanjutkan pendidikan dan hanya membantu orang tuanya di rumah.

"Banyak wanita yang ingin nikah muda karena lingkungan. Dia melihat teman-temannya sudah married dan dia belum. Jadi, daripada nggak sekolah dan nggak ngapa-ngapain, ya, nikah sajalah," tutur U. Kusmana atau akrab disapa Uung, Humas Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) saat berbincang dengan wolipop melalui telepon pada Rabu (04/07/2012).
 
Selain lingkungan, ekonomi menjadi alasan utama dari kasus nikah muda. Belum lagi ditambah dengan faktor budaya yang mengatakan kalau wanita tidak perlu sekolah tinggi-tinggi, toh nanti akhirnya akan bekerja di dapur juga.

Psikolog Anna Surti Ariani, S.Psi.M.Si menuturkan penyebab lainnya, yaitu karena ada tekanan dari orang tua. Hal ini tak terlepas dari pengaruh budaya di tempat dia tinggal. Wanita yang akrab disapa Nina ini menyebutkan, ada beberapa budaya di Indonesia yang mengharapkan seseorang bisa segera menikah sedini mungkin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Target hidup yang rendah juga jadi salah satu alasan seseorang menikah pada usia di bawah 20 tahun. Merasa sudah puas dengan pencapaiannya sekarang sehingga tak perlu ada lagi kualitas hidup yang perlu ditingkatkan.

"Kita ambil contoh, 'Udahlah pokoknya gaji Rp 700 ribu itu sudah tinggi banget'. Atau sekolah cukup sampai SMA saja, itu sudah luar biasa tinggi. Dengan target hidup yang rendah, dia jadi tidak melihat hal lain selain menikah," ujar Nina.

Padahal, wanita dan pria memerlukan pendidikan yang tinggi demi meningkatkan kesejahteraan hidup mereka. Untuk menggapai kesuksesan dalam pendidikan, sebaiknya pertimbangkan kembali kalau ingin menikah di bawah umur 20 tahun.

"Semakin tinggi jenjang pendidikan seseorang, semakin tua dia menunda pernikahannya. Maka dari itu, BKKBN bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuaan untuk memberikan peringatan agar perempuan menempuh sekolah yang tinggi sebagai bentuk penyetaraan gender, yang bermaksud bahwa anak perempuan dan laki-laki harus sekolah," urai pria lulusan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Islam Nusantara, Bandung ini.

Sebelum merencanakan pernikahan, sebaiknya Anda dan pasangan saling mengoreksi diri terlebih dahulu. Apakah kalian sudah benar-benar siap membangun sebuah keluarga kecil bahagia sejahtera? Pernikahan bukan hanya sekadar berhubungan seks atau hidup bersama, tapi mempersiapkan penerus Anda dengan masa depan yang lebih baik.

"Melakukan pernikahan itu adalah sesuatu yang sakral karena Anda akan menjadi pasangan yang bakal menyiapkan penerus yang harus disiapkan sebaik-baiknya. Makanya saat menikah, keduanya harus siap, baik psikis maupun fisik," tutup Uung.

(hst/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads