6 Cara Agar Pernikahan Tak Retak Karena Stres Kerja
wolipop
Selasa, 11 Okt 2011 08:03 WIB
Jakarta
-
Stres di tempat kerja bisa mempengaruhi hubungan Anda dan pasangan. Bukan tidak mungkin gara-gara stres ini, pernikahan Anda dan pasangan menjadi retak.
Menurut sebuah penelitian dari Psychologically Healthy Workplace Program, 52% pegawai mengaku mereka sulit memenuhi tuntutan pekerjaan karena tanggungjawab pada urusan rumah atau keluarga. Sementara 43% responden mengatakan tanggung jawab mereka pada urusan rumah atau keluarga tidak bisa maksimal karena dipengaruhi urusan pekerjaan. Statistik itu menunjukkan betapa orang sangat mengutamakan pekerjaannya, terutama mereka yang merasa urusan keluarganya mengganggu pekerjaan.
Psikolog Dr. Michelle Callahan melihat fenomena di atas sebagai siklus stres. Stres di tempat kerja menyebabkan seseorang menjadi stres di rumah. Stres karena melupakan urusan rumah mempengaruhi kinerja seseorang dan tentu saja meningkatkan stres mereka di tempat kerja.
Saat ini memang tidak sedikit orang yang tidak kenal waktu dalam bekerja. Tanggungjawab mereka di tempat kerja juga lebih dari satu. Pekerjaan tersebut membuat mereka harus berangkat pagi dan pulang malam. Rata-rata orang pun kini punya lebih dari satu telepon genggam.
Begitu sibuknya dengan pekerjaan, bisa jadi Anda jadi sulit menyeimbangkan antara kerja dan keluarga atau pernikahan. Padahal keseimbangan itu penting agar stres karena kedua hal tersebut berkurang. Seperti dikutip dari Huffinton Post, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi stres tersebut, seperti diungkapkan oleh Dr. Michelle Callahan, psikolog yang menulis buku 'Ms. Typed: Stop Sabotaging Your Relationships and Find Dating Success' itu:
1. Jangan Bawa Urusan Pekerjaan yang Membuat Stres ke Rumah
Berusahalah selektif untuk memisahkan mana urusan pekerjaan yang bisa Anda ceritakan pada pasangan dan mana yang disimpan sendiri. Kalau Anda lebih suka mengeluhkan semua masalah di kantor, pasangan bisa melihat Anda sebagai sosok yang suka mengeluh. Keluhan tersebut juga bisa ikut membuat pasangan stres.
2. Tenangkan Diri Setelah Pulang Kantor
Setiap orang sebaiknya menangani stresnya di tempat kerja, sebelum masuk ke dalam rumah dan disibukkan dengan urusan rumah tangga. Usahakan Anda tidak masuk ke rumah dengan mulai mengeluarkan keluhan-keluhan.
Sebelum melakukannya, coba Anda tenangkan diri, ganti baju, mandi, dan lakukan hal-hal yang bisa membuat Anda rileks, seperti bermain dengan anak, menonton televisi atau mendengarkan musik. Setelah merasa lebih tenang, kalau memang ada yang mau diceritakan pada pasangan, barulah Anda melakukannya. Tapi sekali lagi pilih masalah mana yang sebaiknya diceritakan dan mana yang disimpan sendiri.
3. Batasi Pembicaraan Soal Stres
Membicarakan masalah di kantor dengan pasangan, boleh saja Anda lakukan. Berbagi cerita memang bisa mengurangi tingkat stres Anda. Namun coba batasilah waktu diskusi tersebut.
Pembatasan ini penting karena Anda dan pasangan tidak punya cukup banyak waktu untuk dihabiskan bersama setelah pulang kerja. Jadi sebaiknya jangan habiskan semua waktu itu untuk berbagi masalah atau keluhan Anda.
4. Seimbangkan Hal Negatif dengan Hal Positif
Setelah berbicara mengenai semua masalah di kantor dengan pasangan, untuk menyeimbangkan lakukan kegiatan-kegiatan positif yang bisa membuat tingkat stres tersebut berkurang. Misalnya saja Anda bisa menonton film atau televisi sambil saling bermanja-manja. Mengobrol hal-hal yang ringan dengan saling berpelukan di tempat tidur juga bisa Anda lakukan.
5. Menjadi Pendengar yang Baik
Kalau Anda mau pasangan mendengarkan masalah yang Anda ceritakan, pastikan Anda juga melakukan hal serupa saat dia berbagi masalahnya. Dia pun akan menjadi lebih dihargai jika Anda mendengarkannya dan memberikan respon saat diperlukan. Mendengarkan kisahnya sambil Anda melihat smartphone atau menonton televisi tentu akan membuatnya merasa diacuhkan.
6. Matikan Benda-benda Elektronik
Sekarang ini banyak sekali orang yang tidak bisa lepas dari gadgetnya seperti BlackBerry dan laptop. Padahal dalam beberapa waktu tertentu Anda perlu menjauh dari benda-benda elektronik tersebut untuk bisa rileks, terutama saat Anda menghabiskan kebersamaan dengan pasangan dan anak.
Pilihlah kapan waktunya Anda harus mematikan gadget tersebut atau setidaknya batasi waktu Anda di rumah untuk 'bergaul' dengan alat-alat itu. Dengan melakukan hal itu, Anda bisa jadi lebih fokus pada urusan rumah dan keluarga.
(eny/hst)
Menurut sebuah penelitian dari Psychologically Healthy Workplace Program, 52% pegawai mengaku mereka sulit memenuhi tuntutan pekerjaan karena tanggungjawab pada urusan rumah atau keluarga. Sementara 43% responden mengatakan tanggung jawab mereka pada urusan rumah atau keluarga tidak bisa maksimal karena dipengaruhi urusan pekerjaan. Statistik itu menunjukkan betapa orang sangat mengutamakan pekerjaannya, terutama mereka yang merasa urusan keluarganya mengganggu pekerjaan.
Psikolog Dr. Michelle Callahan melihat fenomena di atas sebagai siklus stres. Stres di tempat kerja menyebabkan seseorang menjadi stres di rumah. Stres karena melupakan urusan rumah mempengaruhi kinerja seseorang dan tentu saja meningkatkan stres mereka di tempat kerja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Begitu sibuknya dengan pekerjaan, bisa jadi Anda jadi sulit menyeimbangkan antara kerja dan keluarga atau pernikahan. Padahal keseimbangan itu penting agar stres karena kedua hal tersebut berkurang. Seperti dikutip dari Huffinton Post, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi stres tersebut, seperti diungkapkan oleh Dr. Michelle Callahan, psikolog yang menulis buku 'Ms. Typed: Stop Sabotaging Your Relationships and Find Dating Success' itu:
1. Jangan Bawa Urusan Pekerjaan yang Membuat Stres ke Rumah
Berusahalah selektif untuk memisahkan mana urusan pekerjaan yang bisa Anda ceritakan pada pasangan dan mana yang disimpan sendiri. Kalau Anda lebih suka mengeluhkan semua masalah di kantor, pasangan bisa melihat Anda sebagai sosok yang suka mengeluh. Keluhan tersebut juga bisa ikut membuat pasangan stres.
2. Tenangkan Diri Setelah Pulang Kantor
Setiap orang sebaiknya menangani stresnya di tempat kerja, sebelum masuk ke dalam rumah dan disibukkan dengan urusan rumah tangga. Usahakan Anda tidak masuk ke rumah dengan mulai mengeluarkan keluhan-keluhan.
Sebelum melakukannya, coba Anda tenangkan diri, ganti baju, mandi, dan lakukan hal-hal yang bisa membuat Anda rileks, seperti bermain dengan anak, menonton televisi atau mendengarkan musik. Setelah merasa lebih tenang, kalau memang ada yang mau diceritakan pada pasangan, barulah Anda melakukannya. Tapi sekali lagi pilih masalah mana yang sebaiknya diceritakan dan mana yang disimpan sendiri.
3. Batasi Pembicaraan Soal Stres
Membicarakan masalah di kantor dengan pasangan, boleh saja Anda lakukan. Berbagi cerita memang bisa mengurangi tingkat stres Anda. Namun coba batasilah waktu diskusi tersebut.
Pembatasan ini penting karena Anda dan pasangan tidak punya cukup banyak waktu untuk dihabiskan bersama setelah pulang kerja. Jadi sebaiknya jangan habiskan semua waktu itu untuk berbagi masalah atau keluhan Anda.
4. Seimbangkan Hal Negatif dengan Hal Positif
Setelah berbicara mengenai semua masalah di kantor dengan pasangan, untuk menyeimbangkan lakukan kegiatan-kegiatan positif yang bisa membuat tingkat stres tersebut berkurang. Misalnya saja Anda bisa menonton film atau televisi sambil saling bermanja-manja. Mengobrol hal-hal yang ringan dengan saling berpelukan di tempat tidur juga bisa Anda lakukan.
5. Menjadi Pendengar yang Baik
Kalau Anda mau pasangan mendengarkan masalah yang Anda ceritakan, pastikan Anda juga melakukan hal serupa saat dia berbagi masalahnya. Dia pun akan menjadi lebih dihargai jika Anda mendengarkannya dan memberikan respon saat diperlukan. Mendengarkan kisahnya sambil Anda melihat smartphone atau menonton televisi tentu akan membuatnya merasa diacuhkan.
6. Matikan Benda-benda Elektronik
Sekarang ini banyak sekali orang yang tidak bisa lepas dari gadgetnya seperti BlackBerry dan laptop. Padahal dalam beberapa waktu tertentu Anda perlu menjauh dari benda-benda elektronik tersebut untuk bisa rileks, terutama saat Anda menghabiskan kebersamaan dengan pasangan dan anak.
Pilihlah kapan waktunya Anda harus mematikan gadget tersebut atau setidaknya batasi waktu Anda di rumah untuk 'bergaul' dengan alat-alat itu. Dengan melakukan hal itu, Anda bisa jadi lebih fokus pada urusan rumah dan keluarga.
(eny/hst)











































