Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Gegara Inflasi, Warga Korea Kini Malu Kasih Rp 500 Ribu Saat Kondangan

Eny Kartikawati - wolipop
Jumat, 15 Mei 2026 09:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto pernikahan Park Min Young dan Na In Woo, pasangan drama Korea Marry My Husband
Ilustrasi pasangan menikah di Korea Selatan. Foto: dok. tvN
Jakarta -

Tradisi memberi uang kondangan sebesar 50 ribu won atau sekitar Rp 550 ribu di Korea Selatan perlahan mulai ditinggalkan. Inflasi berkepanjangan dan biaya pernikahan yang makin mahal membuat banyak tamu malu memberikan 50 ribu won saat kondangan.

Berdasarkan analisis NH NongHyup Bank terhadap 5,33 juta transaksi uang kondangan, dari 1,15 juta nasabah selama 2023 hingga 2025, persentase tamu yang memberi 50 ribu won turun dari 46,5% menjadi 42,3%. Sebaliknya, pemberian uang kondangan 100 ribu won naik dari 36,1% menjadi 39,7%.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Seperti dikutip dari KoreaHerald, rata-rata uang kondangan juga terus meningkat. Pada 2023, rata-rata tamu memberi 110 ribu won, lalu naik menjadi 114 ribu won pada 2024 dan 117 ribu won tahun lalu. Dalam dua tahun, kenaikannya mencapai sekitar 7%.

Selama ini, 50 ribu won dianggap nominal standar yang wajar untuk kondangan di Korea Selatan. Namun kini, jumlah tersebut mulai dianggap terlalu kecil. Tekanan sosial untuk memberi lebih besar juga meningkat seiring naiknya harga katering, gedung pernikahan, hingga berbagai biaya resepsi lainnya.

Foto pernikahan Park Min Young dan Na In Woo, pasangan drama Korea Marry My HusbandFoto pernikahan Park Min Young dan Na In Woo, pasangan drama Korea Marry My Husband Foto: dok. tvN

Survei lain bahkan menunjukkan bahwa 100 ribu won atau sekitar Rp 1,2 juta mulai dianggap sebagai standar baru uang kondangan. Dalam survei terhadap 844 pekerja kantoran yang dilakukan platform rekrutmen Incruit pada Mei 2025, sebanyak 60,1% responden menilai 100 ribu won adalah nominal yang pantas diberikan untuk rekan kerja satu tim yang tidak terlalu dekat.

Data bank tersebut juga menemukan peningkatan pemberian uang kondangan dalam nominal fantastis, yakni lebih dari 10 juta won. Tren ini diduga berkaitan dengan insentif pajak baru terkait pernikahan dan kelahiran anak.

Menurut laporan, transaksi senilai 10 juta won meningkat dari 0,22% menjadi 0,36% antara 2023 hingga 2025. Sementara pemberian di atas 10 juta won juga naik dari 2,95% menjadi 3,17%.

Melalui program pengurangan pajak baru yang mulai berlaku pada 2024, seseorang bisa menerima potongan pajak hadiah hingga 150 juta won untuk aset yang diberikan orang tua atau kakek-nenek dalam periode dua tahun sebelum atau sesudah pernikahan, maupun dua tahun setelah kelahiran anak.

Laporan itu juga mencatat rata-rata uang kondangan tertinggi berada di Seoul karena biaya persiapan pernikahan di kota tersebut relatif mahal, mulai dari sewa gedung, bridal shop, hingga studio foto. Rata-rata uang kondangan di Seoul mencapai 134 ribu won atau sekitar Rp 1,6 juta. Disusul Busan sebesar 128 ribu won atau sekitar Rp 1,5 juta, Gwangju sebesar 124 ribu won atau sekitar Rp 1,45 juta, dan Incheon sebesar 119 ribu won atau sekitar Rp 1,4 juta.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads