Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Nikah Muda Tingkatkan Risiko Gangguan Mental

wolipop
Senin, 05 Sep 2011 14:58 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Beberapa waktu lalu, dunia hiburan dikagetkan dengan pernikahan aktor serial TV 'Lost' Doug Hutchison (51 tahun) dengan seorang gadis belia Courtney Stodden (16 tahun). Meskipun banyak yang terkejut, namun hal ini bagi beberapa orang tergolong biasa, karena menurut laporan dari Pusat Kontrol Penyakit tahun 2002 di Amerika, sekitar 6% wanita di Amerika menikah di usia 18-an.

Melanjutkan studi tersebut, kini para peneliti menemukan bahwa ada gangguan mental dari menikah muda. Dilansir oleh jurnal Pediatrics, perempuan yang menikah di bawah 18 tahun, mudah mengalami gangguan mental, termasuk depresi, kecemasan, dan gangguan bipolar. Mereka juga lebih mudah ketagihan alkohol, narkoba dan nikotin. Dr Yann Le Strat yang memimpin studi ini terkejut dengan fakta 'beban pernikahan' yang ditemukannya.

"Risiko gangguan mental naik hingga 41%. Pernikahan dini bisa dianggap sebagai penyebab trauma psikologis yang utama," ujar Dr Yann kepada Huffington Post. Studi dilakukan kepada 18,000 perempuan muda yang berpartisipasi dalam survei alkohol dan kondisi terkait. Mereka yang menikah muda, datang dari etnis kulit hitam dan Alaska yang berpendidikan rendah, tinggal di pedalaman dengan penghasilan rendah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Layli Miller-Muro, direktur dari Tahirih Justice Center (organisasi yang melawan kekerasan berbasis gender) menambahkan bahwa pernikahan dini dengan pernikahan yang dipaksakan/dijodohkan adalah dua hal yang berbeda. Ia juga menganggap bahwa studi tersebut tidak mengulik konteks sosial. Sehingga ada perbedaan besar ketika seorang anak dipaksakan menikah dan tidak bahagia dengan yang memang bersedia untuk menikah dan bahagia.

Walaupun demikian, banyak ahli yang melihat hal ini sebagai awal riset yang baik. Dr Steven Meyers, profesor psikologi di Roosevelt University menambahkan, "Studi ini menyediakan awal riset yang baik, karena selama ini kita tidak akan berpikir hal ini akan terjadi di Amerika. Namun artikel ini masih harus ditunjang dengan pembelajaran dari aspek yang lain seperti tingkat kedewasaan anak perempuan yang menikah muda hingga segala hal tentang hubungan asmara mereka."



(fer/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads