Mahasiswa Bisa Dapat Uang Hanya dengan BAB di Kampus Ini

Rahmi Anjani - wolipop Selasa, 13 Jul 2021 11:44 WIB
ilustrasi toilet Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta -

Buang air besar umumnya tak pernah dianggap sebagai sesuatu yang spesial apalagi bisa menghasilkan uang. Tapi para mahasiswa di Korea Selatan bisa dibayar hanya dengan buang hajat. Berkat sebuah percobaan yang dilakukan seorang dosen, mereka bisa paling tidak membeli kopi dari melakukan rutinitas tersebut di sebuah toilet canggih. Adalah BeeVi, sebuah alat yang bisa mengubah kotoran manusia menjadi energi.

Seorang profesor teknik di Ulsan National Institute of Science and Technology (UNIST) baru-baru ini mendesain sebuah toilet ramah lingkungan. Toilet tersebut telah dihubungkan dengan laboratorium yang akan mengubah kotoran untuk bisa memproduksi biogas dan pupuk kandang. Orang-orang yang mau 'menyumbang' pun akan diberi upah berupa bitcoin atau uang virtual.

Bagaimana cara kerjanya? Feses para partisipan akan dikirim ke sebuah tangki bawah tanah yang sekaligus membuatnya tidak banyak membuang air. Setelah itu, mikroorganisme akan mengurai kotoran tersebut menjadi gas metana lalu menjadi sumber energi untuk gedung. Gas itu nantinya bisa menggerakkan alat-alat seperti kompor, ketel air, dan lain-lain.

"Jika kita berpikir di luar kebiasaan, feses punya nilai berharga untuk membuat energi dan pupuk kandang. Aku memakai nilai tersebut untuk sirkulasi yang ekologis," ungkap Profesor Cho Jae Weon.

Menurut Profesor Cho setiap harinya kebanyakan orang bisa menghasilkan pembuangan yang cukup untuk mengisi daya handphone bahkan menjadi bahan tenaga untuk mobil.

Untuk mengumpulkan bahan bakarnya, dosen itu menghadiahkan setiap mahasiswa yang berpartisipasi dengan uang virtual 'Ggool' senilai 10 koin. Koin itu pun nantinya dapat digunakan untuk membeli berbagai barang di kampus, seperti kopi, mie instan, buah, bahkan buku.

"Aku hanya pernah berpikir bahwa feses itu kotor tapi sekarang itu adalah barang berharga yang punya nilai tinggi untukku ku. Aku bahkan membicarakannya saat makan selagi berpikir ingin membeli buku yang aku mau," kata mahasiswa bernama Heo Hui Jin.

[Gambas:Youtube]




(ami/ami)