Hibur Pasien Kanker, Pria Ini Ciptakan Cermin Agar Kita Selalu Senyum

Arina Yulistara - wolipop Jumat, 27 Okt 2017 18:40 WIB
Foto: Istimewa Foto: Istimewa

Jakarta - Teknologi yang semakin canggih membuat orang berinovasi membuat berbagai hal unik, termasuk 'cermin senyum' ini. Seorang desainer interior asal Turki, Berk Ilhan, membuat cermin yang hanya berfungsi kalau penggunanya tersenyum. Cermin ini memang diciptakan agar kita selalu senyum.

Tujuan Berk meluncurkan cermin berteknologi tersebut untuk menghibur pasien kanker. Dengan harapan, saat mereka tersenyum di depan cermin bisa membuat perasaan orang yang baru divonis kanker merasa lebih baik. Berk menuturkan kalau senyum bisa mengalirkan energi positif ke dalam diri mereka.

"Saya bertemu dengan temanku yang terkena kanker. Dia mengatakan kepada saya pada hari pertama setelah didiagnosis sulit untuk melihat wajahnya dicermin karena mengetahui bahwa dia menderita kanker. Dengan cermin ini, ekspresi wajah kita akan mempengaruhi perasaan kita. Jika kita melenturkan otot wajah untuk tersenyum maka otak akan berpikir bahwa semuanya baik-baik saja dan kita merasa lebih bahagia," ujar Berk seperti dilansir dari Oddity Central.

Pria yang mengambil gelar masternya di School of Visual Arts, New York, Amerika Serikat itu, membuat cermin kayu yang dilengkapi dengan kamera di dalamnya. Terdapat teknologi pengenal wajah sehingga permukaan cermin bisa terlihat ketika gerakan senyuman terdeteksi.
Hibur Pasien Kanker, Pria Ini Ciptakan Cermin Agar Kita Selalu SenyumFoto: Istimewa

Berk menghabiskan waktu berminggu-minggu datang ke rumah sakit kanker di Turki untuk berbincang dengan pasien dan dokter. Ia merasa pasien kanker butuh dukungan moral dari lingkungan sekitar.

"Saya belajar dari situ, dukungan moral dan sosial sangat penting untuk mengubah cara pandang pasien agar lebih positif serta tidak stres," kata Berk.

Berk mengaku menghabiskan waktu selama kurang lebih dua tahun untuk merancang dan mengembangkan cermin tersebut. Gagasan awalnya bagaimana bisa membuat para pasien itu tersenyum. Menurut penelitian yang dikenal sebagai hipotesis facial feedback, senyum yang dipaksa tetap bisa membuat perasaan lebih baik.

Tertawa dikaitkan dengan peningkatan fungsi sistem imun dan beberapa peneliti mengklaim itu dapat memperpanjang hidup kita. Berk berharap dengan hadirnya cermin itu bisa meringankan stres para pasien kanker. Bahkan ia berniat untuk menyumbangkan cermin ke rumah sakit jika dananya mencukupi.

Untuk saat ini, cermin dibanderol dengan harga yang cukup mahal sekitar US$ 2 ribu hingga US$ 3 ribu atau mulai dari Rp 27 jutaan. Meski ada niat baik di balik pembuatannya, cermin belum bisa diterima sepenuhnya karena harga yang mahal.
(aln/agm)