Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Kalung Ini Bisa 'Mengomel' Jika Pemakainya Makan Terlalu Banyak

wolipop
Selasa, 10 Mar 2015 13:40 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

ist.
Jakarta -

Mengontrol asupan kalori dengan membatasi makanan yang dikonsumsi merupakan salah satu cara untuk menjaga berat badan tetap ideal. Sayangnya tidak semua orang bisa mengetahui, atau lebih tepatnya tidak sadar kalau makanan yang disantapnya sudah melebihi batas kecukupan kalori yang dibutuhkan.

Untuk itu, telah dikembangkan sebuah alat canggih untuk membantu mengontrol agar makan tak berlebihan. Gadget terbaru ini berbentuk kalung choker yang diberi nama WearSens.

Kalung yang disebut sebagai 'diet choker' ini diklaim bisa memonitor apa pun yang masuk dari mulut ke tenggorokan, dan memberi peringatan jika pemakainya sudah makan terlalu banyak. WearSens sendiri berbentuk seperti lingkaran metal berwarna silver yang dikenakan di leher.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada bagian tengahnya terdapat sensor untuk mendeteksi getaran di tenggorokan yang bisa membedakan apakah Anda sedang makan atau minum. Kalung ini terhubung dengan aplikasi smartphone yang akan bergetar ketika asupan kalori Anda sudah melebihi batas jumlah kalori yang diperlukan dalam sehari.

Tidak hanya itu, kalung canggih yang dikembangkan para peneliti dari University of California, Los Angeles ini juga mendeteksi jenis makanan apa yang dimakan. Jika si pemakai memakan makanan tidak sehat terlalu banyak, maka WearSens juga akan bergetar.

Produk yang belum akan dipasarkan secara komersil ini telah diuji coba pada 30 sukarelawan. Sejauh ini, hasilnya dilaporkan cukup akurat.

Seperti dikutip dari Daily Mail, tim peneliti yang mengembangkan kalung canggih tersebut menjelaskan, WearSens bisa bekerja karena setiap jenis makanan menghasilkan pola getaran yang berbeda saat berada di dalam tenggorokan. Sehingga alat ini bisa mendeteksi makanan yang dikonsumsi lewat piezoelectric, yaitu sensor yang mendeteksi perubahan tekanan pada gerakan leher maupun tenggorokan.

Saat diuji coba dengan beberapa jenis makanan, kalung ini bisa membedakan antara makanan padat dan cair, atau minuman panas dan dingin. Gadget ini juga bisa membedakan antara makanan bertekstur keras dan lembut dengan tingkat akurasi hingga 75 persen.

Saat digunakan, alat akan meminta beberapa informasi terkait dengan si pemakai. Mulai dari usia, tinggi dan berat badan serta tujuan dia memakai kalung tersebut. Apakah untuk menurunkan berat badan atau menjaga berat badannya yang sekarang agar tidak naik lagi.

Kemudian setelah dikenakan, sensor akan memberitahu apa saja yang telah si pemakai makan, kecepatan mengunyah dan menelan serta memberikan saran mengenai pola makan yang benar. Makan sehat haruslah memberi energi yang cukup. Tidak lebih tidak kurang yang bisa membuat tubuh lemas (karena kekenyangan atau kelaparan).

(hst/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads