Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Gaya 'Lady Boss' Melania Trump di Meeting PBB Usai AS Serang Iran

Kiki Oktaviani - wolipop
Selasa, 03 Mar 2026 10:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

U.S. first lady Melania Trump presides over a United Nations Security Council meeting, at U.N. headquarters in New York City, U.S., March 2, 2026. REUTERS/Jeenah Moon
Foto: REUTERS/Jeenah Moon
Jakarta -

Melania Trump mencuri perhatian saat tiba di markas besar United Nations (PBB) di New York, Senin (2/3/2026). Kehadirannya bukan sekadar agenda diplomatik biasa. Melania mencetak sejarah sebagai ibu negara pertama yang memimpin pertemuan di UN Security Council.

Dalam momen bersejarah itu, Melania tampil dengan gaya 'lady boss' yang tegas dan serius. Ibu Negara 55 tahun itu mengenakan setelan wol abu-abu gelap yang disebut-sebut dari Dior, yang terdiri dari blazer dan rok pensil sepanjang lutut.

Siluetnya dibuat semakin tegas dengan ikat pinggang kulit hitam. Penampilannya dilengkapi sepatu hak hitam yang diduga dari Christian Louboutin, rambut terurai bergelombang, dan makeup mata smokey. Keseluruhan tampilannya memberi kesan serius.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melania hadir bersama Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, dan dijadwalkan menekankan peran pendidikan dalam membangun toleransi dan perdamaian dunia. Dalam keterangan resmi dari kantornya, isu tersebut menjadi fokus utama yang ingin ia soroti di forum internasional itu.

US First Lady Melania Trump chairs a meeting of the United Nations Security Council at UN Headquarters in New York on March 2, 2026. (Photo by CHARLY TRIBALLEAU / AFP)Melania Trump memimpin pertemuan Dewan Keamanan (DK) PBB.. (Photo by CHARLY TRIBALLEAU / AFP) Foto: AFP/CHARLY TRIBALLEAU

Kunjungan ini terjadi hanya dua hari setelah Presiden AS, Donald Trump, melancarkan Operasi Epic Fury di Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei serta sejumlah pejabat tinggi lainnya. Hingga kini, Melania belum memberikan komentar publik terkait langkah militer sang suami tersebut.

ADVERTISEMENT

Tak lama sebelum sesi PBB dimulai, duta besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, mengatakan bahwa sangat memalukan dan munafik bagi AS untuk mengadakan pertemuan tentang melindungi anak-anak selama perang, sementara mereka melancarkan serangan ke kota-kota Iran yang padat penduduk.

"Bagi Amerika Serikat, 'melindungi anak-anak' dan 'menjaga perdamaian dan keamanan internasional' jelas berarti sesuatu yang sangat berbeda dari apa yang tercantum dalam Piagam PBB," kata Iravani kepada wartawan, seperti dikutip dari detiknews.

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads