Kaos Kaki High Tech Ini Bisa Ajarkan Pemakainya Berdansa
wolipop
Jumat, 27 Des 2013 09:00 WIB
Jakarta
-
Kaos kaki kini tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap busana saja. Dengan kecanggihan teknologi, fashion item yang satu ini bisa mengajarkan pemakainya berdansa.
Sebuah perusahaan asal Amerika telah menciptakan gadget futuristik yang awalnya bertujuan untuk membantu atlet lari meningkatkan kemampuan berlarinya. Tapi ternyata mereka juga menemukan bahwa teknologi yang ditanamkan pada kaos kaki tersebut bisa dikembangkan untuk mengajarkan orang berdansa, main golf bahkan membantu melatih wanita bagaimana berjalan menggunakan high heels dengan lebih baik.
Rahasianya ada pada bahan berteknologi tinggi yang secara kasat mata terlihat seperti kain pada umumnya. Kaos kaki ini juga bisa dicuci layaknya pakaian normal lainnya. Namun kainnya terbuat dari serat khusus yang bisa memonitor pergerakan kaki pemakainya.
Kaos kaki ini memiliki sensor yang akan merekam setiap gerakan dan mengirimkannya lewat transmitter berupa gelang yang dipasang di kaki ke smartphone. Lalu aplikasi 'pelatih virtual' yang telah di-install pada smartphone akan menganalisa informasi yang dikirimkan tersebut dan memberitahu pemakai gerakan-gerakan yang salah, kemudian membantunya meningkatkan teknik gerak kaki. Kaos kaki ini nantinya akan dipasarkan secara massal sebagai alat olahraga lari pada Maret 2014.
Davide Vigano, kepala manufaktur Heapsylon, perusahaan yang menciptakan kaos kaki tersebut mengatakan, "Idenya adalah menciptakan teknologi yang bisa sesuai dengan kebiasaan kita hidup. Mulai dari ski, football, berasepeda dan golf, semuanya bisa dilatih dengan kaos kaki ini."
Tidak hanya aktivitas olahraga. Davide juga mengatakan kaos kaki tersebut bisa digunakan untuk kegiatan apapun yang menggunakan banyak gerak kaki. "Bahkan ada pria dari Argentina yang ingin menggunakannya untuk berlatih tango. Juga bisa dipakai di dalam high heels untuk membantu wanita berjalan dengan aman," ujar Davide, seperti dikutip dari Daily Mail.
Kaos kaki high tech ini terbuat dari benang-benang yang berfungsi sebagai sensor. Sensor tersebut akan bereaksi begitu merasakan tekanan dari kaki saat dikenakan. Ada tiga titik tekanan yang akan mengaktifkan sensor, yaitu di sekitar jempol kaki, kelingking dan tumit.
Data dari sensor tersebut kemudian dikumpulkan oleh gelang yang dikenakan di pergelangan kaki, lalu diteruskan ke smartphone lewat Bluetooth. Kaos kaki ini dikembangkan untuk pelari agar penggunanya bisa merekam secara akurat seberapa jauh dan cepat dia berlari, juga seberapa bagus performanya.
Aplikasi yang telah di-download ke smartphone kemudian akan memberitahu pengguna ketika dia sudah cukup pemanasan, terlalu banyak berlari dengan bertumpu pada jari kaki atau tumit, atau berlari di bawah ritme optimal yang disarankan. Semua informasi tersebut bisa diketahui pengguna melalui headphone yang dipasang di telinga. Selain memaksimalkan performa lari, informasi yang disampaikan lewat kaos kaki ini juga mengurangi risiko kerusakan pada persendian dan mencegah cedera.
(hst/rma)
Sebuah perusahaan asal Amerika telah menciptakan gadget futuristik yang awalnya bertujuan untuk membantu atlet lari meningkatkan kemampuan berlarinya. Tapi ternyata mereka juga menemukan bahwa teknologi yang ditanamkan pada kaos kaki tersebut bisa dikembangkan untuk mengajarkan orang berdansa, main golf bahkan membantu melatih wanita bagaimana berjalan menggunakan high heels dengan lebih baik.
Rahasianya ada pada bahan berteknologi tinggi yang secara kasat mata terlihat seperti kain pada umumnya. Kaos kaki ini juga bisa dicuci layaknya pakaian normal lainnya. Namun kainnya terbuat dari serat khusus yang bisa memonitor pergerakan kaki pemakainya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Davide Vigano, kepala manufaktur Heapsylon, perusahaan yang menciptakan kaos kaki tersebut mengatakan, "Idenya adalah menciptakan teknologi yang bisa sesuai dengan kebiasaan kita hidup. Mulai dari ski, football, berasepeda dan golf, semuanya bisa dilatih dengan kaos kaki ini."
Tidak hanya aktivitas olahraga. Davide juga mengatakan kaos kaki tersebut bisa digunakan untuk kegiatan apapun yang menggunakan banyak gerak kaki. "Bahkan ada pria dari Argentina yang ingin menggunakannya untuk berlatih tango. Juga bisa dipakai di dalam high heels untuk membantu wanita berjalan dengan aman," ujar Davide, seperti dikutip dari Daily Mail.
Kaos kaki high tech ini terbuat dari benang-benang yang berfungsi sebagai sensor. Sensor tersebut akan bereaksi begitu merasakan tekanan dari kaki saat dikenakan. Ada tiga titik tekanan yang akan mengaktifkan sensor, yaitu di sekitar jempol kaki, kelingking dan tumit.
Data dari sensor tersebut kemudian dikumpulkan oleh gelang yang dikenakan di pergelangan kaki, lalu diteruskan ke smartphone lewat Bluetooth. Kaos kaki ini dikembangkan untuk pelari agar penggunanya bisa merekam secara akurat seberapa jauh dan cepat dia berlari, juga seberapa bagus performanya.
Aplikasi yang telah di-download ke smartphone kemudian akan memberitahu pengguna ketika dia sudah cukup pemanasan, terlalu banyak berlari dengan bertumpu pada jari kaki atau tumit, atau berlari di bawah ritme optimal yang disarankan. Semua informasi tersebut bisa diketahui pengguna melalui headphone yang dipasang di telinga. Selain memaksimalkan performa lari, informasi yang disampaikan lewat kaos kaki ini juga mengurangi risiko kerusakan pada persendian dan mencegah cedera.
(hst/rma)
Kesehatan
Stop Abai dengan Area Kewanitaan! Gummy Feminine Care Bisa Kamu Konsumsi untuk Jaga Dari Dalam
Hobi dan Mainan
Ngabuburit Lebih Bermakna dengan Mewarnai Bareng Anak yang Seru & Edukatif dengan Pensil Warna Andalan!
Hobi dan Mainan
Roaming R002 vs A055, Koper Stylish Ringan & Kuat yang Siap Temani Liburan dan Perjalanan Kamu!
Home & Living
Toilet Auto Kinclong Sat Set dengan Sikat WC yang Angkat Noda Membandel
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Mesin Canggih Ini Bisa 'Memandikan' Manusia dalam 15 Menit, Harganya Rp6 M
Bantal Ini Dirancang Khusus untuk Tempat Berteriak, Diklaim Bisa Redakan Stres
Kumpulan Caption Estetik IG Bahasa Inggris yang Keren
Studi: Digital Detox Bikin Otak 10 Tahun Lebih Muda, Begini Caranya
7 Cara Mengatasi Kecanduan Smartphone Demi Kesehatan Mental
Most Popular
1
Selebriti di Dubai Panik Usai Serangan Rudal Iran, 'Malam Terburuk dalam Hidup'
2
Ningning aespa Jadi Human Gucci, Bikin Ngakak Sempat Salah Masuk Mobil
3
Tren Makeup Kikay Viral di Medsos, Serba Pink dan Cute
4
Tepis Rumor Rambut Botak, Harry Styles Pakai Sepatu Balet Chanel di Brit Awards
5
Siapa Putri Khamenei yang Ikut Tewas dalam Serangan AS-Israel ke Iran?
MOST COMMENTED











































