Navigate, Jaket Stylish yang Bantu Pemakainya Agar Tidak Tersesat di Jalan
Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Rabu, 13 Nov 2013 14:03 WIB
Jakarta
-
Tidak banyak orang yang ahli dalam membaca peta, terutama wanita. Menurut penelitian, pria memang lebih jago membaca peta ketimbang wanita. Namun inovasi terbaru ini memungkinkan wanita tidak mudah tersesat saat bepergian ke tempat yang asing.
Perusahaan berbasis fashion dan teknologi asal Sydney, Australia telah menciptakan jaket navigasi yang dilengkapi dengan unit GPS, tertanam di bagian lengannya. Jaket yang diberi nama Navigate ini akan bergetar begitu Anda sudah sampai atau mendekati tempat tujuan.
Saat pemakainya berjalan, mengendarai mobil/motor atau bersepeda, lengan kiri maupun kanan akan bergetar untuk memberitahu jalan mana yang harus dilalui. Jika bergetar di lengan atau bahu kiri, maka pemakainya harus belok kiri. Begitupun sebaliknya, jika lengan kanan yang bergetar berarti belok kanan.
"Teknologi yang ditanamkan dalam jaket sangat halus dan tidak terlihat. Jadi tidak mengganggu kenyamanan. Lebih penting lagi, desain jaketnya pun cukup menarik. Terbuat dari garmen yang tidak hanya mengutamakan fungsi tapi juga fashionable untuk retail," kata Ben Moir, salah satu pendiri Wearable Experiments, perusahaan yang mendesain jaket Navigate, seperti dikutip dari Daily Mail.
Untuk membuat jaket tersebut, sirkuit elektronik dan LED dijahitkan ke dalam bagian lengan. Pemakainya harus memrogram terlebih dahulu tempat tujuan mereka menggunakan aplikasi mapping custom-made yang terkoneksi tanpa kabel ke jaket. Saat pemakainya bergerak, LED pada lengan jaket akan menyala untuk memberitahu arah mana yang sedang mereka tuju.
Setiap lengan jaket dilengkapi lima lampu. Semakin dekat pemakainya ke tempat tujuan, lampu-lampu tersebut akan mati satu per satu. Saat pemakai harus berbelok, lengan tersebut akan 'menepuk' (dengan getaran) bahunya.
Wearable Experiments berencana merilis jaket ini di kota-kota besar di Eropa, melalui fashion blogger dan situs fashion. Navigate akan dipasarkan secara terbatas, namun belum diketahui berapa item yang akan tersedia, lokasi penjualan, tanggal rilis maupun harganya.
Billie Waterhouse, desainer di balik jaket inovatif ini mengaku terinspirasi dari beberapa aplikasi navigasi Android dan iPhone seperti Foursquare. Ia juga menambahkan aplikasi Amble milik Louis Vuitton. Aplikasi ini memungkinkan pemakainya menyimpan memori saat bepergian dan menandai tempat-tempat favoritnya.
(hst/asf)
Perusahaan berbasis fashion dan teknologi asal Sydney, Australia telah menciptakan jaket navigasi yang dilengkapi dengan unit GPS, tertanam di bagian lengannya. Jaket yang diberi nama Navigate ini akan bergetar begitu Anda sudah sampai atau mendekati tempat tujuan.
Saat pemakainya berjalan, mengendarai mobil/motor atau bersepeda, lengan kiri maupun kanan akan bergetar untuk memberitahu jalan mana yang harus dilalui. Jika bergetar di lengan atau bahu kiri, maka pemakainya harus belok kiri. Begitupun sebaliknya, jika lengan kanan yang bergetar berarti belok kanan.
"Teknologi yang ditanamkan dalam jaket sangat halus dan tidak terlihat. Jadi tidak mengganggu kenyamanan. Lebih penting lagi, desain jaketnya pun cukup menarik. Terbuat dari garmen yang tidak hanya mengutamakan fungsi tapi juga fashionable untuk retail," kata Ben Moir, salah satu pendiri Wearable Experiments, perusahaan yang mendesain jaket Navigate, seperti dikutip dari Daily Mail.
Untuk membuat jaket tersebut, sirkuit elektronik dan LED dijahitkan ke dalam bagian lengan. Pemakainya harus memrogram terlebih dahulu tempat tujuan mereka menggunakan aplikasi mapping custom-made yang terkoneksi tanpa kabel ke jaket. Saat pemakainya bergerak, LED pada lengan jaket akan menyala untuk memberitahu arah mana yang sedang mereka tuju.
Setiap lengan jaket dilengkapi lima lampu. Semakin dekat pemakainya ke tempat tujuan, lampu-lampu tersebut akan mati satu per satu. Saat pemakai harus berbelok, lengan tersebut akan 'menepuk' (dengan getaran) bahunya.
Wearable Experiments berencana merilis jaket ini di kota-kota besar di Eropa, melalui fashion blogger dan situs fashion. Navigate akan dipasarkan secara terbatas, namun belum diketahui berapa item yang akan tersedia, lokasi penjualan, tanggal rilis maupun harganya.
Billie Waterhouse, desainer di balik jaket inovatif ini mengaku terinspirasi dari beberapa aplikasi navigasi Android dan iPhone seperti Foursquare. Ia juga menambahkan aplikasi Amble milik Louis Vuitton. Aplikasi ini memungkinkan pemakainya menyimpan memori saat bepergian dan menandai tempat-tempat favoritnya.
(hst/asf)











































