66 % Orang Mengaku Tak Bisa Hidup Tanpa Ponselnya
wolipop
Selasa, 08 Mei 2012 18:07 WIB
Jakarta
-
Sekarang ini, makin banyak orang yang terobsesi pada ponselnya. Survei terbaru menunjukkan, 66 persen orang mengalami Nomophobia, sebutan untuk sindrom tak bisa hidup tanpa ponsel.
Jumlah persentase itu terungkap setekah SecurEnvoy meneliti 1.000 orang Inggris tentang seberapa besar ketergantungan mereka pada ponselnya. Usia muda, antara 18-24 tahun merupakan kelompok usia yang paling 'kecanduan' terhadap ponsel mereka. Sebanyak 77 persen dari mereka mengaku tidak bisa berada jauh-jauh (dari ponselnya) lebih dari satu menit. Sementara untuk kelompok usia 25-34 tahun, mencapai 68 persen.
Studi tersebut juga menunjukkan, rata-rata orang mengecek ponselnya 34 kali sehari, dan 75 persen menggunakan ponsel saat berada di kamar mandi. Dengan alasan, banyak orang mengibaratkan ponsel sebagai pengganti surat kabar yang lebih modern.
Jumlah orang yang terjangkit 'Nomophobia' rupanya meningkat hingga 13 persen. Dalam penelitian yang serupa empat tahun lalu, persentase orang yang mengaku mengidap 'phobia' aneh ini hanya 53 persen.
"Dibandingkan dengan penelitian empat tahun lalu, terlihat jumlah orang yang terobsesi dengan ponsel meningkat," ujar Andy Kemshall, salah satu pendiri SecurEnvoy seperti dikutip dari Daily Mail.
Dia juga mengungkapkan, berbeda dengan penelitian sebelumnya dimana yang lebih banyak terkena sindrom 'Nomophobia' adalah pria, kini justru para wanita yang banyak terjangkit. Temuan lainnya menunjukkan ada 49 persen orang yang kesal ketika pesan-pesan teks di ponselnya terbaca oleh pasangannya. Namun banyak di antara mereka yang malas mengunci ponselnya.
Untuk diketahui, Nomophobia merupakan singkatan dari no mobile phobia. Perangkat mobile di sini dapat diartikan beragam. Namun berdasarkan survei, sebagian besar kekhawatiran yang timbul adalah ketika para pengguna tersebut tidak berdekatan dengan ponsel.
Dilansir detikINET, Nomophobia tidak membahayakan asal masih dalam tahap wajar. Namun jika kecemasan yang melanda sudah pada tingkat yang sangat parah, ini bisa mengganggu psikologi.
Apakah Anda termasuk Nomophobia? Ini tanda-tanda yang perlu diwaspadai:
- Tidak sanggup mematikan atau menon-aktifkan ponsel
- Secara obsesif terus mengecek apakah ada missed call, email atau pesan teks yang masuk
- Mengisi ulang baterai dalam jarak waktu yang berdekatan
- Tidak bisa meninggalkan ponsel bahkan saat Anda ke kamar mandi
Lalu apakah ada cara untuk mengatasinya? Nomophobia bisa diobati dengan cara terapi menggunakan ponsel seperlunya secara terus menerus. Simak beberapa tips mengatasi kecanduan ponsel, di sini.
(hst/hst)
Jumlah persentase itu terungkap setekah SecurEnvoy meneliti 1.000 orang Inggris tentang seberapa besar ketergantungan mereka pada ponselnya. Usia muda, antara 18-24 tahun merupakan kelompok usia yang paling 'kecanduan' terhadap ponsel mereka. Sebanyak 77 persen dari mereka mengaku tidak bisa berada jauh-jauh (dari ponselnya) lebih dari satu menit. Sementara untuk kelompok usia 25-34 tahun, mencapai 68 persen.
Studi tersebut juga menunjukkan, rata-rata orang mengecek ponselnya 34 kali sehari, dan 75 persen menggunakan ponsel saat berada di kamar mandi. Dengan alasan, banyak orang mengibaratkan ponsel sebagai pengganti surat kabar yang lebih modern.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dibandingkan dengan penelitian empat tahun lalu, terlihat jumlah orang yang terobsesi dengan ponsel meningkat," ujar Andy Kemshall, salah satu pendiri SecurEnvoy seperti dikutip dari Daily Mail.
Dia juga mengungkapkan, berbeda dengan penelitian sebelumnya dimana yang lebih banyak terkena sindrom 'Nomophobia' adalah pria, kini justru para wanita yang banyak terjangkit. Temuan lainnya menunjukkan ada 49 persen orang yang kesal ketika pesan-pesan teks di ponselnya terbaca oleh pasangannya. Namun banyak di antara mereka yang malas mengunci ponselnya.
Untuk diketahui, Nomophobia merupakan singkatan dari no mobile phobia. Perangkat mobile di sini dapat diartikan beragam. Namun berdasarkan survei, sebagian besar kekhawatiran yang timbul adalah ketika para pengguna tersebut tidak berdekatan dengan ponsel.
Dilansir detikINET, Nomophobia tidak membahayakan asal masih dalam tahap wajar. Namun jika kecemasan yang melanda sudah pada tingkat yang sangat parah, ini bisa mengganggu psikologi.
Apakah Anda termasuk Nomophobia? Ini tanda-tanda yang perlu diwaspadai:
- Tidak sanggup mematikan atau menon-aktifkan ponsel
- Secara obsesif terus mengecek apakah ada missed call, email atau pesan teks yang masuk
- Mengisi ulang baterai dalam jarak waktu yang berdekatan
- Tidak bisa meninggalkan ponsel bahkan saat Anda ke kamar mandi
Lalu apakah ada cara untuk mengatasinya? Nomophobia bisa diobati dengan cara terapi menggunakan ponsel seperlunya secara terus menerus. Simak beberapa tips mengatasi kecanduan ponsel, di sini.
(hst/hst)
Elektronik & Gadget
SONY WF-1000XM5 Noise Cancelling True Wireless Earbuds, True Wireless Premium dengan Noise Cancelling Paling Serius di Kelasnya!
Perawatan dan Kecantikan
Rekomendasi Sunscreen Lokal Favorit yang Wajib Dicoba di Bulan Ramadan Supaya Kulit Tetap Terjaga dari Sinar Matahari!
Perawatan dan Kecantikan
Pori-Pori Tetap Bersih & Wajah Lebih Fresh di Bulan Ramadan dengan Clay Mask Korea Favorit!
Hobi dan Mainan
Bikin Playground Sendiri di Rumah! Kolam Mandi Bola Ini Bisa Jadi Area Main Favorit Anak
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Mesin Canggih Ini Bisa 'Memandikan' Manusia dalam 15 Menit, Harganya Rp6 M
Bantal Ini Dirancang Khusus untuk Tempat Berteriak, Diklaim Bisa Redakan Stres
Kumpulan Caption Estetik IG Bahasa Inggris yang Keren
Studi: Digital Detox Bikin Otak 10 Tahun Lebih Muda, Begini Caranya
7 Cara Mengatasi Kecanduan Smartphone Demi Kesehatan Mental
Most Popular
1
8 Foto Chuando Tan Pria Paling Awet Muda, Ultah ke-60 Tahun Wajah Bak 30 Tahun
2
Foto: Kate Moss Kembali ke Catwalk Gucci, Seksi Pakai Gaun G-String
3
Pesona Natural Steffi Zamora Usai Lewati Flamingo Era, Makin Glowing & Fresh
4
10 Artis Korea yang Paling Laku Jadi Bintang Iklan, Byeon Woo Seok No. 1
5
Baju Lebaran 2026
Tren Dress Lebaran 2026 di Tanah Abang: Motif Floral & Etnik, Busui Friendly
MOST COMMENTED











































