Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Awas! Jadi Dokter Berisiko Bunuh Diri

wolipop
Senin, 12 Mei 2008 16:39 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Jakarta - Menjadi dokter menjadi impian banyak orang. Profesi itu dianggap profesi yang mulia dan tinggi derajatnya karena dapat menyelamatkan hidup manusia. Namun tak selamanya profesi dokter itu menyenangkan. Sebuah survey menunjukkan bahwa dokter memiliki keinginan serta risiko bunuh diri lebih besar dibanding profesi lain.

Menurut data, 300-400 dokter di Amerika Serikat melakukan bunuh diri setiap tahunnya. Tekanan pekerjaan yang berlebihanlah yang biasa menjadi alasannya. Dari keseluruhan jumlah pekerja yang bunuh diri sekitar 70 persennya berprofesi sebagai dokter.

Ironisnya, para dokter itu biasanya bunuh diri dengan menegak obat-obatan. Para dokter itu tahu persis dosis yang digunakan untuk membuat jantungnya berhenti. Saat melakukan bunuh diri, ia juga tahu cara kerja obat serta bagian-bagian tubuh yang akan diserang oleh obat tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi yang menyedihkan itu membuat asosiasi dokter Amerika Serikat
membuat suatu perkumpulan untuk mengatasi dokter yang mengalami tekanan
dan memiliki keinginan untuk bunuh diri.

(kee/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads