G-Spot, Nyata atau Fiksi?
wolipop
Senin, 21 Jan 2008 12:09 WIB
Jakarta
-
Keberadaan G-Spot atau titik kepuasan masih diperdebatkan keberadaannya sampai saat ini. Sebagian menganggap titik itu memang benar adanya, sebagian lain tidak percaya. Paula Hall, seorang terapis psikoseksual memberikan pendapatnya.
Menurut Paula, jika titik itu benar-benar ada, besarnya sekitar 2,5 cm-5 cm dan terletak di dinding vagina. Titik itu bisa dirasakan dengan cara menyentuhkan jari, namun jika tidak, berarti ukurannya lebih kecil dari ukuran tersebut.
G-spot adalah singkatan dari Grafenberg Spot, diambil dari nama seorang dokter ahli kandungan yang menemukan titik kepuasan tersebut pada tahun 1944, Ernst Grafenberg. Demikian dilansir detikhot dari BBC, Senin (21/1/2008).
Jika didefinisikan, G-spot adalah titik yang memiliki sensitifitas yang tinggi serta peka rangsangan. Karena itulah titik itu disebut sebagai titik kenikmatan, pada wanita ketika melakukan hubungan seksual.
Yang perlu diketahui, tidak semua wanita merasakan sensasi yang sama ketika sedang bercinta dengan pasangannya. Beberapa wanita memang mengaku mereka dapat berejakulasi saat G-spotnya mendapat rangsangan. Sebagian lagi berpendapat, tidak semua posisi bercinta dapat merangsang G-spot mereka, hanya posisi tertentu saja.
Namun beberapa fakta juga menyebutkan bahwa jika seorang wanita memaksakan untuk merangsang G-spotnya, yang terjadi malah rasa sakit pada alat kelaminnya. Rangsangan yang berlebihan akan menimbulkan pendarahan juga kemandulan.
Jadi sebenarnya, keberadaan dan ukuran serta bentuk dari G-Spot atau titik kenikmatan tiap-tiap orang tidak diketahui secara pasti. Tidak bisa disamaratakan reaksi satu orang dengan orang yang lain saat bercinta. Lagi pula G-spot hanyalah salah satu hal yang menyenangkan ketika berhubungan seks. Masih banyak hal menyenangkan lain yang bisa Anda nikmati ketika bercinta dengan pasangan. (aak/yla)
Menurut Paula, jika titik itu benar-benar ada, besarnya sekitar 2,5 cm-5 cm dan terletak di dinding vagina. Titik itu bisa dirasakan dengan cara menyentuhkan jari, namun jika tidak, berarti ukurannya lebih kecil dari ukuran tersebut.
G-spot adalah singkatan dari Grafenberg Spot, diambil dari nama seorang dokter ahli kandungan yang menemukan titik kepuasan tersebut pada tahun 1944, Ernst Grafenberg. Demikian dilansir detikhot dari BBC, Senin (21/1/2008).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang perlu diketahui, tidak semua wanita merasakan sensasi yang sama ketika sedang bercinta dengan pasangannya. Beberapa wanita memang mengaku mereka dapat berejakulasi saat G-spotnya mendapat rangsangan. Sebagian lagi berpendapat, tidak semua posisi bercinta dapat merangsang G-spot mereka, hanya posisi tertentu saja.
Namun beberapa fakta juga menyebutkan bahwa jika seorang wanita memaksakan untuk merangsang G-spotnya, yang terjadi malah rasa sakit pada alat kelaminnya. Rangsangan yang berlebihan akan menimbulkan pendarahan juga kemandulan.
Jadi sebenarnya, keberadaan dan ukuran serta bentuk dari G-Spot atau titik kenikmatan tiap-tiap orang tidak diketahui secara pasti. Tidak bisa disamaratakan reaksi satu orang dengan orang yang lain saat bercinta. Lagi pula G-spot hanyalah salah satu hal yang menyenangkan ketika berhubungan seks. Masih banyak hal menyenangkan lain yang bisa Anda nikmati ketika bercinta dengan pasangan. (aak/yla)











































