Takut Gemuk? Kurangi Konsumsi Garam
wolipop
Kamis, 16 Nov 2006 15:00 WIB
Jakarta
-
Bagi penyuka rasa asin, garam pastinya jadi perasa wajib di setiap makanan yang akan dinikmati. Tapi bagi yang punya ketakutan pada kegemukan, mending pikir dua kali deh untuk memakannya. Mau tahu kenapa?Seperti yang pernah kita bahas sebelumnya, selain pendingin ruangan alias AC, garam rupanya juga berpotensi untuk menaikkan berat badan lho. Ini juga ada hubungannya dengan kurangnya kita mengonsumsi minuman berenergi setiap hari.Masakan tanpa garam memang akan terasa hambar dan kemungkinan kurang sedap. Namun jika Anda cukup protektif terhadap berat badan, seharusnya mulai sekarang Anda mulai memperhatikan berapa banyak kadar garam dalam makanan."Meningkatnya konsumsi garam telah memerankan peranan penting dari konsumsi minuman ringan dan ini juga akan meningkatkan penerimaan energi. Mengkonsumsi minuman manis dalam jumlah besar akan berhubungan dengan bertambahny berat badan dan risiko terkena diabetes," tulis Dr Heikki Karppanen dari Universitas Helsinki dan Dr Eero Mervaala dari Universitas Koupio seperti dilansir dari health24, Senin (13/11/2006).Seseorang yang mengalami kegemukan juga biasanya mudah berisiko terserang penyakit lain seperti serangan jantung dan diabetes.Sebuah studi dari Finlandia juga turut membuktikan penelitian ini. Mereka menemukan di negara Karppanen dan Mervaala, 30 sampai 35 persen dari jumlah penduduk negeri itu mengonsumsi garam dalam waktu 30 tahun. Dari angka-angka tersebut 75 hingga 80 persennya diduga menderita serangan stoke dan serangan jantung.Mereka juga melaporkan angka ini terus meningkat dalam durasi 6 sampai 7 tahun. Semakin tinggi tingkat konsumsi garam ini juga akan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.Sementara itu di Amerika, para ilmuan melaporkan sejak pertengahan tahun 80-an tingkat konsumsi garam memang meningkat. Dari rata-rata 10,2 gram perhari jadi lebih dari 15 gram perharinya. Angka ini memperlihatkan peningkatkan konsumsi garam sebesar 55 persen.Hampir sama dengan Amerika, di Inggris dan Irlandia hampir 80 persen garam diperoleh dari makanan yang diolah. Dua puluh persen dari daging dan produk olahannya, serta 35 persen dari sereal dan produk sereal.Nah, kalau khawatir berat badan akan bertambah, mulai sekarang sebaiknya kurangi konsumsi garam. Menjaga lebih dini akan lebih baik dibandingkan harus susah payah menurunkan bobot yang berlebihan, bukan? (yla/ana)
Kesehatan
Minuman Ungu yang Bermanfaat! Review Lengkap BITOVIN Cuka Buah Bit untuk Jantung & Penambah Darah
Perawatan dan Kecantikan
Cuma Pakai Alat Ini, Bulu Mata Bisa Terlihat Lebih Panjang dan Terangkat
Perawatan dan Kecantikan
Rahasia Kulit Glowing dari Toner Beras! Dua Produk Ini Lagi Banyak Dicari
Perawatan dan Kecantikan
Bulu Mata Badai untuk Bukber! 3 Fake Lashes Ini Bikin Tatapan Auto On Point
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Bukan Malam Hari, Ini Waktu Terbaik untuk Bercinta Menurut Pakar
Survei Ungkap 3 Posisi Bercinta Favorit Milenial, Didominasi Gaya Klasik
6 Seafood yang Bisa Tingkatkan Performa Seks Pria Jika Rutin Dikonsumsi
Studi: Rutin Bercinta 2 Kali Seminggu Kurangi Risiko Sakit Jantung pada Pria
Dokter Ungkap Rahasia Agar PD Saat Bercinta: Rawat Area Intim Ini
Most Popular
1
Sosialita Petra Ecclestone Syok, Ungkap Detik-Detik Rudal Iran Hantam Dubai
2
Tren Mukena Lebaran 2026: Premium Bordir Cantik dan Travel Praktis Lagi Hits
3
Ramalan Zodiak 2 Maret: Capricorn Jangan Spekulasi, Pisces Hindari Kebohongan
4
7 Alasan Makan Kurma Saat Sahur Bikin Nggak Mudah Lemas
5
Model Ini Diburu Anggota Kartel Setelah Kematian Gembong Narkoba El Mencho
MOST COMMENTED











































