ADVERTISEMENT

4 Jenis Orgasme Pada Wanita, Tidak Selalu Lewat Penetrasi

Kiki Oktaviani - wolipop Senin, 04 Jul 2022 19:30 WIB
ilustrasi orang tua dana anak Foto: iStock
Jakarta -

Bukan rahasia umum lagi bahwa tidak sedikit wanita yang sulit mencapai orgasme saat bercinta. Fakta menyebutkan bahwa orgasme pada wanita lebih lama dan sulit terjadi ketimbang pria akibat berbagai faktor. Namun, tidak selamanya orgasme didapat hanya lewat penetrasi.

Beberapa hal yang membuat wanita sulit mencapai klimaks karena setiap tubuh wanita merespons secara berbeda terhadap berbagai stimulasi seks. Mereka juga memiliki preferensi tertentu tentang cara-cara yang dia sukai ketika mendapatkan rangsangan seksual.

Faktor emosi dan mood sangat berperan dalam proses bercinta sampai wanita mendapatkan orgasme. Ketika dia merasa relaks dan nyaman atau mendapatkan cukup stimulasi seks, maka akan lebih mudah bagi wanita untuk orgasme. Sebaliknya apabila yang dia rasakan justru kecemasan, gelisah, tidak percaya diri dan kekhawatiran tak bisa memuaskan pasangan, akan sulit bagi wanita untuk mencapai klimaks.

Meski begitu, orgasme pada wanita bisa didapatkan lewat berbagai rangsangan, tidak mutlak hanya dari penetrasi seksantara penis dan vagina. Faktanya, wanita memiliki banyak titik rangsangan seks yang bisa membuatnya orgasmehanya dengan sentuhan.

Seperti dikutip dari Mirror, berikut ini tipe-tipe orgasme pada wanita menurut pakar seks.

1. Orgasme Puting Payudara

Puting payudara adalah salah satu area paling sensitif terhadap stimulasi seks. Di area ini juga berpusat syaraf-syaraf pusat yang ketika mendapat rangsangan seks, akan dirasakan juga hingga area vagina.

Pada beberapa wanita, stimulasi pada puting payudara bisa mengantarkan wanita pada kenikmatan orgasme, yang sama seperti ketika penetrasi seks. Menstimulasi puting payudara untuk membantu mendapatkan orgasme bisa dilakukan dengan beberapa cara seperti menggunakan lidah atau jari-jari tangan.

2. Orgasme Klitoris

Tipe orgasme ini bisa didapatkan lewat stimulasi klitoris pada wanita. Klitoris merupakan organ seksual yang terdapat dalam vagina dan sering kali disebut sebagai 'penis wanita' karena bentuknya yang memanjang. Hanya saja, klitoris memanjang ke dalam vagina, bukan memanjang keluar seperti pada penis pria.

Berdasarkan studi yang diterbitkan dalam jurnal NeuroQuantology, orgasme klitoris digambarkan sebagai sebuah sensasi yang tajam, membuncah dan singkat sebagai hasil dari stimulasi pada klitoris. Stimulasi bisa dilakukan dengan gerakan jari atau alat lain seperti dildo atau vibrator.

3. Coregasm

Mendapatkan orgasme tanpa penetrasi, masturbasi atau stimulasi seks bisa saja dialami wanita. Wanita mampu mengalami orgasme saat dia berolahraga. Fenomena ini biasa disebut dengan istilah coregasm.

Hasil studi dari University of India, orgasme saat olahraga mungkin saja terjadi dan 40 persen wanita pernah mengalaminya. Studi tersebut mengungkapkan bahwa olahraga yang melibatkan otot perut seperti crunch dan squat berpotensi membuat wanita merasakan orgasme.

Coregasm juga bisa terjadi ketika wanita melakukan beberapa gerakan yoga yan melibatkan area perut dan pelvis. Masih dari hasil penelitian yang sama, dilaporkan 20 persen wanita mengaku bahwa yoga membantu mereka mendapatkan orgasme.

4. Orgasme Vaginal

Menurut studi di jurnal NeuroQuantology, orgasme vaginal hanya bisa dicapai lewat penetrasi seks dan bukan stimulasi klitoris atau puting. Orgasme vaginal juga didefinisikan sebagai sensasi klimaks yang dirasakan menjalar ke seluruh tubuh ketika penetrasi seks.

Seperti dilansir Huffington Post, orgasme vaginal biasanya berlangsung lebih lama daripada orgasme klitoris yang biasanya hanya bertahan beberapa detik. Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan Journal of Sexual Medicine, semakin lama penetrasi seks, akan semakin besar kemungkinan wanita mendapatkan orgasme yang luar biasa.



Simak Video "Alasan Acara Ngunduh Mantu Kaesang-Erina Bukan di Graha Saba Buana"
[Gambas:Video 20detik]
(kik/kik)