6 Gaya Hubungan Suami Istri yang Dilarang Dalam Islam, Ada Anal Seks

Arina Yulistara - wolipop Kamis, 05 Mei 2022 21:30 WIB
The Close-up of the happy an Asian couple is lying in bed together. They meet each others eyes showing love. Foto: Getty Images/iStockphoto/Pongtep Chithan

Jakarta -

Kehidupan seks yang memuaskan menjadi salah satu kunci pernikahan harmonis. Untuk itu, lakukan variasi gaya hubungan suami istri agar pernikahan selalu langgeng.

Bagi kamu yang Muslim, ada beberapa gaya hubungan suami istri yang dilarang dalam Islam. Apa saja gaya hubungan suami istri yang dilarang dalam Islam?

Sebelum membahas mengenai gaya hubungan suami istri yang dilarang dalam Islam, Allah SWT berfirman lewat surat Al Baqarah ayat 223 mengenai gaya hubungan suami istri dalam Islam. Para suami dianjurkan untuk memilih gaya hubungan suami istri dalam Islam yang memang baik bagimu.

نِسَاۤؤُكُمْ حَرْثٌ لَّكُمْ ۖ فَأْتُوْا حَرْثَكُمْ اَنّٰى شِئْتُمْ ۖ وَقَدِّمُوْا لِاَنْفُسِكُمْ ۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّكُمْ مُّلٰقُوْهُ ۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِيْنَ

Artinya:

"Istri-istrimu adalah ladang bagimu, maka datangilah ladangmu itu kapan saja dan dengan cara yang kamu sukai. Dan utamakanlah (yang baik) untuk dirimu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu (kelak) akan menemui-Nya. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang yang beriman."

Ada beberapa gaya hubungan suami istri yang dilarang dalam Islam karena bisa berdampak buruk bagimu maupun pasangan. Berikut beberapa gaya hubungan suami istri yang dilarang dalam Islam karena bisa berdampak negatif padamu dikemudian hari:

1. Bersetubuh Saat Haid

Salah satu gaya hubungan suami istri yang dilarang dalam Islam adalah bersetubuh saat sedang haid. Sesuai firman Allah SWT yang tertuang dalam surat Al Baqarah ayat 222 yang berbunyi;

وَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْمَحِيْضِ ۗ قُلْ هُوَ اَذًىۙ فَاعْتَزِلُوا النِّسَاۤءَ فِى الْمَحِيْضِۙ وَلَا تَقْرَبُوْهُنَّ حَتّٰى يَطْهُرْنَ ۚ فَاِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوْهُنَّ مِنْ حَيْثُ اَمَرَكُمُ اللّٰهُ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ - ٢٢٢

Artinya:

"Dan mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang haid. Katakanlah, "Itu adalah sesuatu yang kotor." Karena itu jauhilah istri pada waktu haid; dan jangan kamu dekati mereka sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, campurilah mereka sesuai dengan (ketentuan) yang diperintahkan Allah kepadamu. Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri."

2. Bercinta pada Siang Hari Saat Bulan Ramadan

Gaya hubungan suami istri yang dilarang dalam Islam lainnya jika bersetubuh pada siang hari saat bulan Ramadan. Berhubungan seks saat masih puasa Ramadan tidak hanya batal puasa tapi juga berdosa.

Jika gaya hubungan suami istri yang dilarang dalam Islam ini dilakukan maka harus membayar denda (kaffara) jika berhubungan intim dengan suami di siang hari saat bulan Ramadan. Apa dendanya?

Berdasarkan buku 'Fiqih Lima Mazhab' yang ditulis oleh Muhammad Jawad Mughniyah, hukum denda yang dimaksud bisa berupa berpuasa dua bulan berturut-turut atau memberikan makan kepada orang miskin. Hal ini juga disebutkan dalam sebuah hadist;

أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: أَتَى رَجُلٌ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: هَلَكْتُ، وَقَعْتُ عَلَى أَهْلِي فِي رَمَضَانَ، قَالَ: أَعْتِقْ رَقَبَةً قَالَ: لَيْسَ لِي، قَالَ: فَصُمْ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ قَالَ: لاَ أَسْتَطِيعُ، قَالَ: فَأَطْعِمْ سِتِّينَ مِسْكِينًا

Artinya:

"Abu Hurairah meriwayatkan, ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW lantas berkata, "Celakalah aku! Aku mencampuri istriku (siang hari) di bulan Ramadan. Beliau bersabda, "Merdekakanlah seorang hamba sahaya perempuan." Dijawab oleh laki-laki itu, "Aku tidak mampu." Beliau kembali bersabda, "Berpuasalah selama dua bulan berturut-turut." Dijawab lagi oleh laki-laki itu, "Aku tak mampu." Beliau kembali bersabda, "Berikanlah makanan kepada enam puluh orang miskin." (HR. Bukhari)

3. Bersetubuh Melalui Dubur

Bersetubuh melalui dubur termasuk salah satu gaya hubungan suami istri yang dilarang dalam Islam. Larangan gaya hubungan suami istri yang dilarang dalam Islam seperti bersetubuh lewat dubur pernah diriwayatkan dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW bersabda;

"Terlaknat siapa saja yang mendatangi istrinya pada duburnya." (HR. Abu Dawud (2162)

"Allah SWT tidak memandang laki-laki yang menyetubuhi istrinya pada duburnya." (HR. Ahmad (2/344) dan At-Tarmidzi (1/218))

"Barang siapa menggauli wanita yang sedang haid atau wanita pada duburnya, atau mendatangi dukun lalu mempercayainya, maka ia telah kafir kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad."

(eny/eny)