Gosip Mampu Buat Orang Lebih Sehat
wolipop
Selasa, 23 Mei 2006 15:23 WIB
Jakarta
-
Ternyata kegiatan ngegosip atau membicarakan orang lain bukanlah kegiatan tanpa manfaat. Sebuah studi membuktikan hidup seseorang akan lebih sehat jika dibumbui dengan gosip.Adalah Jennifer Bosson PhD dan rekan-rekannya yang melakukan penelitian ini sejak ia masih berkerja di departemen psikologi Universitas Oklahoma. Dari penelitian ini Jennifer dan timnya malah menemukan banyak sekali pengaruh positif yang bisa diperoleh dari gosip.Kebanyakan orang bersosialisasi dengan pembahasan yang tengah hangat dibicarakan. Dengan ini interaksi seseorang terhadap yang lainnya jadi meningkat. Bahkan seorang yang tak dikenal pun bisa menjadi lawan interaksinya dengan bebas. Apalagi topik yang dibicarakan diketahui secara luar oleh khalayak. Misalnya gosip orang kenamaan atau selebritis.Gosip bisa juga dikatakan sebagai kegiatan ngomongin orang. Karena biasanya objek pembicaraan tak ada ditengah-tengah percakapan. Untuk mendapatkan hasil yang konkret, para pakar ini pun melakukan tiga kali penelitian.Penelitian pertama, 30 orang mengindetifikasi orang yang biasanya digosipkan adalah orang terdekat mereka. Hanya dengan menyebutkan inisial nama saja, percakapan gosip ini bisa berlangsung dengan seru.Dari penelitian ini pengaruh negatif cenderung lebih besar dibandingkan hal-hal positifnya. Padahal mereka sendiri tak menyadari bahwa membicarakan orang itu buruk akibatnya.Penelitian kedua melibatkan 88 orang pelajar. Penelitian kedua pun menunjukkan hasil yang hampir sama dengan penelitian pertama. Namun rupanya dari penelitian kedua ini banyak pelajar yang mengaku mendapatkan banyak teman baru dari bahan gosip yang diketengahkan. Bukankah itu hasil yang positif?Seperti dilansir detikhot dari Web Md, Selasa (23/5/2006) penelitian ketiga menunjukkan hasil yang berbeda. Para peserta diminta mendengarkan percakapan dua tokoh fiktif yaitu Melissa dan Brad. Setelah itu mereka diminta untuk membagi kelompok, siapa yang menyukai Brad dan siapa yang tidak menyukai Brad.Kedua kelompok ini masing-masing diminta untuk bergosip bersama teman satu grupnya. Disini terlihat, mereka yang punya kesamaan pendapat bisa berbaur dengan cepat. Hal ini membuka pikiran mereka tentang seseorang. Tak disangkal lagi ini menyehatkan. Dimana komunikasi akan terus berjalan seiring dengan banyaknya gosip yang berkembang."Kami tak menyangkal kebiasaan menggosip ini bisa melukai perasaan, menimbulkan konflik juga masalah. Namun dari penelitian diperoleh satu kesepakatan ada timbal balik antara pegosip dan yang digosipkan," tulis Jennifer.Banyak orang beranggapan gosip adalah isapan jempol belaka. Namun studi lain juga telah membuktikan bahwa 86% berita gosip itu benar adanya. Apalagi gosip seputaran masalah selebritis yang makin marak belakangan ini.Gosip selebritis pun terbukti bisa mendongkrak rasa percaya diri dan membantu Anda mengatasi permasalahan hidup.Jadi bagaimanapun juga banyak aspek positif dari gosip. Mereka saling berbagi, berkomunikasi dan menimbulkan kedekatan secara personal. Hal ini tentunya membuat orang lebih sehat dan bergairah. (yla/)











































