5 Mitos Seputar Seks Oral yang Sering Dipercaya Orang

Hestianingsih - wolipop Jumat, 24 Jul 2020 21:30 WIB
ilustrasi seks oral Ilustrasi seks oral. Foto: Thinkstock
Jakarta -

Seks oral menjadi salah satu alternatif aktivitas seks yang kerap dilakukan pasangan untuk menghindari kejenuhan bercinta. Namun banyak mitos dan anggapan seputar seks oral yang belum bisa dipastikan kebenarannya.

Mitos-mitos berikut ini, sudah terbukti keliru. Cari tahu agar kamu tidak salah langkah memberi atau menerima kenikmatan dengan suami/istri.

1. Semakin Dalam Seks Oral, Semakin Hebat Kenikmatannya

Mitos menyebutkan semakin dalam penetrasi seks oral ke dalam mulut, maka sensasinya akan lebih hebat. Anggapan ini menimbulkan pemahaman bahwa seks oral harus dilakukan sedalam mungkin agar kenikmatannya lebih maksimal. Jika kamu sanggup melakukannya untuk pasangan, mungkin menjadi sebuah 'bakat terpendam'. Tapi belum tentu diperlukan.

Jika kamu sanggup, silakan dilakukan tapi janganlah memaksakan diri apabila hal itu membuat tidak nyaman apalagi sampai menyakiti tenggorokan. Seks haruslah menjadi aktivitas yang timbal balik, artinya bisa dinikmati pasangan maupun Anda sendiri.

2. Seks Oral Bukanlah Seks yang Sebenarnya

Bagi sebagian wanita, bercinta dengan wajah saling berhadapan terasa lebih intim ketimbang seks oral. Beberapa juga menganggap seks oral bukanlah seks yang sebenarnya sehingga tidak akan menularkan penyakit kelamin seperti siphilis, herpes, kanker serviks atau trikomoniasis. Namun seks oral masih berpotensi menularkan penyakit kelamin tersebut karena ada pertukaran cairan tubuh dari penis ke mulut, dan sebaliknya.

3. Wajar Jika Pria Memaksakan Gerakan Wanita Saat Seks Oral

Beberapa pria suka mendorong kepala pasangannya saat seks oral, untuk membantu penetrasi lebih dalam. Sebenarnya bukan masalah wajar atau tidak, tapi apakah tindakan itu bisa diterima pasangan yang melakukan seks oral.

Faktanya, mendorong kepala saat seks oral bukanlah sebuah keharusan tapi lebih kepada preferensi. Jika kamu makin terangsang, maka itu hal yang bagus. Tapi apabila justru membuatmu merasa aneh atau tidak nyaman jangan ragu untuk memintanya berhenti.

4. Seks Oral Harus Dilakukan Agar Bercinta Lebih Maksimal

Kembali lagi ke masalah preferensi. Seks oral tidak harus dilakukan untuk menciptakan aktivitas seksual yang lengkap. Ada kalanya seks oral bisa memberi kenikmatan lebih sebagai foreplay, ada pula yang menganggap seks oral sebagai pelengkap setelah bercinta. Namun tak sedikit juga yang berpendapat tidak perlu melakukan seks oral di setiap sesi bercinta.

5. Seks Oral Bikin Wanita Terlihat Seksi

Faktanya, tidak juga. Definisi seksi sangat tergantung dari cara pandang masing-masing individu dan itu bisa berbeda-beda. Menjadi seksi, tak harus dengan selalu memberikan seks oral kepada pasangan. kamu bisa tetap tampil seksi saat bercinta dengan kepercayaan diri yang dimiliki.



Simak Video "Video Dahsyatnya Ledakan di Beirut Terekam Saat Prewedding"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)