Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Pil KB Turunkan Gairah Seks

wolipop
Senin, 02 Jan 2006 16:14 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Jakarta - Apakah belakangan ini pasangan anda kurang bergairah? Hal itu mungkin saja karena ia menggunakan pil KB. Menurut sebuah penelitian, alat kontrasepsi itu bisa menyebabkan turunnya gairah seks wanita.Penelitan sebelumnya mengatakan gairah seks pengguna pil KB bisa kembali normal setelah empat minggu atau satu bulan berhenti mengonsumsi pil tersebut. Dalam penelitian terbaru yang dilakukan ahli Endocrinologist dari Denver, Colorado, Amerika Serikat, Dr. Claudia Panzer, membantahnya.Menurut Panzer, gairah seks wanita akan meningkat lagi setelah satu tahun berhenti menggunakan pil KB. Bukan satu bulan.Selama satu tahun, hormon testosteron berusaha kembali ke titik normal setelah bertahun-tahun atau berbulan-bulan (tergantung berapa lama anda mengonsumsi pil KB) ditekan jumlahnya oleh bahan-bahan kimia yang terkandung dalam pil tersebut. Sekedar informasi, hormon testosteron merupakan hormon yang bisa membangkitkan gairah baik itu pada pria maupun wanita.Lebih lanjut Panzer mengatakan, pengguna pil KB memiliki tingkat Sex Hormone Binding Globulin (SHBG)-menghentikan tubuh memproduksi testosteron-empat kali lebih tinggi ketimbang yang bukan pengguna. Demikian detikhot lansir dari Sunday Times, Senin (2/1/2006).Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Sexual Medicine ini dilakukan terhadap 124 pasien wanita yang datang ke klinik Panzer. Mereka merupakan wanita-wanita yang memiliki masalah seksual. Setengah dari pasien tersebut menggunakan pil KB. Sedangkan sisanya, sebanyak 39 orang sudah berhenti dan 23 orang lainnya tidak pernah memakai pil KB. Para peneliti mengukur tingkat SHBG dalam waktu tujuh tahun, setiap tiga bulan sekali.Namun menurut wakil dari Britain's Family Planning Association, hasil temuan Panzer itu sebaiknya jangan langsung ditelan mentah-mentah. Sebab, banyak hal lain yang bisa jadi ukuran menurunnya gairah seks seseorang."Mungkin saja hal itu karena dipengaruhi gaya hidup. Bisa karena stres, terlalu banyak makan jenis makanan tertentu atau mengosumsi minum-minuman keras secara berlebihan," ujarnya. (eny/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads