Frekuensi Ideal Bercinta Bagi Pasangan Menurut Pakar dan Penelitian

Hestianingsih - wolipop Rabu, 01 Jul 2020 21:30 WIB
Beautiful loving couple kissing in bed. beautiful young couple lying together on the bed. Romantic young couple in love lying on bed. Beautiful couple smiling in bed. Ilustrasi pasangan bercinta. Foto: Getty Images/iStockphoto/stefanamer
Jakarta -

Beberapa pasangan ada yang bercinta dua hingga tiga kali seminggu, namun ada pula yang hanya satu bulan sekali, bahkan berbulan-bulan tidak berhubungan seks. Sebenarnya seperti apa frekuensi bercinta yang ideal itu?

Menurut Kinsey Institute di Indiana University, frekuensi bercinta yang normal tergantung dari usia masing-masing orang. Organisasi yang khusus meneliti tentang seksualitas dan hubungan asmara ini menyebutkan bahwa idealnya, orang dengan usia 18 hingga 29 tahun rata-rata berhubungan seks 112 kali setahun, atau 9 kali dalam sebulan.


Di rentang usia yang lebih matang, 30 sampai 39 tahun, rata-rata bercinta 86 kali setahun atau 7 kali sebulan, dan 40 hingga 49 tahun ke atas umumnya 69 kali per tahun atau sekitar 6 kali sebulan. Berdasarkan studi dari Kinsey Institute mengungkapkan 13 persen pasangan menikah bercinta hanya beberapa kali dalam setahun.

Sementara itu 45 persen bercinta beberapa kali dalam sebulan, 34 persen dua sampai tiga kali seminggu, dan tujuh persen lebih dari empat kali seminggu. Hasil penelitian, sebenarnya tidak bisa diterapkan 'mentah-mentah' sebagai acuan yang tetap.

Frekuensi seks untuk menentukan apakah sebuah hubungan seks berkualitas memang tidak ada pakemnya. Namun yang terpenting di sini bukan seberapa sering Anda dan pasangan bercinta, melainkan konsistensi.


"Selama frekuensi bercinta konsisten, tidak menjadi masalah. Jika Anda absen bercinta dalam waktu lama, maka sempatkanlah. Harus ada yang mengambil inisiatif agar absen bercinta tidak terlalu lama dan menjaga kehidupan bercinta tetap pada jalurnya," jelas psikoterapis asal Chicago, Kelley Kitley, L.C.S.W., seperti dikutip dari Women's Health.

Namun satu hal yang perlu diingat, rutin bercinta memang membawa dampak positif. Tapi lain hal nya jika Anda dan pasangan terlalu sering berhubungan seks. Hal-hal baik sekalipun jika dilakukan secara berlebihan berpotensi membawa dampak negatif.


Menurut terapis seks Kat Van Kirk, salah satu atau keduanya bisa mengalami ruam-ruam kemerahan, iritasi bahkan lecet akibat penetrasi yang terlalu sering tanpa disertai lubrikasi cukup. Sementara dampak negatifnya secara mental, jika gairah seksual antara Anda dan pasangan tak sejalan, akan menjadi beban bagi salah satu pihak yang hasrat seksnya lebih rendah. Entah itu dari pihak istri maupun suami.

Frekuensi bercinta dikatakan berlebihan apabila salah satu dari Anda sudah merasa tidak nyaman, mengalami masalah fisik seperti yang disebutkan di atas atau urusan lain menjadi terbengkalai karena Anda dan pasangan terlalu fokus dengan hubungan seks.



Simak Video "Video Dahsyatnya Ledakan di Beirut Terekam Saat Prewedding"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)