Audio Porn Populer Kala Pandemi, Lepas Stres dengan Dengar Kisah Erotis

Hestianingsih - wolipop Rabu, 03 Jun 2020 21:30 WIB
Cute Smiling Female Listening to Music with Headphones in Car Ilustrasi wanita memakai headphone. Foto: Thinkstock
Jakarta -

Terlalu lama berdiam di rumah karena lockdown dan pembatasan sosial membuat orang mencari hiburan agar lepas dari rasa bosan. Nonton film atau serial secara streaming, main game, nge-gym di rumah sampai mencoba resep masakan baru jadi beberapa cara yang bisa dilakukan selama masa karantina.

Kini orang mulai mencari alternatif lain untuk mengusir bosan dan stres karena berbulan-bulan terkungkung di rumah. Tren yang booming saat ini adalah audio porn.

Forbes melaporkan audio porn melonjak popularitasnya di masa lockdown karena pandemi virus Corona. Imbas dari tak bisa kemana-mana untuk liburan atau bepergian, orang-orang pun mencari keintiman, pelarian dan kesenangan lewat audio porn.

Fenomena ini mulai terlihat di Amerika Utara dan Eropa pada Maret 2020 dan semakin banyak saja peminatnya seiring berjalannya waktu. Audio porn atau audio erotica dinilai sebagai sebuah media yang pas untuk menjaga kesehatan mental di tengah pandemi.

Cute Smiling Female Listening to Music with Headphones in CarIlustrasi wanita memakai earphone. Foto: iStock


Dipsea, aplikasi yang menawarkan cerita-cerita erotis pendek dalam bentuk audio untuk wanita, mencatat adanya peningkatan pelanggan hingga 84 persen sejak pemberlakuan karantina dimulai. Salah satu pendirinya, Gina Gutierrez, mengatakan isolasi diri mendorong orang mencari pemuas kebutuhan mereka untuk kenikmatan psikis.

Mendengarkan kisah-kisah berbumbu erotis, menurut Gina, menjadi salah satu cara yang bisa diandalkan untuk menenangkan diri di tengah kecemasan akibat COVID-19. Menurutnya cerita semacam itu bisa berguna dalam masa isolasi.

"Mereka (audio porn) memindahkan kita, mengisi imajinasi, dan mengingatkan kita tentang kemungkinan-kemungkinan yang menanti di luar sana. Kita memang tidak bisa bertemu orang asing yang menarik di kereta sekarang ini, tapi di dalam cerita Dipsea, bisa saja," jelas Gina, seperti dikutip dari Forbes.

Cute Smiling Female Listening to Music with Headphones in CarIlustrasi wanita memakai headphone. Foto: iStock


Devlin Wylde, seorang penulis audio porn, juga mereguk keuntungan dari masa karantina seperti ini. Situs miliknya mengalami peningkatan pengunjung hingga 6000 persen dan jumlah pelanggan berbayar untuk membaca kisah-kisah yang ditulisnya bertambah 300 persen.

Podcast miliknya, Wylde In Bed, telah diunduh hampir 1000 kali dalam 12 jam pertama setelah diluncurkan pekan lalu. Dari pengamatannya, kisah-kisah erotis yang mendeskripsikan pantai dan kastil cantik sebagai latar belakang tempat termasuk paling laris.

"Audio erotis mungkin merupakan bentuk hiburan seksual paling intim dan sensual yang bisa dinikmati sendirian," katanya.


Devlin juga sepakat bahwa cerita berbentuk audio punya ketertarikan tersendiri dibandingkan dengan video. Bagi sebagian orang, mendengarkan kisah erotis lebih bisa memberi efek menenangkan daripada menontonnya.

"Keluar sejenak dari kenyataan, pakai headphone dan tenggelam dalam keintiman bisa jadi cara yang menyenangkan untuk menenangkan diri," ujarnya lagi.

Audio porn sendiri sebenarnya sudah mulai menanjak popularitasnya sejak 15 tahun lalu. Sebagian orang lebih memilih menikmati erotisme lewat suara karena memberi mereka ruang yang lebih luas untuk berimajinasi. Selain itu terkadang bagi beberapa individu, menonton film erotis bisa jadi terlalu provokatif dan mengintimidasi, sehingga mereka lebih nyaman mendengar daripada menonton.



Simak Video "Intimate Wedding Jadi Tren Baru di Masa Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)