Fenomena Unik di Tengah Pandemi Corona, Penjualan Sex Toy Meningkat Drastis

Hestianingsih - wolipop Senin, 04 Mei 2020 21:30 WIB
sex toys fifty shades darker Ilustrasi sex toy. Foto: ist
Jakarta -

Ada tren unik yang terjadi selama pandemi virus Corona. Selain kebutuhan pokok seperti sembako dan produk kesehatan, alat satu ini juga jadi buruan pembeli.

Salah satu industri yang moncer saat banyak negara memberlakukan lockdown dan social distancing, tak diduga-duga, adalah sex toy. Fenomena ini terlihat di Kolombia sejak negara Amerika Latin itu membuat aturan lockdown selama lima minggu untuk cegah penyebaran virus Corona.

Reuters melaporkan banyak sektor industri yang mengalami kerugian imbas kebijakan itu namun sex toy justru dicari banyak pembeli. Salah satu toko online yang menjual sex toy mencatat adanya lonjakan permintaan bahkan beberapa tipe ada yang sudah habis terjual.

"Penjualan (sex toy) menanjak di hari keempat karantina diberlakukan. Kami melihat adanya peningkatan hingga 50 persen," kata Gerson Monje, seorang pemilik toko online shop sex toy.


Menurut Gerson, banyak orang 'terkunci' di rumah dan beralih ke sex toy untuk menghilangkan suntuk dan bosan. Terutama mereka yang masih single atau tinggal di rumah sendirian. Namun tak sedikit juga pasangan menikah yang membeli sex toy.

"Mereka menggunakannya bersama pasangan atau sendiri dan perlu sesuatu yang bisa membuat aktivitas sehari-hari lebih berwarna ketika ingin lebih intim," kata Gerson.

Hal sama juga dialami toko perlengkapan seks lainnya di Kolombia. Sedikitnya ada enam toko yang penjualannya meningkat sejak karantina dimulai.

Tak hanya Kolombia, fenomena yang sama juga terjadi di Australia. Seperti dilansir ABC Australia, di tengah banyaknya bisnis di Australia yang tutup, 'adult stores' atau toko 'dewasa' adalah salah satu yang masih beroperasi. Bahkan toko yang menjual alat-alat terkait dengan aktivitas seksual ini justru meningkat pendapatannya.

Di New South Wales, Australia, misalnya. Kyla Khatter, manajer dari toko dewasa bernama 'Flirt', mengatakan pendapatan dari delapan cabang tokonya meningkat sebesar 25 persen.


"Pelanggan tahu apa yang mereka butuhkan, mereka datang ke toko, mereka belanja banyak hal, lalu pergi," katanya.

Naiknya penjualan di toko dewasa juga dialami di negara bagian Queensland, seperti yang dirasakan Keith Boswell, direktur utama toko 'BeDaring Adult Shop'. Menurutnya, penjualan alat bantu seks di cabang tokonya yang berada di pinggir kota justru lebih banyak dibandingkan dengan yang di kota besar.

"Penjualan toko dewasa di pinggir kota masih lancar. Sama halnya dengan kelangkaan tisu toilet, kami juga sampai kehabisan produk," ujarnya.


Psikolog menjelaskan fenomena ini terjadi karena sex toy mungkin bisa membantu orang tetap tenang, 'waras' dan terhibur saat tidak bisa bersosialisasi dan harus mengisolasi diri dalam waktu lama. Sex toy juga diyakini bisa membantu memuaskan hasrat seks ketika bosan di rumah saja.

"Kolombia sendiri cukup konservatif soal seksualitas dan komunikasi mengenai itu. Jadi ini saat yang tepat bagi orang-orang untuk memuaskan keingintahuan mereka dan memahami bahwa membeli dan menggunakan produk seperti ini hal yang bagus," kata Psikolog Dr. Carolina Guzman.



Simak Video "Intimate Wedding Jadi Tren Baru di Masa Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)