Berhubungan Seks di Tengah Pandemi Covid-19, Aman atau Tidak?

Daniel Ngantung - wolipop Senin, 30 Mar 2020 21:25 WIB
Shot of a young couple sharing an intimate moment in their bedroom Berhubungan seks dengan suami atau istri saat pandemi Covid-19 aman-aman saja. Asal... (Foto: Getty Images/PeopleImages)
Jakarta -

Pandemi Covid-19 benar-benar mengubah cara kita dalam berinteraksi sosial, tanpa terkecuali dengan pasangan sendiri. Lantas, amankah berhubungan intim saat harus mempraktikkan social distancing?

Mungkin pertanyaan ini selalu terlintas di benak manakala Anda sedang berada di rumah sebagaimana dianjurkan pemerintah. Ingin berhubungan seksual dengan suami atau istri, tapi di sisi lain Anda harus jaga jarak.

Penularan virus corona sejauh ini diyakini hanya melalui droplet atau percikan cairan saliva atau liur yang keluar saat orang yang terinfeksi batuk atau bersin. Selain itu, benda mati yang permukaannya telah terkontaminasi virus corona juga bisa menjadi media transmisi.

Berhubungan Seks di Tengah Pandemi Covid-19, Aman atau Tidak?Foto: Getty Images/PeopleImages



Maka, virus bisa saja berpindah saat Anda berhubungan intim bila ada kontak fisik seperti berciuman dan berpelukan.

Sejauh ini, belum ada data ilmiah yang membuktikan bahwa virus corona jenis baru penyebab Covid-19 atau virus corona lainnya terdeteksi di semen dan cairan vagina.

Namun, Dr. Ramin Asgary, seorang profesor kesehatan dunia di George Washington University, mengatakan virus tersebut ditemukan di feses atau kotoran. "Oleh karenanya, rimming atau menjilat bagian anus sangat berisiko (menularkan)," katanya kepada Huffington Post.

Sementara itu, dr. Lauren Streicher berpendapat, hubungan seksual bukan sesuatu yang haram di era wabah virus corona selama Anda dan pasangan merasa sehat dan mempraktikkan pola hidup higienis.

Berhubungan Seks di Tengah Pandemi Covid-19, Aman atau Tidak?Foto: Getty Images/PeopleImages



"Jika Anda karantina dengan seseorang, entah itu suami atau istri, pasangan hidup atau siapapun itu, saya rasa hubungan seksual tidak menjadi masalah yang besar karena Anda selalu bersamanya tiap hari," ujar dr. Lauren kepada Chicago Tribune.

Bahkan, hubungan intim sangat dianjurkan karena memiliki khasiat di tengah situasi krisis seperti saat ini. "Seks bisa membantu Anda melepaskan stres dan kegelisahan, menjaga ikatan batin dengan pasangan dan merilis endorfin sehingga perasaan lebih terasa damai," ungkap dr. Diana Hoppe, penulis buku 'Healthy Sex Drive, Healthy You'.

Jika kebetulan pasangan Anda positif mengidap virus corona atau menunjukkan gejala Covid-19, maka jangan pernah nekat untuk tetap berhubungan seksual. Anda bisa saja ikut tertular.

Masturbasi bisa menjadi solusi sebagai pelampiasan kebutuhan alami ini. Begini bunyi panduan New York City Health Department: "Masturbasi tidak akan menyebabkan Covid-19, terutama jika tangan Anda (dan mainan) seks sudah dicuci bersih dengan sabun selama 20 detik baik sesudah atau sebelum."



Simak Video "Patricia Gouw Dibikin Kaget dengan Protokol Covid-19 di Luar Negeri"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)