Etika Hubungan Intim Suami Istri dan Doa di Malam Pertama

Erwin Dariyanto - wolipop Senin, 30 Sep 2019 21:16 WIB
Foto: iStock Foto: iStock
Jakarta -

Ada etika atau adab hubungan intim suami istri dalam Islam yang bisa dijadikan panduan. Jika dilakukan tentunya akan menambah keharmonisan rumah tangga. Sebab Islam menganjurkan kepada pemeluknya yang sudah mampu untuk segera menikah.

Ada larangan lama-lama membujang tanpa alasan yang jelas sesuai syariat. Pernikahan membuat syahwat seorang pria dan wanita akan tersalurkan secara halal sehingga berdampak positif bagi kesehatan, baik fisik maupun psikologisnya.

Setelah ijab qabul dilakukan, seorang pria wanita sah dan halal melakukan hubungan intim suami istri. Rasulullah shallallahu 'alahi wa sallam dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Muslim menyebutkan bahwa hubungan badan suami dan istri adalah sedekah.

وَفِى بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ ». قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَأْتِى أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ قَالَ « أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِى حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِى الْحَلاَلِ كَانَ لَهُ أَجْرٌ »

"Hubungan badan antara kalian (dengan isteri atau hamba sahaya kalian) adalah sedekah. Para sahabat lantas ada yang bertanya pada Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam, 'Wahai Rasulullah, apakah dengan kami mendatangi istri kami dengan syahwat itu mendapatkan pahala?' Beliau menjawab, 'Bukankah jika kalian bersetubuh pada yang haram, kalian mendapatkan dosa. Oleh karenanya jika kalian bersetubuh pada yang halal, tentu kalian akan mendapatkan pahala," [HR. Muslim].




Selanjutnya
Halaman
1 2 3